
"Terimakasih mas" ucap Rika setelah Fahmi menurunkannya.
"Sama-sama, cepatlah mandi". lalu Fahmi menutup pintu kamar mandi dan dia mengambil handuknya untuk mandi di kamar mandi yang berada di dekat dapur.
Fahmi keluar kamar lalu menuju dapur dan dia tidak sengaja melihat sebuah surat dia atas meja makan dan isi suratnya adalah
"ka, ini sarapan untuk kalian maaf ibu tidak bisa menunggu mu untuk sarapan bersama".
Setelah Fahmi melihat surat dari bu Mila dia langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai dia keluar lalu membawa sarapan mereka ke dalam kamar.
"Dia masih di kamar mandi, sebaiknya aku mempersiapkan pakayannya".
Pintu terbuka dan Rika keluar dengan handuk mininya
"Ku mohon jangan tergoda dengan ini" ucap Rika karena dia melihat Fahmi yang tidak berkedip saat melihatnya keluar dari kamar mandi.
"Aku sangat tergoda sayang tapi aku tidak akan memintanya sekarang".
"Syukurlah".
"Cepat pakai ini sebelum mas berubah pikiran"
Rika mengambilnya dan langsung berjalan dengan langkah yang sedikit aneh.
Setelah selesai berdandan Rika berkata "Ayo mas kita berangkat".
"Ini sarapannya tidak kamu makan dulu?".
__ADS_1
"Sini"ucap Rika mengambil sarapannya dan membawanya ke dapur lalu menyalinnya pada kotak bekal yang sering dia bawa.
"Ayo mas kita berangkat" ajak Rika sambil berjalan keluar rumah, lalu Fahmi menyusul Rika dan mengunci pintu rumah ibu Mila.
Mereka sudah masuk mobil dan Fahmi sudah bersiap untuk menjalankan mobilnya, saat di jalan Rika membuka kotak bekalnya dan menyendok makanan yang dia bawa.
"Mas buka mulutnya?"
"untuk apa?" ucap Fahmi sambil melihat Rika
"ini" ucap Rika sambil menyodorkan sendok yang berisi makanan dan Fahmi membuka mulutnya.
Ada rasa haru yang Fahmi rasakan saat Rika menyuapinya. "aku sangat bahagia". ucapnya dalam hati.
Setelah menyuapi Fahmi, Rika juga memakan makanan yang dia bawa.
"Alhamdulillah semuanya habis". ucap Rika
"Terimakasih sayang".
"Sama-sama".
Mobil Fahmi berhenti di halaman kantor Rika dan Rika langsung turun sementara Fahmi memarkirkan mobilnya telebih dahulu sebelum dia menyusul Rika karena dia memiliki sedikit urusan dengan Angga.
Rika sampai di meja kerjanya dan terlihat Angga menghampirinya.
"Ka kenapa kamu sangat terlambat untung pertemuannya di undur oleh pihak mereka, jika tidak aku tidak tau akan seperti apa kerja sama kita kedepannya".
"Siapa suruh kakak menikahkan ku secara mendadak ya beginilah akhirnya, untung aku kuat jika tidak mungkin aku tidak akan berada di sini".
__ADS_1
"Memangnya apa yang dia lakukan pada mu?".
"Mungkin sama seperti yang kakak lakukan pada Dian".
"Ha ha ha, kakak pikir kalian belum melakukannya mengingat sikap kalian tadi kemarin pagi".
"Kucing di kasih ikan ya mana tahan" ucap Fahmi yang baru datang.
"Ada apa kamu kemari ?" tanya Angga
"Ada perlu sama kamu lah".
"Oh baiklah ayo kita bicara di ruangan ku".
Rika melihat mereka pergi dan berkata dalam hati "sahabat yang tidak akan terpisahkan" lalu Rika melanjutkan pekerjaannya lagi.
*
"Angga aku ingin bertanya kenapa kamu kepikiran untuk menikahkan kami dengan cara seperti itu?".
"Aku pikir ada apa" ucap Angga lalu dia berkata lagi
"Ya habis kamu lelet jika tidak seperti itu mungkin sampai taun depan juga kamu belum akan menikahi Rika".
"Ha ha ha tapi terimakasih berkat kamu aku sudah menikah dengan Rika".
"Iya sama-sama, jaga dia dengan baik seperti orangtuanya menjaga Rika".
"Itu pasti".
__ADS_1