
"Ya Raab, kenapa engkau jatuhkan hati ini pada nya, dia yang selalu membuatku menangis di setiap malam ku, dia yang selalu menyakitiku".
"Ya Raab, sampai kapan engkau akan memberikan cobaan seperti ini padaku? Aku lelah".
"Ya Raab, jika dia bukan jodoh ku jauhkan lah dia dari hidup ku tapi jika dia jodoh persatukanlah kami".
"Ya Raab, aku berharap dia bukan jodoh ku aku tidak mau memiliki suami seperti dia, tapi kenapa? kenapa? Ya Raab, saat aku mendengar dia meminta maaf, dan memohon agar aku kembali, aku selalu memaafkan kesalahannya dan mau kembali pada nya".
"Ya Raab,, aku mohon pada-Mu, air mata Dian mengalir deras. Tunjukan padaku bagaiman cara agar aku bisa lepas dari belenggu cintanya, aku benar benar lelah". Suara dian pun melemah, dan Dian pun menutup keluh kesahnya, dengan doa kebaikan dunia dan akhirat".
tok tok tok
"Dian nak?".
"Iya Bu, sebentar" jawab dian dari dalam kamar.
Dian terus berdehem agar suaranya normal kembali, agar ibu tidak curiga jika dia habis menangis, padahal ibu sudah dari tadi mendengarkan Dian menangis, hanya saja ibu tidak tau Dian menangis karna apa.
karna yang dian ucapkan di kamarnya tidak terdengar jelas hanya tangisan nya saja yang terdengar.
"Ada apa bu?". tanya Dian setelah membuka pintu.
"Apa kamu baik baik saja nak?".
__ADS_1
"Dian baik baik saja, memang kenapa Bu?". "Tadi ibu tidak sengaja mendengar kamu menangis".
Dian tersenyum, "Oh itu, tadi Dian sedang melihat derama di hp".
"Oh kalau begitu cepat tidur!, sudah malam".
"Siap laksanakan".
"Kamu ini sudah sana tidur".
*
Sebelum berangkat kerja fahmi menceritakan apa yang terjadi dengan nya dan Dian kepada Angga.
"Angga apa kamu belum punya pacar lagi?". tanya Fahmi.
"Belum ada yang cocok".
"Kamu mau aku kenalin sama salah satu teman ku?".
"Tidak terima kasih, aku juga masih belum bisa membuka hati ku, aku hanya akan memberikan harapan palsu pada mereka".
"Jika kamu ingin punya pacar, kamu tinggal bilang wanita seperti apa yang kamu inginkan".
__ADS_1
"Kalau kriteria tidak usah nunggu nanti, sekarang juga aku sudah punya".
"Lalu seperti apa kriteria mu itu, aku jadi penasaran".
"Dia harus baik, sholehah dan pintar, karna jika dia bodoh bagaimana nanti dia mendidik anak anak ku".
"Cuman itu apa kamu tidak mencari yang cantik?". tanya Fahmi.
"Tidak karna aku juga tidak terlalu rupawan, ha ha ha aku tau diri, tapi jika takdir berkata bahwa aku harus punya istri yang sangat cantik, aku tidak akan menolaknya bahkan dengan senang hati aku mau menerimanya".
"Ayo kita berangkat sekarang!". ajak Fahmi. "Ngobrolnya kita sambung lagi nanti". Ucap Fahmi lagi.
Mereka pun berangkatvbersama karna motor Angga sedang di bengkel.
Sorepun tiba, seperti kemarin Fahmi menunggu Dian di luar gerbang , semua karyawan sudah keluar kecuali Rika dan Dian.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Rika keluar.
"Rika mana Dian?".tanya Fahmi.
"Dian tidak bekerja hari ini". ucap Rika.
"Kenapa? apa dia sakit?".
__ADS_1
"Iya dia sakit, sakit hati karna kamu terus menyakitinya, dan gara gara kamu dia keluar dari kerjaannya, dan pulang ke kampungnya, puas kamu, dan kamu tau apa yang dia bilang saat berpamitan pada ku kemarin?". tanya Rika.