
Fahmi datang, Rika yang melihat Fahmi langsung berdiri dan membiarkan Fahmi menghampiri orangtuanya.
Rika terus menarik napasnya dalam-Dalam, Agar bisa lebih tenang, tapi itu tidak berhasil Rika menggigil dan keringat pun sudah membanjiri tubuhnya hanya air mata saja yang masih bisa ia tahan.
Dengan suara yang serak dan bergetar Rika berkata
" Maaf aku yang menabrak tante Sintia" dan air matanyapun jatuh sudah tidak bisa lagi dia tahan.
"Maaf kan aku aku tidak sengaja, kau boleh memarahi ku sepuas hati mu, kau boleh mencaci dan memaki ku sesuka mu tapi aku mohon maafkan aku, kau juga boleh melaporkan ku ke polisi, pokonya terserah kamu yang penting kamu mau memaafkan aku" ucap Rika sambil berjongkok dan memeluk kakinya.
Fahmi marah tentu tapi dia masih bisa menguasai amarahnya, setelah Fahmi mendengarkan ucapan Rika Fahmi pun berbalik dan alangkah terkejutnya dia saat melihat kondisi Rika saat itu.
Tanpa aba-aba Fahmi langsung memeluk Rika berharap bisa menenangkannya, Fahmi pun berkata.
"Maaf aku menakuti mu lagi, maaf aku lupa, maafkan aku".
Rika tidak merespon hanya tangisan yang keluar dari mulutnya. Fahmi mengeratkan pelukannya dan berkata lagi, "Aku memaafkan mu, aku tidak akan memarahi mu lagi aku janji dan aku tidak akan melaporkan mu ke Polisi.
Sintia yang melihat Fahmi dan Rika pun ikut menangis.
Dia tidak menyangka jika perbuatannya membuat trauma Rika kambuh. Sintia pun memejamkan matanya lagi, mau berhenti juga percuma sudah terlambat.
"Terima kasih" ucap Rika.
"Sama-sama, apa kamu sudah lebih baik?".
__ADS_1
"Alhamdulillah sudah". ucap Rika sambil terus mengatur napasnya.
"Wah berarti pelukan ku manjur juga" ucap Fahmi menggoda Rika.
"dasar kau ini, kata maafmu yang membuat ku tenang".
"Apa kamu yakin bukan pelukan ku", ucap Fahmi sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"jadi sekarang apa aku boleh mendapatkan kata maaf dari mu".
Rika menganggukan kepalanya.
"Alhamdulillah malam ini aku bisa tidur nyenyak".
"Hey sepertinya tidak, lihat mamah mu masih belum sadarkan diri".
"semoga saja".
"Sudah ayo bangun!".
Fahmi membantu Rika untuk bangun, saat Fahmi membantu Rika dia tidak sengaja melihat mamah Sintia yang membuka mata dan itu membuat kuda kudanya tidak kuat, alhasil saat Rika bertumpu pada tangan Fahmi mereka terjatuh dan Rika berada di atas tubuh Fahmi.
Mata mereka bertemu dan saling pandang, dan jantung merekapun berdegup dengan kencang.
"hem hem" Rika dan Fahmi langsung melihat Sintia karena deheman itu berasal dari sana..
__ADS_1
Sintia pun berkata "mau sampai kapan kalian seperti itu?".
Rika langsung berdiri dan di susul Fahmi.
"Tante sudah sadar. syukurlah".
"Rika kenapa kamu di sini, apa kalian berpacaran?".
"Mamah ini baru juga membuka mata bicaranya sudah kemana-mana". ucap Fahmi.
"Terus jika kalian tidak berpacaran kenapa Rika ada di sini".
Rika memegang tangan Fahmi, dengan kuat, Fahmi membiarkannya karena entah kenapa rasanya seperti banyak kupu-kupu berterbangan di hatinya. Lalu Rika berkata.
"Aku yang menabrak tante" .
"Oh,"
Rika merasa bingung karena tante Sintia tidak marah padanya dan hanya berkata oh saja"
"Apa tante tidak marah pada ku?".
"Tante marah karena apa?".
"karena aku menabrak tante?",
__ADS_1
"Tante akan marah jika kamu melarikan diri atau sengaja ingin menabrak tante, nah buktinya kamu tidak melarikan diri, malah kondisi mu yang lebih memperihatinkan di banding tante".
Karena mendengar ucapan mamahnya Fahmi langsung melihat Rika, dan dia langsung tertawa.