
"Akhirnya beres juga, lelah nya".
Dian mengambil ponselnya, lalu Dian menghubungi Fahmi, Dian ingin menanyakan apakah Fahmi sudah sampai atau belum.
"mas sudah sampai belum?".
"Alhamdulillah, Sampai juga". baru juga Fahmi duduk ponselnya berbunyi, pertanda pesan masuk,
Fahmi mengambil ponselnya, lalu dia membaca pesan tersebut dan segera membalasnya.
"Alhamdulillah, sudah sampai dengan selamat, tapi sayang ada yang ketinggalan".
Dian yang sedang rebahan langsung duduk setelah membaca pesan dari Fahmi dan langsung melakukan panggilan telpon.
"halo mas".
"iya sayang".
"Apa yang ketinggalan mas, biar aku cari dan bawa besok".
"Tdakk perlu di cari sayang".
"Kok tidak perlu di cari memang apa yang ketinggalan?".
"Kamu sayang, kamu ketinggalan".
"Mas ini bisa aja, kenapa tidak di bawa aku nya?".
"Ya karna kamu nya tidak akan mau mas bawa".
__ADS_1
"Dian tersenyum, ya di halalin dulu biar aku nya mau di bawa sama mas, kemanapun mas mengajak ku, aku pasti akan ikut, apalagi ke surga aku pasti ikut".
"Ya kalau ke surga, semua orang juga pasti mau, mau surga dunia atau surga akhirat nanti, tapi kalau di ajak ke neraka kamu mau ikut tidak?".
"Kalau itu tidak mau, mas saja tidak usah ngajak ngajak aku".
"Lo ko gitu bukan nya tadi bilang mau ikut kemana saja?'.
"Ya kecuali itu".
"Plin plan, sudah dulu yah, mas mau mandi dulu teruus mau istirahat,, cape banget".
"Iya, selamat beristirahat mas, emmuah, Assalamu'alaikum".
"Wa'alaikummussalam,, emmuah juga". tut tut tut.
"Kalau di telpon bisa mesra, tapi kalau di dunia nyata tidak pernah, jadi penasaran nanti kalau udah nikah kaya gimana, jadi tidak sabar".
"Jika sudah menikah tidak perlu selingkuh lagi". ucap Fahmi sambil tersenyum.
Ya sampai saat ini fahmi masih mendua, alasannya ya karna dian tidak mau di peluk atau di cium menurut Fahmi, padahal ada alasan lain yang lebih masuk akal.
Dian pun sudah kembali ke kota dan beraktifitas seperti biasanya,,
Di kantin Dian dan Rika sedang makan siang.
"Dian bagaimana hubungan kamu dengan Fahmi?".
"Alhamdulillah baik". jawab Dian.
__ADS_1
Dian yang merasa aneh dengan pertanyaan Rika pun bertanya.
"Memangnya kenapa? jangan bilang kalau kamu mau bilang mas Fahmi selingkuh lagi".
"Ehh engga cuman nanya doang sensi amat".
"Terus apa maksud pertanyaan mu?, karna tidak biasanya kamu bertanya seperti itu".
Rika tersenyum, dan bukan nya menjawab pertanyaan Dian, Rika malah bertanya lagi.
"Apa Fahmi punya sodara perempuan?".
Dian terdiam dan mengingat ngingat apakah Fahmi memiliki saudara perempuan, dan Dian pun teringat dengan foto yang ada di rumah orang tua Fahmi.
Dian memang sering di ajak Fahmi ke rumah orang tuanya, jika orang tuanya meminta Fahmi membawa dian ke rumahnya.
"Dia tidak mempunyai adik kandung, tapi dia mempunyai adik sepupu". jawab Dian.
"Ohh mungkin yang aku lihat, adik sepupunya".
"Memangnya kamu melihat apa?" tanya Dian
"Kemarin ehh bukan kemarin saja, tapi aku sering melihat dia jalan dengan perempun, ya umurnya masih muda kaya anak sekolahan".
"Oh, mungkin itu sepupunya karna dia juga masih sekolah". Mudah mudahan ucap dian dalam hati.
"Semoga". jawab Rika,,
"Dian jika itu memang sepupunya, kalau bukan kamu bagaimana, aku tidak bisa bayangin hancurnya hati kamu, kalau dia bukan sepupu nya". batin Rika.
__ADS_1
Dian menepuk pundak Rika karna dari tadi Rika trus melamun.