
Dian mengerutkan keningnya. "Apa mas benar-benar tidak tau atau tidak ingin memberi tahu ku?" ucap Dian cemberut.
Angga yang melihat Dian cemberut akhirnya mengatakan semua kejadian yang terjadi saat malam itu,
"Kamu tau sayang, karena kejadian itu Fahmi tidak terus memikirkan kita karena dia sibuk memikirkan cara agar Rika memaafkannya" ucap Angga.
"Jadi yang di katakan Rika bahwa ada yang meminta maaf padanya itu Fahmi?".
"Iya dia benar-benar merasa bersalah pada Rika, kita harus berterimakasih pada Rika, karena dia Fahmi tidak membenci kita dan dia juga menyelamatkan Fahmi dari keterpurukan, tapi sayang sekarang malah Rika yang membuatnya sangat terpuruk".
"kau benar mas, mas apa ada cara agar kita menyatukan mereka?".
"Mungkin ada sayang, tapi untuk sementara kita biarkan saja mereka dulu, aku ingin memastikan jika Fahmi benar-benar mencintai Rika atau tidak, aku takut jika Fahmi melakukan hal yang sama, seperti yang dia lakukan pada mu".
"Aku setuju mas". ucap Dian.
" Jadi sekarang apa mas sudah bisa memulainya", ucap Angga sambil memegang pinggang Dian.
Dian menganggukkan kepalanya karena iya setuju.
Namun saat Angga akan mencumbu Dian tiba-tiba pintu kamar di ketuk dan suara Rika terdengar memanggil nama Angga.
__ADS_1
"Begini kalau kita masih tinggal di rumah orang lain, tidak bebas, baru juga mau memulai sudah di ganggu".
Dian hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, Angga mencium Dian sekilas lalu melangkah menuju pintu kamarnya dan membukanya.
"Rika" geram Angga "Kamu tidak tau kakak sedang apa?".
Rika tersenyum dan berkata "Maaf, tapi bu Siti dan pak Romli sudah datang".
Angga berkata dengan pelan "Maksud mu mertua ku"
"Iya" ucap Rika.
"Tapi kenapa mereka tidak memberi tahu kakak jika mereka akan kemari, dan kenapa mereka tau alamat rumah ini padahal kakak cuman bilang kami tinggal disini, dan kakak belum memberi mereka alamat rumah mu", ucap Angga pada Rika.
Dian yang sudah mendengar jika orangtuanya datang langsung menghampiri Rika dan suaminya, dan mengajak mereka ke depan.
"Tunggu sayang mas ke kamar mandi dulu".
"Ngapain?".
"Mas mau cuci muka dulu".
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu kami duluan" ucap Dian.
"Dian kamu duluan aku ambil minum dan makanan dulu".
Dian menemui orangtuanya, mencium tangan mereka, Angga yang baru datang juga melakukan hal yang sama, Dian menanyakan kabar orangtuanya lalu Dian menceritakan kehamilannya.
"Bu, pak karena kalian sudah datang ke sini apa kalian mau jika aku mengajak kalian mengunjungi rumah orangtua ku". ucap Annga
"Tentu saja nak, itu juga alasan bapa datang hari ini agar besok kamu bisa mengantar kami menemui mereka, oh iya kalian dapat salam dari ka Sinta dan mas Agus, maaf katanya tidak bisa ikut" ucap pak Romli.
"W'alaikummussalam" jawab Dian dan Angga.
"bu, Apa Deri tidak ikut ?". tanya Dian.
"Dia ikut tapi dia masih di depan sedang melihat lihat sekeliling di temani adik Rika".
"Oh, pantas saja jika seperti itu".
Deri pun masuk bersama adik Rika, Mereka memberi salam, lalu Deri mencium tangan ibu Mila, Rika, Dian dan Angga, sementara adik Rika mencium tangan pak Romli dan bu Siti.
mereka menginap di tumah Rika, para laki-laki memilih tidur di tengah rumah,
__ADS_1
Bu Siti tidur bersama Dian, sementara Bu Mila dan Rika tidur di kamar mereka masing-masing,