Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Di hukum mamah


__ADS_3

Fahmi terus tertawa, tanpa iya sadari mamahnya sudah siap melemparinya dengan bantal.


Sebuah bantal mendarat sempurna di wajah Fahmi.


Fahmi pun melihat mamahnya dan berkata " kenapa mamah menimpuk ku?". tanya Fahmi


"Karena kamu tidak punya hati, kenapa kamu menertawakannya".


"Karena Dia seperti habis jatuh ke dalam got".


"Kamu", geram mamah Sintia. "mamah hukum kamu mebelikan baju untuk Rika".


"Itu mah kecil mah".


"Oh iya beserta ********** kamu sendiri yang harus membelinya, jangan lupa sabun, shampo dan handuknya juga".


"Mamah kalau dalaman aku tidak mau, biarkan saja dia memakai dalaman yang masih dia pakai".


"Itu tidak nyaman Fahmi, cepat sana itu hukuman karena kamu sudah menertawakan Rika".


"Rika tersenyum penuh kemenangan, ternyata tante Sintia lebih membelanya dari pada anak kandungnya sendiri.


Fahmi pergi untuk membeli semua yang di minta mamahnya, semua sudah beres tinggal 2 benda yang belum dia beli.


Dengan rasa yang campur aduk, Fahmi masuk ketoko yang husus memjual dalaman perempuan, Fahmi baru masuk dan pelayan tersebut menanyakan apa yang Fahmi butuhkan. karena Fahmi hanya diam pelayanpun bertanya lagi

__ADS_1


"Apa mas mencari pakayan seperti itu" tunjuk pelayan pada sebuah pakayan wanita yang sangat tipis.


"Mungkin jika aku sudah menikah aku akan membutuhkannya, aku harus membalinya, tapi apa tidak apa apa kalau aku membelinya sekarang". ucap Fahmi dalam hati


"Mbak saya ambil satu dari setiap model baju itu, kalau warna terserah emba".


"Baik mas, mas apa tidak sekalian dengan dalaman yang lainnya" ucap pelayan sambil menunjuk pada barang yang di cari Fahmi.


"Iya, boleh",


" Kalau boleh tau ukurannya berapa?".


" sebentar bak, saya tanya dulu".


"Berikan ponselmu pada pelayan biar aku yang berbicara padanya".


"bak, ini suami saya mau berbicara" ucap Fahmi sambil menyodorkan ponselnya, setelah selesai berbicara pelanyanpun mengembalikan ponsel Fahmi, dan pelayanpun langsung mengambilkan pesanan Rika.


"Emba, aku beli yang ini juga dengan 5warna yang berbeda".


Pelayan pun mengambilnya tanpa bertanya ukurannya lagi.


" Tolong yang ini dan baju yang tadi di pisah tempatnya"


" Baik mas".

__ADS_1


Fahmipun kembali ke rumah sakit, dengan membawa semua belanjaan nya, Fahmi pun menyerahkannya pada Rika,


"Ini!! cepat mandi sana!".


Saat Rika akan mengambil baju, iya terkejut melihat isi belanjaan Fahmi.


Rika langsung menelpon Fahmi dan berkata "hey apa kau sudah gila memberiku pakayan kurang bahan seperti ini?".


"Aduh maaf ka sepertinya tertukar tadi di toko, bisa kamu rapihkan kembali agar aku bisa mengembalikannya".


Rika pun mengeluarkan belanjaan Fahmi, dari kamar mandi, "Aku mohon cepatlah".


"Iya bawel". Fahmi pun menukarkan belanjaannya dengan yang ada di mobil, " Untung dia percaya kalau tidak habis aku di jadikan bahan candaannya.


Fahmi pun masuk keruangan mamahnya, lalu dia mengetuk pintu kamar mandi dengan keras, karena pintu tidak di kunci alhasil pintu terbuka lebar dan memperlihatkan Tubuh Rika yang tidak menggunakan apapun, Fahmi menelan ludahnya dan langsung menutup pintu,


"untung dia sedang menghadap belakang" batin Fahmi.


" Nak apa yang kamu lihat?".


" Bukan apa-apa bu", Tidak mungkin bukan jika dia mengatakan bahwa melihat Rika tanpa busana.


"Rika kenapa kau sangat ceroboh, jika seperti ini aku benar benar tidak akan bisa tidur nyenyak lagi".


"Dan bagai mana aku bisa menghilangkan ingatan ku yang ini", Fahmi pun teringat kembali, "tubuh mu sangat indah Rika", ucap Fahmi dalam hati sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2