Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Tinggal di Rumah bunda


__ADS_3

Dian menormalkan bibirnya kembali, namun setelah itu Dian mengalungkan tangannya pada leher Angga dan meletakan kepalanya di bahu Angga, Dian tersenyum saat sebuah ide terlintas di benaknya, tanpa aba aba Dian menggigit telinga Angga.


Angga yang kaget hampir saja terjatuh, "Sayang kamu ngapain kalau kita jatuh bagai mana?". ucap Angga


"Tapi kita tidak jatuh bukan" jawab Dian dangan ketus.


Mereka sampai di kamar, Angga menurunkan Dian di atas sopa, "sayang sudah dong marahnya, mas melarang kamu membantu mereka karena mas takut jika kamu terpeleset karena tanah yang habis terkena air pasti licin".


Dian yang tidak berpikir sampai sejauh itu, meminta Maaf pada Angga. "maaf mas aku lupa kalau aku sedang mengandung". ucap Dian.


"Iya lain kali jangan di ulangi" ucap Angga sambil mencubit pipi Dian.


Angga dan Dian menunggu waktu magrib dan isya di kamar, Dian menunggu sambil memainkan ponsel sementara Angga memeriksa dokumen yang di berikan ayahnya.


Setelah melaksanakan sholat isya mereka keluar kamar, turun dan bergabung bersama ayah dan bunda yang sudah menunggu mereka di meja makan.


Setelah Angga dan Dian duduk mereka mulai memakan makanan mereka. setelah selesai dengan makan malam mereka bunda mengajak Dian ke ruang keluarga untuk menonton sinetron kesukaannya.

__ADS_1


"Buda suka melihat sinetron?". tanya Dian.


"iya sayang, tidak apdol rasanya kalau sebelum tidur bunda tidak melihatnya".


Saat Dian sedang asik menonton bunda bertanya padanya "Sayang kamu mau tidak tinggal di rumah ini bersama bunda selamanya".


Dian menjawab pertanyaan bunda dengan satai "Kalau aku terserah mas Angga saja bun kalau mas Angga setuju ya aku ikut saja".


Lalu bunda bertanya pada Angga yang sedang melihat ponselnya " Angga bagai mana? kamu setuju atau tidak".


Bunda menjawab dengan sangat enteng "kamu jual saja".


"Bunda ini memangnya gampang jual rumah, tapi kalau Fahmi nikah sama Rika sih tinggal jual sama dia saja pasti dia mau". ucap Angga


Lalu Dian memberi saran "bagai mana kalau mas jadikan saja Rumah kita sebagai rumah kos, tapi husus untuk perempuan bukankah di rumah kita banyak kamarnya".


Angga berpikir dan berkata "Kamu benar sayang mungkin lebih baik jika seperti itu karena rumahnya akan terawat, dan yang mengelolanya kita percayakan saja pada anak pak Budiman yang perempuan".

__ADS_1


Dian yang baru tau jika pak Budiman punya anak perempuan bertanya "Memangnya Pak Budiman punya anak perempuan?".


Angga menjawab "Ada yang paling besar dan anak- anaknya juga sudah pada dewasa jadi aman jika kita mempercayakan Rumah kita padanya".


Ibu dan Dian menyetujuinya dan sekarang sampai maut menjemput Angga dan Dian akan tinggal disana.


karena acara tv nya sudah selesai Bunda menyuruh Dian agar segera beristirahat karena sudah malam tidak baik bagi Dian yang sedang hamil muda tidur terlalu malam.


Dian menyetujuinya, dan pergi ke kamarnya bersama Angga yang terus menggandeng tangannya.


Setelah sampai di kamar, Angga bertanya pada Istrinya "Sayang apa kamu sudah mau tidur?".


"Belum mas, kayanya aku bakalan sulit tidur soalnya tadi pagi aku tidurnya agak lama, memangnya kenapa mas?".


Angga kemudian tersenyum penuh arti "Apa kamu mau cepat tidur" tanya Angga lagi.


"Memangnya ada caranya, soalnya tadi siang saat mas menyuruh aku tidur aku tidak bisa tidur walau aku sudah menggunakan berbagai macam cara".

__ADS_1


__ADS_2