
"Lepaskan tangan ku" ucap Fahmi sambil menyingkirkan tangan Embun.
Tangannya terlepas dari tangan Embun, namun Embun tidak mau kalah dia langsung mengambil tangan Fahmi kembali. Fahmi terus berusaha agar Embun tidak menggandeng tangannya lagi, tapi usahanya selalu gagal, dan akhirnya Fahmi menyerah.
Rika yang sedikit banyak tau tentang kisah Fahmi dan Embun, membiarkannya saja itung-itung hiburan, jarang-jarang dia melihat Fahmi seperti itu.
"Hey ka kenapa kamu senyum senyum saat melihat laki-laki itu" tanya salah satu teman Rika.
"Aku suka melihatnya menderita, coba kalian lihat si cewe kekeh banget pengen gandengan tapi yamg cowo tidak mau" ucap Rika tertawa.
"Ka bukannya yang cowo tadi datang barengan sama kamu, malah aku kira dia pacar baru kamu?".
" Bukan dia bukan pacar ku, tapi majikan ku".
Sontak saja ucapan Rika membuat teman-temannya kaget.
"Ah, kamu bercanda kali Ka" ucap teman Rika yang ke3 .
"aku tidak berbohong, kalau bukan pembantu apa namanya, orang di suruh ngambil minum terus nurut, di suruh ngambil makan aku juga nurut".
"Itu mah bukan jadi pembantu tapi lebih tepatnya asisten pribadi", ucap Teman Rika yang ke2
"Ya tetep saja namanya pembantu".
__ADS_1
"Terserah kamu, apa dia juga menyuruh mu mempersiapkan pakayannya" ucap teman Rika yang ke2 lagi.
"Oh jika itu untungnya tidak, tapi tunggu apa asisten pribadi melakukannya?" tanya Rika.
"Iya biasanya seperti itu, memangnya kenapa?".
"Oh tidak apa-apa aku hanya bertanya saja".
Tidak berselang lama tante Sintia. menghampirinya,
"Nak kemana Fahmi?"
"Itu tante. di sebelah sana". tunjuk Rika.
"Nak bisa kamu panggilkan dia dan menolongnya!".
"Bisa tante", ucap Rika.
lalu Rika berkata pada semua yang ada di sana untuk tidak mempercayai apa yang akan mereka lihat nanti.
Rika pun menghampiri Fahmi dan Rika berkata dengan sangat lembut dan manja.
"Sayang kamu kemana saja" ucap Rika sambil menatap Fahmi, "aku cape nyari kamu tau, eh tunggu kamu siapa?". tanya Rika pada Embun.
__ADS_1
Embun bukannya menjawab dan melepaskan Fahmi malah balik bertanya hal yang sama pada Rika, mungkin karena dia yakin jika Fahmi masih sendiri.
Krena Embun sangat yakin bahwa Fahmi masih sendiri jadi dia kekeh tidak mempercayai jika Rika adalah pacar Fahmi.
Fahmi merasa senang andai saja jika yang dia lihat dan dia dengar hari ini adalah kenyataan bukan sandiwara semata.
Karena Rika merasa sudah muak menghadapi Embun yang terus kekeh berkata bahwa Rika hanya berbohong agar dia melepaskan Fahmi, Tiba tiba saja Rika melakukan hal yang tidak Fahmi perkirakan.
Cup.. Rika langsung mencium Fahmi tanpa aba-aba dan dengan sendirinya Embun melepaskan Fahmi, setelah Rika melihat Embun melepaskan tangannya Rikapun melepaskan ciumannya.
Fahmi kaget tentu, dia tidak menyangka jika Rika akan menciumnya di depan umum walau tadi Rika menggunakan dua jarinya untuk menjadi membatas bibirnya dan bibir Fahmi bertemu.
Setelah Embun pergi Rika berkata "ayo tante dan om, sudah menunggu kita".
merekapun berjalan bergandengan tangan seperti sepasang kekasih pada umumnya, dan itu tidak terlepas dari tatapan orang tua Fahmi dan teman-temannya.
Mereka sampai di hadapan Sintia, dan Sintia merasa senang melihat apa yang di lakukan Rika walau dia tau Rika hanya bersandiwara, tapi hati kecilnya berkata tidak mungkin seorang Wanita mencium seorang laki-laki di tempat umum jika tidak ada rasa di dalam hatinya.
"Yasudah ayo" ucap Sintia pada Rika dan Fahmi.
"baik tante", jawab Rika.
Sebelum Rika pergi teman temannya berkata, "akting mu sangat bagus Ka".
__ADS_1
Rika tersenyum lalu pamit pada mereka.