
"Fahmi, bisa tolong antar Rika membeli gaun untuk malam ini".
" Tentu saja bisa mam?". jawab Fahmi
"Jadi tunggu apalagi". ucap Sintia.
"Ayo Rika" Ajak Fahmi.
"iya, sebentar aku mandi dulu tidak mungkin bukan, jika aku berangkat seperti ini".
"kamu tidak usah mandi lagi lama, cuci muka dan ganti baju saja agar lebih cepat". ucap Fahmi.
Dianpun pergi ke kamarnya, setelah selesai Dian turun dan berangkat bersama Fahmi.
Mereka berangkat menggunakan mobil karena permintaan Rika.
Di perjalanan menuju butik Rika tidak bicara apapun pada Fahmi karena dia terus memikirkan uang tabungannya yang sebentar lagi akan berkurang.
Mereka sampai di sebuah batik, Fahmi menyuruh Rika untuk memilih pakayan yang dia suka, Rika melihat gaun yang sangat cantik dia terus melihat gaun tersebut "Sangat cantik tapi sayang uang ku akan terkuras banyak jika aku membelinya".
Fahmi yang melihatnya berkata "kamu suka gaun ini ka?".
"Tidak, aku hanya melihatnya saja". bohong Rika padahal dia sangat menginginkannya.
Rika pun memilih gaun yang masih bisa di sesuaikan dengan keuangannya yang beberapa hari atau minggu atau bahkan bulan tidak akan ada pemasukan.
Setelah mendapatkan gaun yang menurutnya bagus Rika menuju kasir dia akan membayarnya, tapi sebelum Rika membayar Fahmi berkata.
"Sekalian yang ini juga di bungkus".
Rika yang melihat gaun yang di bawa Fahmi berkata.
__ADS_1
"Heh apa kau gila gaun itu akan menghabiskan separuh tabungan ku".
"Akhirnya kamu bersuara juga". ucap Fahmi.
"Mba, yang ini tidak jadi yang ini saja". ucap Rika
"bungkus mba". ucap Fahmi.
" Jadi saya harus bagai mana?" tanya pelayan tersebut
"Satu saja, yang itu jangan". tunjuk Rika.
"Dua-duanya ba,"
"Eh, kalau kamu yang bayarnya aku tidak masalah tapi ini aku yang harus membayarnya, aku mohon mengertilah keadaan ku yang sudah tidak bekerja ini".
"Rika, Yang bilang kamu harus membayarnya siapa?".
"Aku tidak akan membelikannya untuk mu, tapi aku akan memberikannya pada mu secara gratis, karena butik ini milik mamah".
"Kenapa kamu tidak bilang dari tadi, kamu tau tidak aku pusing dari tadi menghitung uang ku".
"Maaf aku sengaja".
"kamu", geram Rika.
" Apa kamu tidak mau berterimakasih pada ku, karena kamu sudah mendapatkan gaun incaran mu".
"Tidak pada mu".
"maksudnya" ucap Fahmi.
__ADS_1
"Aku akan berterimakasih pada tante Sintia bukan pada mu".
Fahmi mengambil gaun Rika yang sudah di bungkus rapih, merekapun berjalan, Rika tiba-tiba berhenti di depan sebuah toko sepatu.
"Apa kau mau membeli sesuatu di sana"
"Iya seperyinya aku juga harus membeli itu', tunjuk Rika pada sebuah sepatu.
"Ya sudah ayo kita masuk aku yang bayar" ucap Fahmi.
Rika tersenyum sangat manis pada Fahmi dan berkata, "Terimakasih, telah menyelamatkan isi tabungan ku".
"Iya sama-sama" ucap Fahmi.
mereka masuk dan langsung mengambil barang yang di inginkan Rika,
"Ka apa tidak sekalian dengan tasnya?".
"Kalau kamu yang akan membayarnya, aku tidak akan menolaknya". ucap Rika dengan senyum bahagia.
Setelah selesai mereka langsung pulang.
Sementara Dian sedang bersiap siap untuk pulang ke kosan Anga, mereka pulang menggunakan mobil karena bunda menyuruh mereka membawa sayuran untuk di berikan pada bi Mila dan mang Diman.
Bunda juga memberikan satu set alat-alat memasak yang belum terpakai pada Dian.
"Lumayan sayang dari pada tidak terpakai".
" Bukannya ini alat masak cadangan bunda?".
"Iya sayang tapi bunda masih ada dua set lagi yang belum terpakai". ucap Bunda tetsenyum.
__ADS_1
"Orang kaya", batin Dian.