Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Memandang Fahmi sampai puas


__ADS_3

Setelah itu Rika langsung mengambil kunci mobilnya, dia turun kebawah dan langsung menuju parkiran lalu Rika menjalankan mobilnya.


Rika sampai di halaman Rumah sakit, Rika mengirim sebuah pesan pada Fahmi jika dia sudah berada di Rumah sakit, dan Fahmi membalas pesannya.


"Tunggu di sana aku segera ke sana".


Rika menunggu di dalam mobil sambil memainkan ponselnya. tok tok tok suara kaca mobil di ketuk, Rika melihat kaca yang di ketuk dan tersenyum sat melihat siapa yang mengetuk kaca mobilnya


"Bolehkah jika aku berharap bisa memiliki mu" ucap Rika sambil terus menatap Fahmi dari dalam mobilnya.


Fahmi diam saat dia tau jika Rika sedang memandangnya walau tidak jelas tapi Fahmi sangat yakin jika Rika sedang memandangnya itulah sebabnya Fahmi tidak terus mengngetuk kaca mobil Rika.


Setelah merasa puas memandang Fahmi Rika memasang headset di telinganya lalu membuka pintu mobilnya dan dia berkata "maaf tadi aku tidak mendengar anda, karena sedang mendengarkan musik" ucap Rika sambil menunjukan headsetnya.


"Ya tidak masalah" ucap Fahmi


"Aku lebih suka jika dia marah pada ku seperti yang sering dia lakukan dulu" ucap Rika dalam hati sambil melihat Fahmi.

__ADS_1


sementara Fahmi yang di tatap rika membiarkan Rika memandangnya karena dia juga melakukan hal yang sama dan tatapan merekapun beradu, Rika langsung menundukkan kepalanya karena malu sementara Fahmi masih tetap memandang Rika dan berkata "kamu semakin cantik jika kamu seperti ini" ucap Fahmi dalam hati,


"Ini" ucap Fahmi sambil menyodorkan berkas yang terbawa olehnya,


Rika mengambilnya tanpa bersuara karena merasa malu.


"Apa kamu ingin menjenguk orangtua ku dulu pasti dia sangat senang karena bisa melihat mu lagi" ucap Fahmi yang sudah tidak memanggil Rika dengan kata nona.


"Memangnya siapa yang sakit pak?" tanya Rika


"mamah ka, penyakitnya kambuh lagi"


"Iya tapi tidak tau belakangan ini dia sering sakit-sakitan mungkin faktor umur" jawab Fahmi


Rika melihat jam di tangannya " pak maaf bukan aku tidak mau melihat tante Sintia tapi jam istirahat ku hampir habis, dan sepertinya aku harus kembali ke kantor mungkin kapan-kapan aku menjenguknya.


"Yasudah aku juga tidak akan memaksa" ucap Fahmi

__ADS_1


"Iya terimakasih pak, kalau begitu saya permisi" ucap Rika lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan Fahmi.


Fahmi yang melihat Rika pergi berkata "aku harus memulainya dari mana ka, aku ingin memiliki mu tapi aku tidak tau harus memulainya dari mana, walau aku sekarang yakin jika kamu juga menyukai ku, tapi entah mengapa aku takut jika keyakinan ku itu salah".


Sementara Rika di dalam mobil sedang berpikir " apa sebaiknya aku menjenguk tante Sintia setelah pulang kerja, eh tapi Dian mau pulang masa iya aku tidak menyambutnya".


*


Matahari sudah berada di arah barat tanda sebentar lagi hari akan berganti malam dan di sebuah rumah sakit Angga dan dian di temani orang tua Dian bersiap untuk pulang karena Dian sudah di perbolehkan pulang.


"Ayo sayang kita pulang", ucap Angga


Dian mengangguk tanda menyetujui ajakan suaminya.


Angga membantu Dian turun, dengan menggendongnya, awalnya Dian tidak mau tapi karena masih merasa sakit di daerah intinya jadi Dian mengijinkan suaminya untuk menggendongnya,


Angga mendudukkan Dian di kursi roda, setelah semuanya siap Angga mengajak ibu Siti yang sedang menggendong baby R dan tidak lupa juga mengajak pak Romli untuk pulang

__ADS_1


Mereka sudah berada di teras Rumah sakit, Pak Romli mengambil alih Dian karena Angga akan mengambil mobilnya yang berada di parkiran.


__ADS_2