Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Pesta


__ADS_3

Setelah selesai mengganti gaunnya Rika membuka pintu dan keluar menemui Fahmi dan Fahmi berkata.


" Tuhkan kamu lebih cantik jika memakai gaun yang ini".


"terimakasih" Ucap Rika, lalu Rika membalikkan badannya untuk masuk ke kamarnya untuk mengganti gaunnya kembali


"Astagfirullah", ucap Fahmi kaget dan langsung menutupi bagian tubuh Rika yang terbuka dengan jas yang dia pegang dan berkata lagi "benar kata mu ini tidak pantas kau pakai, cepat ganti lagi aku tunggu di bawah".


Rika pun mengganti gaunnya lagi dan langsung turun, dan merekapun berangkat karena orang tua Fahmi pun sudah ada.


Fahmi dan Rika berada di dalam mobil yang sama, sementara orang tua Fahmi memakai mobil yang lain.


Selama perjalanan hanya keheningan yang tercipta di antara Rika dan Fahmi, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Fahmi memikirkan Rika yang memakai gaun yang tidak ada bagian punggungnya, " Ya Tuhan kenapa aku selalu seperti ini jika melihat tubuh Rika yang tidak biasa ku lihat, padahal di luar sana banyak wanita yang memakai pakayan yang lebih terbuka dari punya Rika, aku benar benar tidak mengerti dengan otak dan jantung ku.


Rikapun memikirkan gaun yang sama yang tidak jadi dia pakai, Tika terus bertanya pada dirinya akan dia apakan gaun itu, dan Rika juga berpikir tentang harga gaun tersebut.


" Jika saja gaun itu bisa di kembalikan".


"Tunggu bukankah butik itu milik tante Sintia, itu berarti aku bisa mengembalikannya karena aku belum memakainya di tempat umum, Anggap saja aku hanya mencobanya".


"Fahmi?".


"Apa?".

__ADS_1


"Apa boleh jika gaun yang tadi di kembalikan ke butik".


"Kenapa harus di kembalikan". tanya Fahmi.


" Karena aku tidak mungkin memakainya, jika bisa lumayankan jika ada yang membelinya".


"Mungkin bisa, tapi tidak perlu di kembalikan, gaun itu kamu simpan saja siapa tau kelak kamu bisa memakainya dihadapan suami mu" ucap Fahmi.


Fahmi berkata lagi namun dalam hati " dan semoga kelak aku yang melihat mu memakai gaun itu lagi".


Merekapun sampai di tempat pesta.


"Fahmi aku lupa bertanya sebenarnya pesta apa ini?"


"Oh" jawab Rika.


Merekapun turun dari mobil, tapi tidak berjalan berdampingan.


"Fahmi apa boleh aku ke sana". ucap Rika sambil menatap tempat yang dia tuju.


" Boleh, memangnya disini ada orang yang kamu kenal".


"Banyak, di sana teman sekolah ku dulu, dan di arah jam satu, itu mantan mu bukan".


Fahmi menelan ludahnya karena Rika berkata ada mantannya di pesta ini. dan Rika berkata lagi.

__ADS_1


"Sepertinya dia sudah melihat mu bersiap-siaplah karena dia menuju kemari, semangat Fahmi", ucap Rika tersenyum.


Fahmi melihat kearah yang di tunjukan Rika dan betapa kagetnya dia saat melihat mantannya itu.


"Sial kenapa harus dia, bukankah masih banyak mantan ku yang masih waras",


Fahmi berkata seperti itu karena mantannya yang satu ini sedikit terobsesi padanya.


Fahmi bermaksud meminta bantuan Rika tapi Rika sudah pergi menemui teman-temannya.


Saat Fahmi akan menyusul Rika tiba-tiba saja tangannya sudah di pegang Embun.


"Aduh aku harus apa?" batin Fahmi. Fahmi menoleh dan melihat Embun lalu dia berkata.


"hai apa kabar". ucap Fahmi basa basi


"aku baik, jika kamu bagai mana?".


" Aku juga baik".


"aku dengar kamu ditinggal nikah sama tunangan mu".


Fahmi hanya tersenyum malas.


"Dan katanya kamu sekarang masih sendiri?", tanya Embun sambil memeluk dan menggelayut di tangan Fahmi.

__ADS_1


__ADS_2