Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Haknya


__ADS_3

Ceklek pintu terbuka dan Fahmi buru-buru menuju tempat tidurnya tanpa melihat Rika dia takut saat melihat Rika keinginannya muncul lagi.


Fahmi merebahkan tubuhnya dan memiringkannya mencoba untuk memejamkan matanya namun tidak bisa karena pergerakan Rika.


"Sayang ku mohon tidurlah dengan tenang jangan terus bergerak aku ingin segera tidur agar hasrat ku ini tidak lagi muncul".


Rika yang belum tidur lagi menggeser tubuhnya mendekati Fahmi dan menyentuh tubuh Fahmi yang telah di tutupi selimut.


"Ayolah sayang apa kamu tidak kasian pada suami mu ini yang sudah dua kali mandi di tengah malam seperti ini".


Rika tidak menjawab ucapan Fahmi tapi dia terus mendekat dan memeluk Fahmi dari dalam selimut.


"Oh ya ampun sayang apa yang kamu lakukan kamu membangunkannya lagi" ucap Fahmi yang belum sadar jika Rika tidak tidur


Rika menikmati hangatnya tubuh Fahmi dan desiran aneh yang dia rasakan saat kulitnya bersentuhan dengan kulit Fahmi.


Fahmi mencoba melepaskan pelukan Rika tapi Rika malah mengeratkan pelukannya dan berkata.


"Tenanglah Aku akan membantu mas menidurkannya, jadi diamlah, karena aku sedang menikmati ini".


Fahmi yang mendengarkan ucapan Rika berkata


"Apa kamu yakin sayang".


"Aku sangat yakin mas aku sekarang istri mu dan sekarang aku ingin memberikan hak mu atas diri ku"

__ADS_1


Lalu Fahmi membalikan tubuhnya dan melihat Rika sedang tersenyum dan dia memulai malam pertamanya dengan rasa bahagia.


*


"Terima kasih sayang". ucap Fahmi sambil memeluk Rika


"Sama-sama"


"Apa mas boleh bertanya?".


"tentu, memang mas ingin bertsnya apa?".


"Kenapa kamu memberikan hak mas padahal tadi pagi kamu menangis karena akan di nikahkan dengan mas?"


Rika tersenyum dan berkata " aku menangis bukan tidak mau menikah dengan mas tapi karena aku tidak mau menikah dengan cara seperti tadi, aku malu apa kata orang seorang Rika hoirun nissa menikah karena kepergok tidur berdua".


"Kenapa" tanya Rika sambil mendongak melihat wajah Fahmi .


Fahmi yang melihat wajah Rika langsung mencium kening Rika namun Rika malah menunjuk bibirnnya.


"Disini mas bukan di kening" ucap Rika menunjuk bibirnya cup cup cup Rika tersenyum dan berkata "Mas belum menjawab pertanyaan ku".


"Baiklah, mereka tidak akan membicarakan kita seperti yang kamu pikir karena mereka berbuat seperti itu atas perintah kakak mu Angga.


"Apa" ucap Rika langsung duduk karena mereka tadi sedang bersandar.

__ADS_1


"His kamu ini lihat dirimu " Ucap Fahmi sambil menutupi dada Rika.


"Maaf belum terbiasa. mas tau dari siapa?".


"Mas bertanya pada Angga langsung karena mas merasa aneh saja, kerena semua orang penting yang harus hadir dalam sebuah acara pernikahan ada bahkan paman mu juga hadir dan juga makanan yang tersaji tepat waktu".


"terus kenapa tadi mas melarang ku untuk melihat keluar" tanya Rika cemberut


"ya karena mas ingin mengerjai mu juga, aww sakit sayang"


"Siapa suruh ikut-ikutan mengerjai ku, awas saja aku akan memberikan balasan yang setimpal untuk ka Angga" ucap Rika marah.


"Jangan itu tidak baik toh yang kakak mu lakukan demi kebaikan kita, agar kita segera menyatukan cinta kita".


"Siapa bilang aku mencintai mas, aku memberikan hak mas atas diri ku, karena itu kewajiban ku".


"Yakin nih belum cinta sama mas" goda Fahmi


"Yakin" ucap Rika yang tidak tau jika Fahmi mendengarkan perkataannya saat di rumah sakit


"Lalu yang kamu ucapkan di rumah sakit apa?".


"Mas kamu nguping".


"ya gitu deh"

__ADS_1


"mas ih" ucap Rika sambil menyembunyikan kepalanya di dada Fahmi karena merasa malu.


__ADS_2