
Seperti perintah Sintia mereka memakan makanan yang di bawakan oleh Sintia, mereka makan di satu piring yang sama karena Sintia hanya memberikan satu piring.
"Maaf Rika tapi aku tidak sanggup untuk mengambil makanan lagi, katena di luar masih banyak warga" ucap Fahmi.
Awalnya Rika tidak mau karena dia merasa risih jika harus makan satu piring berdua.
Tapi karena dia merasa sangat lapar akhirnya Rika mau namun sebelum mereka makan Rika berkata.
"Baiklah tapi aku makan nasi di sebelah sini, lalu kamu makan di sebelah sini", ucap Rika sambil menunjukan bagian mana yang boleh mereka makan dan yang tidak boleh mereka makan.
Entah mengapa Fahmi tidak begitu saja menerima permintaan Rika, saat mereka makan Fahmi mengambil makanan yang berada di bagian Rika dan Rika berkata
"kau, bukankah sudah ku bagi dua tatapi kenapa masih mengambil bagian ku". Geram Rika namun masih membiarkannya
Saat Fahmi akan mengambil makanan Rika lagi, Rika langsung memegang tangan Fahmi dan berkata
"Apa kau sangat ingin bagian ku" tanya Rika
"Iya aku menginginkannya".
"Baiklah" ucap Rika langsung memutar tempat makan mereka.
__ADS_1
Fahmi yang melihatnya tersenyum lalu dia mengambil makanan yang berada di dekat Rika kembali.
"Kau, sebenarnya apa yang kau mau" marah Rika
Namun Fahmi bersikap seolah-olah tidak mendengarkan Rika dan terus memakan makanan yang berada di dekat Rika.
Rika yang kesal langsung melakukan hal yang sama dengan yang di lakukan Fahmi.
Lalu Rika berbicara dalam hati "Sebenarnya dia kenapa, apa dia sengaja melakukannya agar aku kesal",
merekapun melakukannya sampai makanannya habis.
Setelah makan Rika penasaran dari mana makanan yang mereka makan, dia berniat mengintip dari jendela tapi Fahmi melarangnya karena takut ada orang yang melihat terus mengolok-olok mereka.
Setelah beberapa menit Rika tidak bersuara akhirnya dia bersuara "Pak Fahmi apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan pernikahan kita?".
"Maksud kamu apa?". tanya Fahmi berpura-pura tidak mengerti.
"Maksud ku pernikahan kita seperti sudah di rencanakan sangat matang oleh seseorang" ucap Rika.
"Itu perasaan mu saja ka, mungkin beginilah orang yang menikah mendadak" ucap Fahmi berbohong.
__ADS_1
Walau Rika masih merasa jika dugaannya benar tapi dia memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi, karena percuma juga dia tau sekarang itu tidak bisa merubah apapun.
Satu persatu warga sudah berpamitan pada Bu Mila karena mereka harus melanjutkan aktifitas mereka. paman Rika yang menjadi wali nikah Rika juga berpamitan karena masih ada yang harus dia lakukan.
Sementara pak penghulu dan tokoh Agama di kampung Rika langsung pergi setelah mereka mencicipi hidangan yang telah di sediakan.
Angga masuk dan menemui Rika dan Fahmi dan dia berkata "Ka ponsel mu di mana?".
"Di kamar, memangnya ada apa" ucap Rika
"Dian ingin menelpon mu" ucap Angga
"Baiklah aku akan mengambilnya" ucap Rika
Sementara Fahmi yang melihat Rika masuk ke kamarnya langsung menghampiri Angga yang ingin keluar lagi.
"Angga kamu mau kemana?" ucap Fahmi
"Aku ingin membantu bi Mila" ucap Angga
"sebaiknya kamu jelaskan kenapa kamu setega itu pada kami".
__ADS_1
Rika keluar kamarnya dan itu menghentikan percakapan Angga dan Fahmi.
Saat Fahmi melihat Rika Angga langsung keluar sebelum Fahmi mengintrograsinya lagi.