
"Ayah pikir jika kamu sudah menikah kamu tidak akan mencium bunda mu lagi" ucap Ayah Angga kesal.
Bunda mengusap tangan suaminya agar dia tidak lagi kesal.
Angga tersenyum dan berkata " kalau kemarin Angga masih malu sama Dian jika Angga mencium bunda nah kalau sekarang sudah tidak", Angga langsung mencium pipi istrinya karena gemas melihat ekspresi istrinya yang melihatnya dengan tatapan yang berbeda.
"kak jangan asal cium, apa lagi di depan adik mu yang jomblo ini" ucap Rika merasa sedih.
"Siapa suruh kamu milih jadi jomblo, ada cowo ganteng, baik, kaya dan suka sama kamu eh malah kamu tolak".
"Kakak" teriak Rika "Jangan bahas dia lagi".
"Kamu yang salah ko malah nyalahin kakak", "iyakan sayang" ucap Angga melihat Dian karena Dian mencubitnya.
"Memangnya siapa yang menyukai keponakan ku yang cantik ini". tanya ayah sambil menggoda Rika.
"Itu sahabat Angga yah". ucap Angga
"Fahmi maksud kamu". Angga mengangukkan kepalanya.
Dian melihat Angga dan berkata "maksud mas"
__ADS_1
lalu Angga berbisik di telinga Dian "Nanti mas jelaskan di kamar".
Sementara ayah dan bunda Angga kaget karena Rika menolak Fahmi. "Wah ka kalau bunda yang jadi kamu bunda bakalan terima langsung, tidak akan bunda sia-siakan kesempatan langka seperti itu".
Sedangkan Rika dan Dian saling bertatapan saat mendengar bunda berbicara, mereka sama-sama berkata "Meraka tidak tau saja kekurangannya apa" mereka berbicara namun hanya dalam hati mereka masing-masing.
"Sudah jangan bahas Fahmi lagi sekarang kita makan siang dulu ini sudah waktunya". ucap Ibu Mila yang baru bergabung karena baru selesai menata makanannya, sementara tadi Rika dan Dian menghampiri Angga dan orangtuanya setelah selesai membantu ibu Mila.
Mereka berdiri dan langsung melangkah keruang makan, mereka duduk dan langsung memakan makanan yang sudah tersaji.
Setelah selesai makan Angga bertanya pada Ayahnya "Ayah apa boleh jika Angga mengajak Rika bekerja sebagai sekertaris Angga?".
"Tentu saja boleh jika Rika mau?".
"Kalian ini ada-ada saja, bukankah kalian tau jika ijasah ku cuman tamatan SMA". ucap Rika
"Siapa suruh kamu menolak kuliah saat kami menyuruh mu berkuliah dulu", ucap bunda
"Maaf bun, dulu pemikiran Rika masih sempit" ucap Rika membela diri.
"Sudah jangan bahas itu terus, karena kamu kerjanya di perusahaan ayah jadi kamu bisa bekerja di sana, ayah percaya dengan kemampuan mu ka, walau kamu harus banyak belajar".
__ADS_1
"Terima kasih ayah".
"Sama-sama, Oh iya sepertinya kami harus pamit sekarang karena ada keperluan yang lain".
"Aku kira kalian akan menginap di sini", ucap Ibu Mila.
"tadinya kami memang akan menginap di sini, tapi karena ada keperluan mendadak jadi tidak jadi".
"Ya sudah jika seperti itu".
Ayah dan bunda Anggapun pamit dan langsung pergi.
Angga juga pamit keluar untuk melihat rumahnya.
Setelah orangtua Angga dan Angga pergi Dian menatap Rika dan berkata " Apa tidak ada yang ingin kamu sampaikan pada ku".
Rika tersenyum dan berkata "Ada banyak tapi biar lah kak Angga yang menyampaikannya".
Dian cemberut lalu menghampiri Bu Mila, dan berkata
" Apa bibi juga tau kalau mas Angga dan mas Fahmi berteman?".
__ADS_1
Ibu Mila hanya tersenyum. dia tidak mau menjawab pertanyaan Dian karena takut salah bicara.