
"Bu aku ke kamar dulu mau membereskan barang- barang yang mungkin aku butuhkan di sana".
"Baiklah nak, ibu juga mau beristirahat".
Setelah Rika masuk ibu pun masuk kedalam kamarnya, ibu langsung menghubungi Angga, Angga yang mendapat telpon dari bu Mila langsung mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum" ucap Angga
"Wa'alaikummussalam nak".
" Bi ada apa tumben bibi menghubungi ku di jam seperti ini?".
"Iya maaf nak, bibi mengganggu mu".
" Tidak masalah bi, memangnya ada apa?". Tanya Angga.
Bu Mila pun menjelaskan maksud dan tujuannya menelpon Angga, dia memberi tahukan kejadian yang menimpa Rika dan juga Rika yang harus merawat orangtua Fahmi sampai sembuh.
Bu mila bertanya apakah tidak apa-apa jika Rika tinggal di sana, dia takut jika mereka memperlakukan Rika dengan buruk karena Rika telah mencelakai orang tua Fahmi dan Anggapun berkata.
"Tidak apa-apa bi mereka orang baik, mereka tidak akan menyakiti Rika, aku menjaminnya dan jika terjadi sesuatu pada Rika aku orang pertama yang akan membuat perhitungan dengan mereka".
"Syukurlah jika seperti itu, Bibi sekarang merasa lebih tenang".
"Iya bi". jawab Angga.
"Ya sudah bibi tutup telponnya maaf sudah mengganggu mu nak".
__ADS_1
" Iya tidak apa-apa". Bu Mila pun mengucap salam dan menutup telponnya.
*
Dian yang dari tadi melihat Angga berbicara dengan bu Mila di teleponpun bertanya.
"Mas ada apa?".
"Itu bi Mila takut terjadi sesuatu pada Rika".
"Memangnya Rika kenapa?".
"Rika tidak apa-apa hanya saja dia sudah menabrak seorang ibu-ibu dijalan".
"Apa" kaget Dian "terus bagai mana keadaan ibu tersebut?".
"terus bagai mana apa Rika di laporkan ke kantor Polisi" ucap Dian cemas.
"Alhamdulillah tidak sayang, Rika hanya di suruh menemani ibu tersebut sampai sembuh".
"Syukurlah, mereka sangat baik ya mas".
" Iya mereka sangat baik, kamu tau tidak siapa yang di tabrak Rika?".
"Mas ini mana aku tau, mas kan belum memberi tahu aku".
"Ya siapa tau kamu seperti seorang cenayang" ucap Angga sambil tertawa dan mencubit hidung Dian.
__ADS_1
"Terus siapa mas?".
"Dia mamahnya Fahmi".
" Oh pantas saja dia tidak melaporkan Rika".
"kenapa kamu berbicara seperti itu sayang?".
"Karena dia orang baik, kami aku dan Rika jika sedang main ke sana selalu di perlakukan seperti anaknya sendiri, malah dia lebih baik pada kami dari pada sama anaknya sendiri".
"Apa kalian sering datang ke sana berdua?".
"Iya, hampir setiap kali aku main ke sana Rika ku ajak" ucap Dian sambil tersenyum.
"Wah wah sepertinya sebentar lagi akan ada yang menikah ucap Angga".
"Siapa yang akan menikah mas". Dian bertanya seperti itu karena tidak tau kalau yang sering datang ke rumah Rika adalah Fahmi, jika dia tau dia juga pasti akan berpikiran sama dengan Angga.
"Sudah ah tidak penting sekarang waktunya kita tidur" ucap Angga sambil memeluk Dian.
"Iya mas". merekapun tertidur.
Sementara Rika yang baru selesai merapihkan barangnya merasa gelisah, dia terus memikirkan apa yang akan terjadi dengan nya jika dia harus tinggal serumah dengan Fahmi.
Rika takut jika kejadian yang ada di novel yang sering dia baca terjadi padanya.
"Aku harus mencari cara agar dia tidak tinggal di rumahnya selama aku tinggal di sana, ih aku ngeri membayangkannya, apa lagi sekarang dia sudah tidak membenci ku".
__ADS_1