Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Menunggu


__ADS_3

Sore hari di sebuah kota, terlihat seorang laki laki yang sedang menunggu seseorang diluar gerbang.


"Dian kamu pasti balik lagi sama aku". batin peria itu


tinggal aku rayu dan terus memohon pasti kamu akan luluh lagi. seperti yang sudah-sudah.


Pintu gerbang terbuka dan satu persatu karyawan mulai keluar, setelah semua karyawan keluar dia tidak menemukan orang yang dia cari.


"Mungkin tadi dia sudah keluar dan aku tidak melihatnya", tapi saat Fahmi akan menaiki motornya. Dia melihat Rika keluar sendiri dengan mengendarai motornya.


"Ko dia sendiri biasanya kan barengan, mending aku ikutin dia, siapa tau Dian masih di rumahnya sekalian biar aku tau rumahnya dimana.


sampailah rika di halaman rumahnya, saat akan masuk rumah, tangan rika di tahan oleh Fahmi.


Rika menoleh untuk memastikan jika yang memarik tangannya adalah Fahmi.


Ya Rika tau Fahmi dari tadi mengikutinya,


dan benar saja dugaan Rika, "Ada apa?", tanya Rika dengan ketus, pasalnya Rika sudah benar-benar benci dengan Fahmi.


"Kamu sembunyiin Dian dimana?". tanya Fahmi


"Sumpah, kamu tidak tau malu, dasar egois ".

__ADS_1


"Kamu sembunyikan di mana Dian", tanya Fahmi lagi.


"Aku tidak mau memberi tahu mu".


"Pasti di rumah mu kan".


"dia tidak ada di rumah ku". jawab Rika.


"Bohong kalau bukan di rumah mu dimana lagi dia bisa tinggal?".


"Pokonya Dian tidak tinggal di sini, awas!! aku mau masuk mau istirahat cape".


"Saat Rika sudah membuka pintu Rika menoleh kalau kamu sudah tidak ada lagi urusan di sini mending kamu pulang!". usir Rika.


"Terserah kamu kalau begitu.


"Mau nunggu sampai tuh kaki berakar juga kamu tidak akan menemukan dia di sini". batin Rika.


Fahmi menunggu di halaman rumah Rika sampai malam, Dian tak kunjung keluar lalu Fahmi melihat jam di tangannya "sudah malam, sebaiknya aku pulang, besok aku harus bekerja."


Fahmi pun pulang.


Rika mengintip dari jendela, "aku pikir dia akan manunggu sampai pagi, ternyata cuman sampai jam 10 malam".

__ADS_1


"Aku heran Dian suka apanya dari orang itu.


Wajah, ada yang lebih tampan dari dia. Kaya, dia tidak kaya kaya amat, baik jelas tidak dilihat dari sisi manapun dia tidak ada baik baik nya".


Fahmi tidak pulang kerumahnya melainkan ke kosan Angga, karna jarak rumah nya sangat jauh jadi dia memutuskan untuk menginap di kosan Angga yang jaraknya tidak terlalu jauh.


tok tok tok


pintu terbuka Fahmi pun masuk dan menjatuhkan tubuhnya di kasur Angga.


"Ada apa?, mau curhat lagi, besok saja aku ngantuk".


Fahmi mengangguk,, "aku jga cape".


"Tumben", ucap angga.


Angga pun melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Fahmi, tidak butuh waktu lama bagi mereka memasuki alam mimpi.


Sementara di sebuah kampung ada seorang gadis yang sedang mencurahkan isi hatinya pada Tuhan nya.


"Ya Raab, ampunilah dosa ku, serta dosa kedua orangtua ku, Ya Raab, aku tau ini cobaan untuk ku, aku tau engkau memberikan cobaan tidak akan melampawi batas kemampuan hamba Mu, tapi bolehkah aku mengadu padamu tentang apa yang ku rasakan, aku tidak bisa mengadu pada orangtuaku aku tidak mau mereka membencinya.


Ya Raab", Dianpun menangis, tangisan Dian begitu menyayat hati orang yang mendengarnya, pasti akan ikut menangis.

__ADS_1


__ADS_2