
Setelah Fahmi dan Angga selesai membahas pekerjaan mereka Fahmi pamit untuk pulang, tapi sebelumnya dia menemui istrinya terlebih dahulu.
Fahmi melangkahkan kakinya menuju meja kerja Rika dan tanpa sengaja dia melihat Rika sedang berbicara dengan asisten Angga, entah apa yang mereka bahas tapi itu membuat Fahmi cemburu.
Setelah Fahmi dekat dengan meja Rika dia berdehem
"Hem, sayang aku pulang terlebih dahulu nanti aku akan menjemput mu saat jam kerja mu selesai.
"Iya baiklah, hati-hati di jalan" ucap Rika tanpa menyertakan kata mas karena masih malu jika iya mengatakannya di depan umum.
Fahmi sedikit kesal karena mendengar Rika tidak menyertakan kata mas padanya alhasil dia berkata pada Deril "Oh iya Deril aku titip Istri ku".
Deril kaget mendengar Fahmi mengatakan bahwa Rika adalah istrinya, "Kapan mereka menikah, oh mungkin pak Fahmi hanya bercanda" ucap Deril dalam hati.
"Iya pak saya akan menjaga Rika". ucap Deril
"Baiklah kalau begitu saya pamit".
"iya hati-hati di jalan" ucap Rika dan Deril kompak dan itu membuat Fahmi semakin cemburu.
Fahmi keluar gedung kantor Angga dengan rasa cemburu dan dia berkata "Aku harus membuat Rika berhenti bekerja, tapi dengan cara apa? Rika pasti tidak akan mau keluar dari pekerjaannya dengan mudah tanpa alasan yang masuk Akal".
__ADS_1
Sepenjang jalan dia memikirkan alasan yang tepat agar Rika mau keluar dari pekerjaannya.
Fahmi sampai di Rumah mamah Sintia dengan membawa satu buket bunga mawar dan seabreg kelopak bunga mawar yang akan dia tata di kamarnya.
"Assalamu'alaikum bi Inah". ucap Fahmi saat masuk rumah.
"Wa'alaikummussalam" jawab bi Inah yang kebetulan dekat dengan pintu masuk rumah
"Bi mamah dan papahh ada?".
"tidak ada den mungkin mereka masih di butik, oh iya den selamat ya atas pernikahannya semoga SAMAWA".
"Aamiin bi, bi tolong bantu aku mempersiapkan kejutan untuk Rika"
Mereka menghias kamar Fahmi dengan sangat indah karena di bantu bi Inah yang sangat pandai menghias ruangan.
"Terimakasih bi, ini sangat cantik, bibi pandai menghiasnya".
"Sama-sama den kalau begitu bibi permisi mau melanjutkan pekerjaan bibi".
"Iya silahkan bi".
__ADS_1
Setelah bi Inah pergi Fahmi terus menatap kamarnya dan terlintas sebuah ide di benaknya agar Rika mau berhenti bekerja tanpa dia memaksanya
"Aku akan membuat dia kesiangan setiap hari agar dia merasa sudah tidak pantas bekerja di perusahaan Angga karena ke tidak propesionallannya dalam bekerja".
Fahmi pun larut dalam rencana yang akan dia buat.
Sementara di kantor Angga tadi setelah Fahmi pergi Deril bertanya pada Rika.
"Ka kenapa Pak Fahmi memanggil mu sayang".
"Oh mungkin karena dia menyayangi ku" ucap Rika singkat karena sedang memeriksa pekerjaannya.
"Sudah sana jangan kepo aku lagi sibuk". ucap Rika lagi.
Deril masih ingin bertanya pada Rika tentang sikap Fahmi yang menurutnya tidak biasa, tapi dia tidak menanyakannya lagi karena Angga sudah memanggilnya.
"Aku akan menanyakannya nanti pas jam istirahat" ucap Deril sambil berjalan menuju ruangan Angga.
"Tumben sekali dia bertanya hal seperti tadi" ucap Rika lalu memeriksa pekerjaannya lagi.
Jam makan siangpun tiba Deril langsung keluar ruangannya setelah menyelesaikan tugasnya dia keluar ruangannya dengan tergesa-gesa karena takut jika Rika sudah berangkat duluan untuk makan siang, tapi baru juga dia keluar dari ruangannya dia sudah melihat Rika berjalan dengan Angga bos mereka.
__ADS_1
"Yah aku telat coba tadi aku menunda pekerjaan ku dulu, mungkin aku tidak akan di dahului si bos.