
"Kau tau mas, kita memiliki rasa cinta yang berbeda dengan orang lain".
"Aku mencintai kamu dengan buta. Ya cinta ku cita buta, jelas jelas aku melihat kau tidak setia tapi tetap saja hati ini membela mu, aku cape memiliki cinta seperti ini, aku lelah mas, aku ingin memiliki cinta yang seperti orang lain".
"Cinta yang membenci di kala pasangannya salah,
yang benar benar pergi dikala pasangannya salah
kadang aku iri pada Rika, dia dengan mudahnya melupakan mantan pacarnya,
cepatlah bangun mas, aku memaafkan mu,
Dian pun menarik napasnya dalam dalam dan membuangnya.
Angga yang tadinya ingin pamit pada Dian untuk pulang, malah diam di depan pintu yang terbuka dan mendengarkan keluh kesah Dian.
Angga mengetuk pintu, tok tok tok
"masuk", jawab Dian, "Ada apa mas?". tanya Dian.
"Ini mas mau ijin nganter dulu Rika pulang, karna sepertinya dia harus istirahat di rumah, oh iya keluarga Fahmi akan datang besok karna mereka sedang di luar kota".
Ya tadi setelah angga tau bahwa yang kecelakaan adalah teman nya juga,, dia langsung menghubungi keluarga Fahmi, sedangkan Dian melupakan hal itu karna panik dan cemas.
"Iya mas, kasian juga Rika kalau di sini, tidak bisa istirahat".
Anngga menganggukan kepalanya,
"Ya sudah mas pamit". Angga pun mengucap salam.
__ADS_1
Sampailah Rika dan Angnga di rumah Rika,
"Rika bibi kemana?".
"Ibu sedang ada acara di rumah keluarga almarhum bapa".
"Rika pinjam selimut, kalau ada 2".
"Paling aku cuman bisa pinjemin 1 ka, soalnya ika cuman punya 2".
"Ya sudah satu saja".
"Memangnya untuk apa?", mungkin karna lelah otak rika jadi lemot.
"Untuk di bawa ke rumah sakit kasian mereka pasti kedinginan".
"Iya" jawab Angga,, "Fahmi juga kan temen kaka".
Rika hanya mengiyakan saja ucapan mas Angga. karna dia sudah sangat lelah, kalau dia tidak selelah saat ini, Rika pasti sudah menggoda kaka nya.
karna rika tadi melihat gerak gerik Angga sedikit mencurigakan, saat Angga melihat Dian.
"Kaka berangkat dulu". pamit Angga.
"Hati-hati ka!".
Anggapun kembali ke rumah sakit.
"Lo, mas balik lagi?", tanya Dian.
__ADS_1
"Iya ini disuruh Rika bawain selimut buat kamu", jawab angga bohong.
"Oh iya terimakasih ka, sama sama jawab Angga.
Angga pun keluar menemui mas Agus, dan duduk di samping mas Agus.
"Mas belum tidur?", tanya Angga.
"Belum ngantuk, kenapa kamu kembali?", tanya mas Agus.
"Sengaja mau nemenin mas, kasian kan mas tidak ada teman ngobrol.
Angga dan mas Agus pun larut dengan obrolan mereka, dan sesekali mas agus membahas Dian.
sampai rasa kantuk itu datang, mas Agus pun tidak bisa menahannya, sedang angga terjaga sampai pagi.
Angga melihat dian juga sudah tidur di kursi sebelah tpat tidur Fahmi, "Fahmi semoga kamu cepat sadar, kasian Dian kalau harus nungguin kamu terus.
Dokter bilang pada Angga, ada kemungkinan Fahmi akan mengalami koma, tapi tidak menutup kemungkinan juga dia akan cepat sadar.
Pagi pun tiba, fahmi yang sudah sadar perlahan membuka matanya,
"Di mana ini?". fahmi pun melihat Dian yang masih tertidur, lalu dia teringat jika kemari dia ingin menemui dian di kampungnya dan dia tidak ingat lagi apa yang terjadi.
"Aduh" keluh Fahmi, fahmi merasakan seluruh tubuhnya terasa remuk dan itu membangunkan Dian.
"Mas sudah sadar?", tanya dian.
Dan Fahmi hanya mengangguk.
__ADS_1