Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Keinginan Angga


__ADS_3

Angga keluar dari kamar mandi setelah menurunkan Dian, dia menunggu Dian di atas kasur, karna di kamar Dian tidak ada kursi, ukuran kamar Dian tidak terlalu besar di dalamnya hanya ada kasur ukuran sedang, lemari dan juga kamar mandi.


Dian sudah selesai mandi, tapi dia lupa membawa baju ganti kedalam, "Aku benar benar lupa membawa baju, aku tidak mungkin hanya memakai handuk seperti ini".


Angga mengetuk pintu kamar mandi dan berkata.


"Sayang kamu masih lama?, mas juga mau mandi".


Dian membuka pintunya, dengan jantung yang berdebar Dian keluar dan berkata "Silahkan mas aku sudah selesai".


Angga menelan ludahnya Saat melihat Dian dan berkata "Sayang apa benar benar tidak boleh satu kali saja", ucap Angga dengan memasang wajah yang sangat memprihatinkan. "Bukankah Haram untuk seorang istri menolak ajakan suaminya".


Deg Dian yang tadinya tidak ingin mengulang yang terjadi semalam tiba-tiba berkata. "Baiklah, Kenapa mas mengingatkan aku tentang kewajiban ku, kalau seperti ini aku tidak bisa menolak".

__ADS_1


"Yes", ucap Angga "Jadi kamu menolak mas karna lupa kewajiban kamu? bukan menentang ajaran Agama?".


"Iya, aku lupa", ucap Dian dengan cemberut. "Kalau aku ingat aku tidak akan menolaknya tadi, coba mas mengingatkan aku tadi bukan sekarang setelah aku mandi". ucap Dian.


Tiba tiba saja Angga mencium bibir Dian sekilas.


"Mas ih ". ucap Dian sambil menghentakan kakinya, "Sudah ayo atau mau mas gendong lagi".


Dian pun berjalan ke arah kasur, Tapi Angga tidak langsung menyusulnya, Angga berjalan menuju kopernya dan mengambil sesuatu, dan berjalan lagi menuju Dian dan duduk di depan Dian.


Dian menuruti Angga, Anggapun mendekatkan wajahnya, Dian pun mengangkat wajahnya, Dian pikir Angga akan menciumnya. Angga yang melihat Dian tersenyum "Duh yang tidak sabar ingin di cium" ucap Angga sambil memasangkan kalung di leher Dian.


Deg.. Dian kaget dengan apa yang di katakan Angga dan langsung membuka matanya, "Mas ih", ucap Dian sambil memukul Angga dan berkata " Kenapa tidak bilang mau memasang kalung saja, bukan menyuruhku menutup mata".

__ADS_1


Angga tersenyum, Angga memegang tangan Dian dan berkata "Jangan memukul mas terus, nanti handuk mu terlepas". baru juga Angga mengatakannya handuk itu pun merorot dan memperlihatkan apa yang dari tadi tertutup,


"Nah kalau sudah seperti ini, sekarang kamu bisa apa?" Angga langsung menarik selimut dan mengulang ritual pengantin baru.


*


Setelah selesai mandi dan sholat Dian keluar kamar untuk membuat sarapan, "cie cie pengantin baru ledek ibu",


"Ibu ih", ucap Dian dengan kepala yang menunduk.


"Ibu masih tidak percaya jika yang menjadi suami mu adalah nak Angga, rasanya seperti mimpi baru 2minggu yang lalu kamu menangis karna putus eh sekarang kamu sudah menikah, dengan orang yang baru 2 kali kamu temui".


"Iya bu Dian juga masih tidak percaya, jika mas Angga yang menjadi suami Dian, Dian juga tidak percaya jika doa Dian di ijabah". lalu Dian berkata dalam hati "Dan benar jodoh kita cermin diri kita, aku merasa melihat diriku di dalam diri mas Angga".

__ADS_1


Pak Romli datang dan berkata " Iya jodoh siapa yang tau, kamu pacaran nya dengan siapa menikahnya dengan siapa, bapa menjeda ucapannya dan berkata lagi "Nak kamu jadi pindah ke kota sore nanti?".


"Iya pa, Insyaallah kalau tidak ada halangan kami berangkat sore nanti".


__ADS_2