
"Dan kamu tau juga bukan mamah ku sedang sakit".
"iya aku tau, jadi".
"kau ini" geram Fahmi pada Angga yang tidak mau memakai otaknya.
"sudah katakan saja aku sedang memeriksa pekerjaan ku".
"karena mamah ku tidak bisa membantu ku, seperti biasa jadi Rika yang menggantikannya".
Angga langsung menatap Fahmi dan berkata "Apa kau tidak salah bicara?".
"Tidak, aku tidak salah bicara" ucap Fahmi sambil berjalan menuju mejanya lalu memeriksa pekerjaannya juga.
"Kenapa Rika mau melakukannya". tanya Angga yang sudah berdiri di samping Fahmi.
"Dia melakukannya karena perintah mamah ku".
"Aku pikir Rika tinggal di rumah mu untuk membantu mamah mu, tapi kenapa sekarang dia jadi membantu mu"
__ADS_1
"Tadinya aku juga berpikir seperti mu, tapi yang terjadi Rika malah membantu ku, mempersiapkan semua keperluan ku, seperti yang sering orangtua ku lakukan".
"Pantas saja tadi kau bilang seperti itu, Awas jika kau macam macam padanya".
"Tenang aku tidak akan melakukan apapun tanpa seijin Rika ko, tapi jika Rika mau aku bisa apa, apa lagi setiap pagi dia akan masuk kamar ku". ucap Fahmi
Angga yang mendengar perkataan Fahmi merasa tidak tenang, "kau". geram Angga dan berkata
"Apa tidak bisa hukuman Rika ku ganti saja dengan uang atau apapun yang kau inginkan".
"kau salah bertanya pada ku, karena bukan aku yang menyuruhnya tapi orangtua ku"
Anggapun terdiam setelah mendengarkan ucapan Fahmi, dan membenarkan ucapannya.
"Tapi jika kau ingin mengganti hukuman Rika dengan uang coba saja, tapi mungkin orangtua ku akan merasa terhina karena keinginan mu itu".
"Aku mohon padamu kawan ku, bujuk mamah mu agar mengganti hukumannya, aku benar- benar tidak tenang".
"Aku tau cara agar kau tidak merasa khawatir lagi".
__ADS_1
"Apa ?".
"Bujuk Rika agar mau menikah dengan ku".
"kau benar benar sudah gila"
"kau benar Aku gila karena cintaku padanya, kau tenanglah aku berjanji tidak akan menyentuhnya".
"Aku percaya pada mu tapi jika kalian terus berada dalam satu ruangan dan dengan kau yang sudah mencintainya aku takut Fahmi".
"Tenanglah Rika di kamar ku hanya sebentar dia hanya membangunkan ku, dan menyiapkan baju ku saja, setelah itu dia keluar dan kamu tau apa yang dia katakan, dia berkata jika aku tidak boleh keluar kamar mandi sebelum dia keluar dari kamar ku".
"kenapa kau tidak menolaknya saja". ucap Angga
Fahmi tersenyum dan berkata "Aku tidak mau, Sudah ayo kita bekerja?".
Angga benar-benar kepikiran, sampai saat istirahat tiba dia menghubungi Rika dan meminta Rika menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi agar dia bisa membantu Rika keluar dari rumah Fahmi.
Saat Angga menawarkan bantuan pada Rika, Rika menolaknya, Rika beralasan jika semua yang terjadi karena kesalahannya dan sebagai hukumannya dia harus membantu tante Sintia dengan membantu Fahmi, Dia juga berkata agar Angga tidak perlu kawatir karena Rika di sana diperlakukan dengan baik.
__ADS_1
Setelah menghubungi Rika Angga merasa lebih baik dia tidak terlalu cemas karena sebuah kalimat yang di ucapkan Rika padanya. "Jika kaka merasa tidak percaya pada ku atau Fahmi, maka percayalah pada Allah yang maha Kuasa, titipkan lah aku pada-Nya karena kita bergerak atas ijin-Nya".