
Rika berbicara dengan kepala yang menunduk "Aku marah karena mas Fahmi sengaja tidak memberi tahu aku tentang bekas kecupannya di leher ku yang lumayan banyak, dan aku mengetahuinya saat di kantor, semua orang menatap ku aneh, aku malu mah apa lagi jika di antara mereka ada yang belum mengetahui jika aku sudah menikah.
"Sayang, mamah juga minta maaf karena tidak memberi tahu mu tentang tanda merah di leher mu, bukan mamah tidak mau memberi tahu mu tapi saat mamah akan memberi tahu mu, papah meminta mamah untuk membantunya, dan saat mamah akan memberi tahu mu lagi kamu sudah berangkat".
"Iya mah tidak apa-apa, aku marah karena mas Fahmi sengaja tidak memberi tahu ku karena dia ingin menyakinkan seseorang bahwa aku miliknya dan aku tidak suka itu".
"pantas saja kamu marah, ternyata itu terjadi karena di sengaja, jika kamu ingin marah marahlah tapi jangan terlalu lama apa lagi sampai lebih dari 3hari".
"Iya mah, aku mengerti" ucap Rika.
"mah sepertinya aku ingin istirahat sekarang".
Mamah Sintia yang mengerti jika Rika sudah ingin beristirahat mengijinkannya.
*
Rika sampai di kamarnya dan melihat Fahmi seperti sedang mengerjakan pekerjaan kantornya.
__ADS_1
Rika melangkah menuju tempat tidurnya setelah dia menggosok gigi, tubuh Rika terasa remuk dan sangat lelah, dan tanpa harus menunggu lama Rika tertidur.
Tadinya Fahmi ingin menyelesaikan masalahnya dengan Rika, namun saat Fahmi melihat Rika yang sudah tertidur mengurungkan niatnya karena merasa kasihan.
*
Pagi sudah datang dan Rika belum menunjukan tanda-tanda bahwa dia akan bangun.
Fahmi yang baru keluar dari kamar mandi melihat Rika dan dia berkata "Ada apa dengannya kenapa belum bangun padahal semalam dia tidur tidak terlalu larut, kemarin dia bisa bangun pagi padahal kami tertidur sangat malam, tetapi kenapa sekarang dia belum bangun padahal kami tidak melakukan apapun tadi malam
Fahmi bingung harus melakukan apa, jika Fahmi tidak membangunkan Rika, Rika pasti marah tapi jika dia membangunkan Rika sekarang dia tidak tega karena melihat Rika masih nyaman dengan tidurnya.
"Sayang ayo bangun ini sudah siang" ucap Fahmi sambil menyentuh pundak Rika.
Fahmi merasa pundak Rika sedikit hangat, dan dia berpikir jika itu reaksi tubuh Rika jika di pagi hari.
Fahmi memutuskan untuk menyentuh kening Rika karena dia sedikit khawatir melihat Rika yang belum bangun setelah dia menggoyangkan tubuh Rika dengan posisi Rika yang tengkurap.
__ADS_1
"Astagfirullah" Fahmi kaget karena kening Rika sangat panas dia langsung membalikan tubuh Rika dan dia berkata "kamu demam sayang". Fahmi langsung mengambil air untuk mengompres kening Rika.
Karena dia harus bekerja Fahmi meminta mamah Sintia untuk menjaga Rika.
Fahmi tidak terlalu fokus saat bekerja, dia terus memikirkan Rika.
"Kenapa waktu bergerak sangat lambat hari ini". ucap Fahmi karena dia sudah sangat khawatir dengan keadaan Rika yang sedang demam.
*
"akhirnya aku bisa pulang juga" ucap Fahmi setelah menyelesaikan semua pekerjaannya.
Fahmi sampai di rumah dan dia langsung berlari ke lantai atas untuk menemui Rika, Fahmi langsung masuk ke dalam kamar dan dia melihat makanan Rika masih utuh belum tersentuh sedikitpun.
Fahmi duduk di pinggir tempat tidur dan membangunkan Rika, "Sayang ayo bangun"
Rika yang mendengar Fahmi membangunkannya langsung membuka matanya yang masih terasa berat.
__ADS_1
Fahmi yang melihat Rika sudah bangun berkata "Sayang apa kamu sudah makan?".
"Sudah mas tadi pagi".