Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Sah di mata Agama


__ADS_3

"Karena sarat dan rukunnya sudah terpenuhi jadi kita sudah bisa melangsungkan pernikahan" ucap penghulu


Paman Rika sudah menjabat tangan Fahmi, lalu mereka melaksanakan Ijab dan qabulnya.


kata sah sudah terdengar memenuhi ruangan tersebut


Lalu mereka mengucap syukur pada Allah atas pernikahan Fahmi dan Rika.


Rika yang berada di kamarnya menangis antara bahagia dan sedih setelah kata sah terdengar olehnya.


Ibu Mila yang menemani Rika mengajak Rika untuk keluar " ayo nak kita temui suami mu". Rika hanya mengangguk karena jika dia mengeluarkan suara air matanya akan tumpah lagi.


Bu mila membuka pintu dan semua mata tertuju pada pintu yang berdampingan dengan ruang tamu tersebut.


Bu Mila keluar terlebih dahulu lalu menuntun Rika untuk keluar dari kamarnya namun Rika tidak melangkahkan kakinya lagi dan bu Mila berkata


"Ayo sayang!".


Rika melangkah keluar dari kamar dan semua mata tertuju padanya, mereka memuji kecantikan Rika dengan riasan yang natural.

__ADS_1


Rika yang di tuntun bu Mila telah sampai di dekat Fahmi lalu Rika duduk di dekat Fahmi, dia tersenyum sangat manis walau hatinya sedang menangis.


Fahmi yang melihat Rika tersenyum ikut tersenyum walau dia tau senyuman Rika palsu karena dia sudah tau mana senyuman Rika yang tulus dan yang di paksakan.


"Neng Rika lihatlah suami mu dan nak Fahmi juga lihat istri mu" ucap penghulu.


Rika dan Fahmi saling melihat dan air mata dari sepasang suami istri baru tersebut tidak lagi tertahan, lalu penghulu menyuruh Rika mencium tangan Fahmi, lalu setelah itu penghulu menyuruh Fahmi mencium kening Rika.


Berbeda dengan Rika yang sangat tenang saat mencium tangan Fahmi, sementara Fahmi yang di suruh mencium kening Rika sangat tegang dan jantungnya berdegup sangat kencang.


Fahmi mencium kening Rika dan meneteskan air mata bahagia di sana dan dia berdoa saat mencium kening Rika.


semua orang yang berada di sana memberikan selamat pada Rika dan Fahmi lalu mereka di arahkan untuk menikmati makanan yang sudah tersaji di halaman.


Mereka semua meninggalkan Rika Dan Fahmi, mereka sengaja meninggalkan mereka agar Fahmi dan Rika bisa berbicara.


Sudah hampir 20 menit mereka saling diam sampai Fahmi memecah keheningan di antara mereka.


"Ka maaf aku hanya memberikan mu mahar satu cincin berlian saja karena pernikahan kita sangat mendadak" lalu Fahmi mengambil cincin tersebut.

__ADS_1


"Ka maaf bolehkah aku memasangkannya" tanya Fahmi dan Rika hanya mengangguk.


"Kamu tau aku membeli cincin ini saat pergi kesebuah pusat perbelanjaan aku tidak sengaja melihatnya dan saat aku melihatnya aku terbayang wajah mu" ucap Fahmi sambil memasangkan cincin di jari Rika "semoga kamu menyukainya".


Rika yang tadinya sangat sedih tiba-tiba saja dia tersenyum saat Fahmi menceritakan asal usul cincin tersebut dan Rika berkata "Terimakasih pak".


"Ko pak" ucap Sintia yang masuk kedalam Rumah karena telah selesai mengisi perutnya dan membawakan makanan untuk mereka berdua.


"Makanlah pasti kalian sudah sangat lapar" ucap mamah Sintia.


Rika yang baru sadar jika Sintia ada di rumahnya bertanya "Tante kapan kesini dan bukankah Tante sedang sakit?".


Sintia tersenyum dan berkata "panggil mamah sayang jangan tante".


"iya mah" jawab Rika.


"Mamah sudah sembuh karena mendengar kalian akan menikah". ucap mamah Sintia


"Sudah jangan kalian pikirkan dan sebaiknya kalian cepat makan mamah tidak mau anak dan menantu mamah jatuh sakit karena tidak makan.

__ADS_1


__ADS_2