Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Rasa mual Dian


__ADS_3

Satu bulan sudah Fahmi dan Rika tidak pernah bertemu. Rika yang sudah tidak lagi nyaman bekerja di butik tante Sintia memutuskan keluar dari sana.


Dia menitipkan surat pengunduran dirinya pada asisten tante Sintia. tadinya dia ingin memberikannya langsung tapi karena dia tidak ingin ke rumah orangtua Fahmi jadi dia menitipkannya saja.


Rika pamit pada suci dan berkata "Semoga kita bisa berjumpa lagi",


"ka apa kamu yakin, apa kamu tidak akan menyesal?".


"Tidak suci aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari, jika aku masih di sini aku tidak bisa menghilangkan dia dari ingatan ku, tetlalu banyak kenangan yang dia tinggalkan di tempat ini".


"Baiklah jika seperti itu dan semoga kamu bisa mendapatkan penggantinya".


"Aamiin", Ucap Rika tersenyum.


Rika pergi dari butik itu dengan meninggalkan semua kenangannya bersama Fahmi.


Berita tentang keluarnya Rika dari butik sudah terdengar oleh Fahmi, Fahmi merasa semakin yakin jika Rika bukan jodohnya buktinya saja dia keluar dari butik mamahnya.


*

__ADS_1


Rika sampai di rumah ibunya, dan langsung membantu bu Mila, saat warungnya sudah sepi Rika mengatakan jika dia sudah keluar dari butik orangtua Fahmi. Dia juga meminta ijin pada ibunya untuk tinggal di rumah bunda.


Tadinya ibu Mila melarang Rika, tapi karena alasan yang di berikan Rika membuat ibu Mila terpaksa menyetujuinya.


Rencananya besok Rika akan berangkat, bersama Dian dan Angga, karena mereka juga akan ke rumah orangtua Angga.


keesokan harinya Rika sudah menunggu Dian dan Angga, tapi tidak seperti biasanya Angga terlambat


Datang.


Setelah satu jam akhirnya mobil Angga masuk ke halaman Rumahnya.


setelah mobil berhenti tiba-tiba saja Dian keluar tergesa-gesa dan langsung masuk rumah dan menuju kamar mandi.


"Kamu kenapa Dian, apa kamu sedang sakit". tanya Rika.


sedangkan Angga membantu Dian yang sedang muntah-muntah.


Dian menggelengkan kepalanya karena dia tidak mau berbicara, karena setiap dia berbicara pasti dia akan merasa mual.

__ADS_1


Ibu pun menghampiri mereka dan mengajak Dian duduk di sopa, setelah mereka duduk, Ibu yang tau kondisi Dian pun bertanya pada Dian. "Dian kapan kamu terakhir datang bulan? tanya ibu.


"Dian lupa bi,' ucap Dian yang tidak bisa berpikir karena rasa mualnya.


"Apa setiap hari kamu seperti ini?". tanya Bu Mila


"Iya setiap hari bi tapi hanya di pagi hari". ucap Angga.


"Baiklah jika seperti itu, minum air hangatnya dulu !". perintah ibu, karena Rika sudah datang membawa segelas air hangat.


Ibu Mila melihat Angga dan bertanya padanya "Nak apa kamu sudah memeriksa Dian ke Dokter?".


"Belum bi karena Dian tidak mau".


"Sekarang lebih baik kamu antar dulu Dian ke dokter".


Dian yang tadinya kekeh tidak mau ke dokter karena merasa baik-baik saja, akhirnya mau karena di bujuk Ibu Mila


Angga membawa Dian ke Dokter bersama Rika, setelah sampai mereka mendaftarkan Dian lalu menunggu antrian, saat nama Dian di panggil Dian masuk bersama Angga.

__ADS_1


Dokter memeriksa Dian dan tersenyum, Angga merasa heran karena Dokter tersebut tersenyum setelah Dian selesai di periksa, Angga ingin bertanya ada apa dengan Dian tapi Dokter tersebut malah menyuruh mereka menemui Dokter kandungan.


Angga mengantar Dian menemui Dokter kandungan, setelah mendapatkan panggilan mereka masuk lalu Dokter tersebut bertanya pada mereka, Angga menjawab semua pertanyaan Dokter karena Dian tidak bisa bicara terlalu banyak karena rasa mualnya yang muncul lagi saat masuk Rumah sakit.


__ADS_2