
Angga menghentikan mobilnya dan dia turun membantu Dian untuk masuk kedalam mobilnya.
Setelah semua orang masuk Angga menjalankan mobilnya.
*
Setelah Rika pulang kerja dia langsung pergi menuju Rumah orangtua Angga dengan membawa sebuah kado untuk keponakannya.
Ternyata Rika sampai terlebih dahulu, Rika masuk Rumah orangtua Angga dan bergabung bersama ibu bunda dan ayah menyambut Baby R beserta ibunya datang.
Tidak berselang lama mobil Angga mulai memasuki halaman Rumah orang tua Angga, Angga turun dan membantu Dian, setelah semua sudah turun Angga menggendong Dian karena mereka harus menaiki anak tangga dan itu tidak bisa di lalui kursi roda.
Pintu di buka Pak Romli dan setelah pintu terbuka terlihat Rika, bu Mila dan kedua orangtua Angga menyambut mereka.
"soswitt banget, jadi pengen di gendong seperti itu" Ucap Rika lalu menyerahkan satu buket bunga mawar.
"Tunggu ka, kakak dudukkan dulu sahabatmu ini baru kamu berikan bunganya" ucap Angga
__ADS_1
setelah melihat dian sudah duduk Rika baru menyerahkan bunga nya dan berkata "selamat ya sekarang sudah jadi orangtua tidak terasa sekarang kamu sudah jadi ibu saja"
"Iya ka, gak nyangka aku sampai juga di titik ini, kamu juga harus cepat menyusul dan merasakan apa yang aku rasakan sekarang".
"Iya doakan saja agar aku bisa cepat menyusul mu" ucap Rika, lalu mereka melihat orang tua mereka yang berebut ingin menggendong baby R.
"Dian apa rasanya saki?".
"Pada awalnya sakit ka tapi saat melihat baby R semua rasa sakit itu berganti dengan rasa bahagia".
*
Di sinilah Rika sekarang di depan pintu kamar orangtua Fahmi, dia merasa ragu untuk masuk tapi setelah menguatkan hatinya dia masuk berharap Fahmi sedang tidak ada di sana.
"Assalamu'alikum tante ucap Rika setelah dia melihat tante Sintia yang masih terbangun.
"Wa'alaikummussalam sayang kamu apa kabar tante pikir tidak akan pernah bertemu kamu lagi ka". ucap Sintia
__ADS_1
"Kabar ku baik, Tante jangan nangis aku jadi ikutan sedih" ucap Rika dan tangan Sintia menghapus air mata Rika, "tante kenapa bisa sakit?".
Sintia tersenyum dan dia berkata "maklumlah ka sudah tua pasti sering sakit-sakitan, ka tante mau minta maaf sama kamu".
Rika diam karena merasa heran kenapa tante Sintia meminta maaf padanya, Sintia yang sadar jika Rika merasa bingung atas ucapannya langsung berkata,
"Maafkan tante karena dulu tante berpura-pura sakit agar kamu bisa tinggal di rumah tante".
"Maksud tante apa? Rika kurang mengerti tan?".
Sintia memegang tangan Rika dan berkata " Maaf karena dulu tante ingin mendekatkan mu dengan Fahmi dengan cara yang salah, sebenarnya dulu kaki tante hanya terkilir bukan patah, tante sengaja bilang jika kaki tante patah agar kamu mau tinggal di rumah tante dengan alasan membantu tante mengurus Fahmi, tadinya tante pikir kamu akan menerima Fahmi karena kamu sering bertemu Fahmi dan mengurus semua keperluan Fahmi,
Rika hanya diam mendengarkan Tante Sintia berbicara mengeluarkan beban di hatinya.
Sintia melanjutkan ucapannya setelah menjedanya,
"Cinta karena terbiasa, itulah yang menjadi dasar kesalahan tante, karena tante sangat ingin melihat Fahmi bahagia tante melakukan semua itu, dan tanpa sadar tante malah menyakiti Fahmi".
__ADS_1