Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Malam pertama


__ADS_3

"Aku juga membelakanginya, aku melihat Rika seperti itu saat aku membalikan tubuh ku karena Rika tidak menjawab pertanyaan ku".


"Kasihan sekali Rika, mamah tidak menyangka jika dia mempunyai luka sikis seperti itu padahal dia sangat ceria, kamu harus mendapatkan maafnya!".


"Iya mah, mah aku tadi mencari mamah ingin bertanya siapa yang menolong ku saat kecelakaan".


"Rika yang menolong mu dan dia juga yang mendonorkan darahnya untuk mu, karena waktu itu setok darah yang kamu butuhkan kosong dan kebetulan golongan darah Rika sama seperti mu".


Deg.."Mamah tau dari mana?".


"Dari Angga, dia menceritakan semuanya pada mamah".


*


Sementara Dian dan Angga sedang berada di kamar pengantin, mereka benar-benar merasa canggung, mereka duduk berjauhan, mereka hanya diam tidak ada yang bersuara, satu jam berlalu Angga yang sudah mengantuk akhirnya angkat bicara.


"Kemarilah? duduk di sebelah mas!".


Dian pun menuruti perintah Angga, saat dia ingin duduk Angga langsung menarik tubuh Dian keatas pangkuan nya, Dian kaget dan jantungnya berdegup dengan keras begitu juga dengan Angga dia merasakan sensasi yang aneh menurutnya tapi itu menyenangkan dan membuat juniornya bangun.


"Apa kamu tidak keberatan jika duduknya seperti ini?".


"Tidak mas", jawab Dian.


"Apa boleh mas memeluk mu sayang?"

__ADS_1


"Boleh".


Angga pun memeluk Dian dari belakang, tanpa sengaja Angga menyentuh sesuatu yang terasa kenyal. Angga sangat menikmati pelukan nya terasa hangat dan menenangkan.


"Oh pantas saja Fahmi sering bilang jika sudah merasakannya, akan sangat sulit untuk tidak melakukannya lagi" ucap Angga dalam hati.


Tapi dia merasa penasaran dengan benda kenyal yang tadi tidak sengaja dia sentuh, Angga pun meminta ijin lagi pada Dian dan terus meminta ijin saat akan melakukan sesuatu pada Dian dan pada akhirnya Dian sudah menjadi Istri sesungguhnya.


"Terima kasih sayang" ucap Angga.


"Sama-sama mas".


Merekapun terlelap dalam mimpi mereka masing-masing, Keesokan paginya Dian yang sudah tidak kuat ingin ke kamar mandi langsung berdiri namun saat Dian akan melangkah Dian meringis kesakitan karena area intinya terasa sakit, Angga yang sudah bangun pun meng hampiri Dian,


"Maaf mas lupa, karna hawatir melihat mu jadi mas langsung menghampiri mu, tapi biarkan saja toh kamu juga sudah melihatnya bukan".


"Tapi aku malu mas".


"Iya mas pakei celana dulu, kamu mau kemana?".


"Ke kamar mandi mas, tapi ini aga sedikit perih dan terasa sangat penuh".


"Apanya yang penuh".


"Mas ini jangan menggoda ku, ini masih pagi",

__ADS_1


Angga tesenyum penuh arti.


"Mas aku mohon jangan lagi aku cape".


"Terus ini gimana" tunjuk Angga pada juniornya.


"Ya tahan saja sampai malam lagi!".


"Sayang, kalau dulu sebelum menikah mas bisa menghilangkan keinginan itu dengan berolah raga, beda dengan sekaran mas punya tempat untuk mengeluarkannya jadi mas tidak mau berolah raga biasa, mas mau menghilangkan nya dengan berolah raga yang nikmat".


"Sudah ah, aku sudah tidak tahan lagi".


Angga tiba-tiba menggendong Dian, Angga menggendong Dian ke arah kasur bukan ke kamar mandi, Dian pun memberontak.


"Mas aku sudah tidak tahan lagi".


"Iya makanya mas menggendong mu"


"Tapi maksud aku bukan tidak tahan yang itu".


"Maaf mas kira kamu tidak tahan untuk mengulangnya lagi",


"Mas"


"Bercanda sayang" Anggapun membawa Dian ke ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2