Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Suci


__ADS_3

Setelah Rika mengakhiri panggilan telponnya, Rika ingin menemui tante Sintia, tapi baru juga dia berdiri tante Sintia sudah ada di dekatnya dan dia berkata.


"Ka tolong belikan makan siang untuk tante, ini uangnya sekalian beli juga untuk mu".


Rika mengiyakannya dan pergi membeli makan siang untuk mereka. tapi dia lupa menanyakan makanan apa yang ingin di pesan tante Sintia.


Rika mengambil ponselnya dia mau menghubungi tante Sintia, tapi sebelum Rika menghubunginya, sebuah pesan masuk, dan isi pesannya adalah menu makanan yang diinginkan tante Sintia.


Rika kembali ke butik dengan membawa makanan yang di pesan tante Sintia dan juga miliknya.


Rika masuk keruangan milik Tante Sintia, lalu dia langsung menyalin makanan mereka dan menaruhnya di atas meja.


Mereka memakan makanannya tanpa ada yang bersuara, setelah selesai Rika membereskannya,


saat Rika akan keluar tante Sintia menyuruhnya untuk kembali Duduk.


Rika duduk di dekat kursi roda tante Sintia.


"Ka apa kamu suka bekerja di butik tante?".


"Suka tante, di sini lebih menyenangkan dari pada di pabrik".


"Syukurlah jika kamu suka, nanti jika tante sudah sembuh, kamu bisa terus bekerja di sini".

__ADS_1


Rika yang mendengar ucapan tante Sintia sangat senang, karena dia tidak perlu memikirkan kemana dia harus melamar pekerjaan jika tante Sintia sudah sembuh.


"Terimakasih tante, karena masih mau menerima Rika sebagai karyawan tante, oh iya tante rika penasaran kenapa butik tante tidak buka sampai malam?" .


"Itu karena tante tidak mau mengambil resiko".


" maksudnya" ucap Rika tidak mengerti.


"Jika tante membukanya sampai malam, pasti karyawan tante akan pulang malam bukan?, nah tante tidak mau mereka pulang malam karena sangat beresiko jika mereka pulang larut malam".


Setelah mendengar penjelasan dari tante Sintia barulah Rika mengerti, dan diapun keluar ruangan tante Sintia.


"ka, kenapa lama?". tanya Suci rekan kerja Rika.


"Iya tadi tante Sintia menanyakan apa aku suka kerja di sini".


"Tentu saja aku suka, ternyata jadi pelayan butik itu menyenangkan".


"Memang dulu kamu kerja di mana?". Tanya Suci.


"Dulu aku kerja di pabrik, dari masuk sampai pulang terus bekerja, sedangkan di sini enak kerjaannya santai".


Obrolan mereka terhenti saat pengunjung masuk, "Ka aku layani mereka dulu kamu perhatikan yang aku lakukan".

__ADS_1


"Siap senior" ucap Rika.


Kini tiba waktunya Tante Sintia pulang, dan itu artinya Rika juga harus pulang, saat Rika bersiap-siap untuk pulang tiba-tiba terdengar suara Fahmi memanggilnya.


"Sayang, kamu kerja jadi pelayan".


Rika langsung menjawab " Heh bisa tidak jangan memanggil ku sayang, karyawan di sini bisa salah paham mendengarnya".


Suci yang melihat dan mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum.


"Suci jangan berpikiran macam- macam, ini tidak seperti yang kamu bayangkan".


Suci hanya tersenyum, dia ingin bicara tapi dia takut salah bicara dan berakibat pada pekerjaannya.


"Suci apa kami cocok jika jadi sepasang kekasih?".tanya Fahmi. dan Rika langsung memukul tangan Fahmi dengan tasnya dan berkata.


"Jangan di dengerin Suci dia ini memang rada-rada"


"Rada-rada apa sayang, kamu kalau ngomong suka kaya gitu".


"Sumpah rasanya aku pengen muntah mendengar ucapan mu.


"Apa kamu muntah, kamu hamil sayang"

__ADS_1


"Kau" geram Rika.


"Sudahlah tidak ada gunanya lagi meladeni mu".


__ADS_2