Jodoh Cermin Diri

Jodoh Cermin Diri
Kamar yang bagus


__ADS_3

Ibu Sintia menyuruh bi Inah, untuk membuat minum.


Sambil menunggu bi Inah membawa minum Rika berbicara pada tante Sintia.


"Tante, bolehkah aku meminta sesuatu?".


"Boleh apa itu?".


"Tante boleh tidak jika selama aku tinggal di sini Fahmi jangan tinggal di sini dulu".


"Lo kenapa?".


"Tidak apa-apa tan, hanya saja Rika risih jika ada dia".


"Oh tante kira kenapa, kalau tante terserah Fahmi saja".


"Tante aku mohon bujuk dia agar tidak tinggal disini dulu, sampai tante sembuh".


Fahmi pun datang dengan membawa 2 koper dan dia langsung berkata.


"Aku tidak mau mam, aku sudah terlanjur keluar dari kosan".


"Rika maaf tante tidak bisa mengabulkan keinginan mu, seperti yang kamu dengar Fahmi tidak mau". ucap tante Sintia.

__ADS_1


"Iya baiklah tante", jawab Rika pasrah.


"mam, papah mana?", tanya Fahmi karena sejak dia masuk rumah tidak melihat papahnya.


"Dia masuk ke ruang kerjanya tadi".


"Oh, kalau begitu aku ke kamar dulu".


Bi inah datang membawa minuman dan makanan , lalu menaruhnya di atas meja.


"Silahkan neng".


"Iya makasih bi". Rikapun meminumnya.


"Bi, antar Rika ke kamarnya!".


"baik bu". jawab bi inah.


Bi inah pun mengantar Rika ke kamarnya, Rika merasa heran kenapa dia di antar ke kamar yang bersebelahan dengan Fahmi, dan setau Rika itu kamar kakanya Fahmi. tadinya Rika tidak mau bertanya tapi karena rasa penasarannya yang tinggi dia pun bertanya.


" Bi, maaf sebelumnya apa bibi tau kenapa aku di tempatkan di kamar ini?, bukan di kamar tamu atau di kamar belakang bersama bibi?".


"Maaf bibi kurang tau neng, bibi cuman di suruh nganterin neng Rika kesini saja".

__ADS_1


Rikapun mengangguk lalu berkata " aneh ya bi, tapi ya sudahlah di kasih kamar bagus di terima saja tidak boleh menolak rejeki". ucap Rika tersenyum.


"Neng kalau begitu bibi pamit".


"Iya bi, terimakasih", bi Inah pun pergi dan menemui majikannya untuk melaporkan apa yang terjadi barusan.


Setelah beres memindahkan baju dan semua barang bawaannya, Rika pun keluar kamarnya, untuk menemui orangtua Fahmi, Fahmipun sama baru keluar kamar dia kaget melihat Rika keluar dari kamar kakaknya.


"Kenapa kamu keluar dari kamar ini?". tanya Fahmi.


"Tentu saja karena aku akan tinggal di kamar ini untuk sementara waktu". jawab Rika.


Fahmi merasa bingung, pasalnya mamahnya tidak pernah memperbolehkan siapapun menempati kamar itu kecuali kakaknya. Fahmi merasa ada sesuatu yang tidak beres tapi dia belum tau itu apa.


Karena melihat Fahmi hanya diam Rika pun berkata "Ya sudah aku kebawah dulu mau menanyakan apa pekerjaan ku selama tinggal di sini?".


Rikapun menuruni anak tangga dan Fahmipun mengikutinya dari belakang. mereka pun sampai di bawah karena tujuan mereka sama jadi Fahmi terus berada di belakang Rika dia berjalan sambil melamun dia tidak sadar jika Rika sudah berhenti berjalan dan hasilnya Fahmi menabrak Rika.


Rika yang di tabrak Fahmi terhunyung kedepan seperti akan terjatuh, lalu Rika menegakkan badannya kembali lalu melihat Fahmi yang cengengesan dan dia langsung berkata.


"Kamu", geram Rika "kenapa kamu menabrak ku?".


"Maaf aku tidak sengaja ka, siapa suruh kamu berhenti mendadak" ucap Fahmi sambil menggaruk tengkuknya.

__ADS_1


"alasan saja, sekarang jawab aku kenapa kamu berjalan di belakang aku terus hah? padahal kan kamu bisa berjalan di sisi ku atau di depan ku"


__ADS_2