
Fahmi tersenyum, "sayang mamah masih di dalam bukan?".
"Iya tapi kumohon jangan memanggil ku seperti itu" ucap Rika.
"aku tidak akan merubahnya. karena aku memang menyayangi mu, sudah dulu aku mau menemui mamah dulu".
"pergilah yang jauh agar aku tidak bisa melihat mu". ucap Rika dalam hati.
Setelah melihat anak dari atasannya pergi Suci langsung bertanya.
"Ka, ada hubungan apa kau dengan mas Fahmi?".
"Kamu menyebutnya mas?".
"Iya semua karyawan di sini menyebutnya seperti itu".
"Jadi aku juga harus memanggilnya seperti itu".
"Sepertinya begitu, karena dia anak dari tempst kita bekerja, walau kamu bekerja di sini hanya sebentar, eh iya kamu belum menjawab pertanyaan ku".
"Oh itu, kami hanya berteman saja".
"Tapi kenapa kalian sedekat itu?".
"Mungkin karena kami sudah berteman hampir 2 tahun".
"Pantas saja kalian sangat akrab, ternyata sudah lama".
__ADS_1
Rika tersenyum dan menganggukan kepalanya, "kamu tidak tau saja pertemanan seperti apa yang kami jalani" ucap Rika dalam hati.
Fahmi datang menghampiri Rika sambil mendorong, kursi roda mamahnya, "Sayang Ayo".
"Iya, suci aku duluan".
Suci tersenyum dan hanya menganggukkan kepalanya saja.
Rika menyusul Fahmi yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Tibalah mereka di kediaman Fahmi, Fahmi meminta Rika menunggunya di atas sopa karena ada yang dia ingin ceritakan sementara Dia mengantar ibunya ke kamar terlebih dahulu.
Fahmi duduk di samping Rika tanpa jarak, "Heh bisa tidak kau sedikit menjauh aku takut jika sedekat ini".
"Kenapa takut aku tidak akan memakan mu".
"Apa dia sudah gila". ucap Rika dalam hati.
Tapi fahmi tidak mau kalah dengan Rika, dia duduk kembali di dekat Rika, Fahmi sangat senang melihat Rika terus marah seperti itu.
"Jika kamu terus terusan seperti ini aku akan ke kamar ku" ucap Rika sambil berdiri.
"Baiklah cepat duduk lagi!".
Rika duduk kembali di sopa tentunya dengan jarak yang lebih aman.
"Jadi apa yang ingin kamu ceritakan".
__ADS_1
"Aku ingin menceritakan tentang Angga".
"Memang ada apa dengannya?".
"Dia bilang takut aku menyentuh mu karena kamu sering masuk ke kamar ku".
"Sebenarnya aku juga takut jika terus terusan seperti ini, tapi semoga Allah menjauhkan kita dari perbuatan itu". ucap Rika dalam hati.
"Terus" tanya Rika
"Aku bilang saja semua yang aku lakukan pada mu dan aku mengatakan segala kemungkinan yang akan terjadi diantara kita, dan kamu tau matanya mengatakan jika dia ingin membunuh ku".
Fahmi menjeda ucapannya lalu berkata kembali.
"Anehnya setelah dia menelpon mu dia terlihat lebih tenang, nah aku ingin bertanya pada mu apa yang kamu katakan padanya".
"Dari tadi kau ingin menanyakan itu", Fahmi menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak bilang apa-apa hanya sebuah kalimat yang tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek".
"kau sengaja membuat ku penasaran", Rika tersenyum dan berkata. "Iya".
Lalu Rika berdiri dan Fahmi berkata "Kamu mau kemana?".
"Aku mau ke toilet dulu sebentar".
Fahmi membiarkan Rika pergi karena tidak mungkin juga dia melarangnya walau dia sangat penasaran dengan apa yang di katakan Rika pada Angga.
__ADS_1
Rika pun kembali dan langsung menjawab pertanyaan Fahmi. "Aku hanya bilang jika dia tidak percaya pada kita maka percayalah Pada Allah, dan aku menyuruh ka Angga menitipkan ku pada-Nya, karena tidak ada satu mahluk yang bisa bergerak tanpa seijin-Nya.