Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Hanya mas yang bisa


__ADS_3

"Tentu saja ada dan hanya mas yang bisa melakukannya pada mu".


Dian mengerutkan keningnya karena tidak mengerti dengan yang di maksud suaminya "maksud mas apa aku kurang mengerti".


Bukannya menjawab Dian, Angga malah menyuruh Dian duduk di pangkuannya "sini sayang duduk di sini" ucap Angga sambil menepuk pahanya.


Dian menurutinya karena Dian sudah tau apa yang sedang di pikirkan suaminya Dian pun duduk tapi dengan menghadap suaminya, Angga yang kaget berkata "kok posisinya seperti ini ".


"Aku ingin saja mas, biar aku bisa melihat dengan sangat dekat ciptaan Allah yang sempurna ini" ucap Dian sambil mengelus wajah Angga.


Angga kaget karena tidak biasanya Dian seperti itu, setelah Angga mendengarkan ucapan Dian Angga langsung bertanya pada Dian "Sayang apa kamu baik baik saja" ucap Angga sambil memeriksa kening Dian.


Dian melepaskan tangan Angga dari keningnya dan berkata "mas ini aku tidak sakit" ucap Dian.


"Terus kamu kenapa" tanya Angga berpura-pura tidak mengerti dengan yang dilakukan Dian


Dian mengedipkan matanya, Angga yang melihat Dian mengedipkan matanya berkata "Sebenarnya kamu kenapa sayang?" tanya Angga lagi.

__ADS_1


Dian yang kesal turun dari pangkuan Angga dan berucap dalam hati "mas Angga ini pura pura tidak mengerti atau memang tidak mengerti beneran".


Dian pergi mengambil air yang selalu ada di atas nakas, Dian meminum satu gelas air sampai habis, berharap air yang di minumnya bisa menghilangkan rasa dongkol di dadanya.


Setelah selesai minum Dian langsung berbaring dan menutupi dirinya dengan selimut, Dian kesal dan juga malu tentunya.


Angga tersenyum melihat tingkah istrinya dan dia berkata dalam hati " Maaf bukan mas tidak tau maksud mu tapi sekarang mas harus membereskan pekerjaan mas dulu nanti jika mas sudah selesai mas akan memenuhi keinginan mu sayang".


Angga melangkah ke atas sopa dan memeriksa Email yang tadi sempat iya baca.


Dian mengintip dari balik selimut "Ih menyebalkan giliran aku saja yang ingin eh malah di cuekin, beda kalau dia yang mau, mau tidak mau aku harus mau", Dian yang kesal menggigit ujung bantal melampiaskan kekesalannya.


Angga melihat pergerakan istrinya dan tersenyum lalu dia berkata Dalam hati "sungguh ini sangat lucu".


Dian membuka selimutnya, turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah balkon kamarnya, Angga yang melihatnya bertanya "Sayang kamu mau ngapain?".


Dian tidak menjawab Angga dia terus berjalan,

__ADS_1


"Sayang ko tidak di jawab" tanya Angga lagi


Dian menjawab dengan ketus " mau lihat bintang".


"Oh yasudah kalau mau ke balkon kamu pakai jaket, di sana pasti Dingin" ucap Angga.


"Ih kenapa dia jadi menyebalkan seperti ini, perasaan kemari kemarin dia tidak seperti ini". Dian ingin menghentakkan kakinya tapi dia urungkan niatnya itu karena dia ingat jika dia sedang mengandung.


Dian pun membuka jendela pembatas balkon dan kamarnya, Dian menikmati udara di balkon kamarnya, setelah beberapa menit berada disana Dian mulai merasa kedinginan.


Angga yang sudah selesai dengan pekerjaannya melihat Dian yang sudah mulai kedinginan.


Angga mengambil jaketnya lalu berjalan menuju balkon kamarnya.


Dian yang sedang melamun tidak menyadari jika Angga sudah berada di belakangnya, Angga langsung memakaikan jaket di tubuh Dian, dan berkata maaf bukan mas tidak mengerti keinginan mu tapi mas masih ada pekerjaan yang harus mas selesaikan malam ini juga.


Dian membalikkan tubuhnya dan menatap Angga.

__ADS_1


lalu Angga berkata "Apa boleh kita memulainya sekarang" ucap Angga sambil memegang dagu Dian lalu Dian menganggukkan kepalanya.


__ADS_2