Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Cepat besar


__ADS_3

Angga langsung mencium kening Dian dan berkata "Terimakasih sayang sudah berjuang melahirkan anak kita". Dian hanya mengangguk karena Dian sudah tidak mempunyai tenaga walau hanya untuk mengucapkan satu kata.


Sementara Bunda dan ayah mengucap syukur karena sudah mendengar suara tangisan bayi dan Rika yang baru sampai dengan bu Mila pun mengucap syukur.


"Akhirnya aku punya keponakan bu", ucap Rika senang.


mereka menunggu Dokter memperbolehkan mereka masuk, setelah mereka di perbolehkan masuk merekapun masuk dan bergantian mencium Dian dan memberikan selamat.


suster datang membawa bayi yang sudah bersih dan siap untuk meminum ASI pertamanya namun sebelum itu Angga mengadzaninya terlebih dahulu.


Setelah selesai di adzanni Angga memberikannya pada Dian saat Angga melihat bayinya mencari sumber kehidupannya dia tersenyum.


bukan hanya Angga saja tapi semu orang tersenyum.


Dian mengarahkan bayinya agar bisa cepat menyusu karena dia merasa kasian. dan bayinya pun menyesap sumber kehidupannya.


Setelah kenyang bayi itu pun tertidur.


"Cepat besar sayang nanti tante gendong, Oh iya kak Dia mau di kasih nama apa?.tanya Rika

__ADS_1


"Kakak belum tau". jawab Angga


"kalau boleh usul bagai mana kalau namanya Riski saja ka biar dia banyak rejeki".


"baiklah akan kakak pertimbangkan, Oh iya ka bisa ikut kakak sebentar ". ucap Angga.


Rikapun mengikuti Angga dan keluar ruangan tersebut.


"Rika, karena besok kakak tidak mungkin menghadiri pertemuan dengan Fahmi jadi kamu saja yang menemuinya membahas kerjasama kita".


"kenapa harus aku ka, kan ka Angga bisa menyuruh asisten ka Angga".


"Kak Angga tau kan jika aku tidak mau bertemu dengannya lagi, dan sepertinya dia juga tidak mau melihat ku".


Rika berkata seperti itu karena jika Fahmi akan membahas pekerjaannya dengan Angga dia selalu menyuruh Angga untuk tidak membawa Rika dan mereka selalu bertemu di luar kantor seperti yang akan di lakukannya esok hari.


"Sudah ikuti saja perintah bos mu ini atau gajih mu kakak potong setengahnya". ancam Angga


"is perasaan kerjaan Kakak ngancam terus mentang-mentang bos". ucap Rika

__ADS_1


Angga dan Rika masuk kembali keruangan Dian, dan Dian yang melihat mereka berkata " mas kalian habis dari mana?".


"Dari depan sayang, habis membahas pekerjaan yang harus di kerjakan Rika besok" ucap Angga menjelaskan.


Saat Dian akan beristirahat pintu terbuka dari luar dan muncullah bu Siti dan Pak Romli.


Dian yang melihat orangtuanya datang langsung menangis dan meminta maaf.


"Bu, pak maafkan Dian karena sering menyusahkan kalian dan menyakiti kalian".


ibu berkata "Nak kami akan selalu memaafkan mu, dan kamu tidak pernah menyakiti kami justru kami yang harus meminta maaf karena sampai hari ini kami belum bisa menjadi orang tua yang baik untuk mu", ucap ibu yang ikut menangis.


"Ibu tidak perlu meminta maaf justru Dian yang harus meminta maaf karena belum bisa membalas semua kebaikan kalian".


"Sudah nak, sebaiknya kamu cepat tidur karena kamu pasti sudah sangat lelah". ucap ibu


"Iya sayang kamu harus cepat tidur mumpung bayi mu sedang tidur", ucap Bunda.


Semua orang keluar kecuali Angga, mereka keluar agar Dian bisa beristirahat dengan tenang.

__ADS_1


Ibu Siti dan pak Romli di ajak Rika untuk melihat bayi Dian di ruangan bayi, mereka melihat bayi Dian dari jendela kaca.


__ADS_2