
(Bagian Flashback)
*suara smartphone berdering..
*berdering... "hallo.. Iyaa Ca' kenapa?" Kataku mengangkat smartphone yg dari tadi berdering.
"dimana Man? Bisa bantu aku gak?" Jawab Ica terdengar panik.
"aduhh maaf Ca' kalau sekarang aku lagi gak biasa soalnya ada kerjaan dari mama nih." Kata Arman menjelaskan situasinya. Bukan tak ingin membantu hanya saaj keadaan saat ini tidak memungkinkan untukku meninggalkan rumah.
"oh ya udah Man. Gak papa." Jawabnya langsung mematikan telfon.
"emang kamu lagi ada masalah apa? Hallo.. Hallo.. Di matiin." belum selesai bicara ternyata Ica sudah mematikan telfonnya.
Sudah hampir tengah malam di jalanan sendirian terjebak dengan motor yg tiba-tiba mogok, jika melihat area sekitar tidak ada bengkel. Kendaraan berlalu lalang di jalan tanpa ada yg berniat menolong. Ica dengan susah payah mencoba dan terus mencoba untuk menyalakan motor maricnya, namun tidak bisa.
Orang asing berjalan beberapa kali melewati Ica yg dari tadi bingung dengan kendaraannya yg mogok, tapi tak ada satupun yg berniat menolong. Mungkin pemandangan seperti ini sudah biasa terlihat di kota-kota besar, sifat individulisme orang-orang kota makin hari makin menjadi dan menghilangkan budaya seharusnya yaitu gotong royong.
Ica mulai melelfon satu persatu teman-temannya. Arman, sibuk membantu orang tuanya, Adi dan Gina sudah berada di kampungnya, Ilham tidak dapat di hubungi, Wahid sedang ada kegiatan sosial di luar kota dan teman-teman yg lain tidak ada satupun yg bisa menolong.
Tak ingin berlama-lama di jalan, akhirnya dengan sekuat tenaga Ica mendorong motornya. Dengan tenaga seadanya dia tampak kelelahan, semantara tempat tinggalnya masih amat jauh. Dia istirahat sebentar mengambil nafas lalu kembali mendorong motor maticnya itu. Semakin lama dia mendorong semakin habis tenaganya.
Setelah cukup lama dia mendorong motor meticnya itu, tiba2 sebuah mobil mendekat ke arah Ica yg sempoyongan berdiri di dekat motornya. Mobil itupun membunyikan klaksonnya.
Mendengarnya Ica lalu berbalik dan melihat mobil itu, karena kaca mobil yg cukup hitam pekat Ica tidak tau siapa yg berada di dalam mobil berwarna merah itu. Kaca mobil akhirnya di turunkan dan Ica melihat orang yg tidak asing baginya. "santai aja dong, gak usah kayak gitu." Kata Ica kepada Irwan yg terus membunyikan klakson mobilnya.
Ternyata orang yg berada di dalam mobil adalah Irwan. kenapa lu.. Keringetan begitu? Habis olahraga ya?" Ujar Irwan dengan bertanya sedikit menggoda.
"ishh. Udah tau nanya." Jawab Ica kesel.
"ya elah.. Judes banget sih. Orang bercanda juga. Motor lu kenapa emang?" tanya Irwan yg masih duduk nyaman di atas kursi mobil merahnya.
__ADS_1
"coba aku tau kenapa, dari tadi pasti udah nyala ****." Jawab Ica lagi-lagi judes. Bukan tanpa alasan Ica bersikap seperti ini, sejak kejadian di kelas ketika Irwan berbuat kasar di kelas. Ica sudah mengganggap Irwan adalah laki-laki buaya yg harus di hindari.
"nih anak Mau di bantuin judesnya minta ampun." gumam Irwan
"ya udah kalau mau bantuin turun dari mobil, ngapain masih di situ." karena sudah terdesak dan sudah larut malam. Ica terpaksa menerina bantuan dari laki-laki buaya yg dia benci.
"iya nih iyaa. Gue turun." Kata Irwan sambil membuka pintu. Irwan lalu mencoba mencari sesuatu yg salah dari motor Ica. Mulai mencoba menyalakan mesin tapi tidak ada respon dari mesin motor tersebut.
"eh lu udah ngecek bensin belum sih? Oh iya ini btw petunjuk bensinnya berfungsi gak?" tanya Immang sambil menunjuk jarum indikator bensin motor tersebut.
"itu udah lama rusak." jawab Ica polos.
"terus lu udah cek bensinnya belum?" tanya Irwan kembali.
"belum." jawab Ica polos
"eh lu udah dorong berapa meter sih, **** banget." Ucap Irwan meledek.
"ish.. Kenapa sih? Bisa gak biasa aja kalau ngomong." Ica mulai kesal di bilang ****.
"loh kok.. Abis bensinnya." Jawab Ica mulai malu.
"gimana mau nyala mesinnya kalau gak ada bahan bakar begooo." Kata Irwan sambil menunjuk-nunjuk kepala Ica dengan jarinya.
"perasaan baru di isi." Kata Ica malu dengan suara lembut.
"makanya jangan pakai perasaan, pakai otak." Sekali lagi Immang menunjuk-nunjuk kepala Ica.
"ish.. Jangan pegang-pegang kepalaku." Balas Ica dengan menjauhkan tangan Immang dari kepalanya.
"lu tunggu di sini, gue ke pom bensin dulu bawa motor ini. Di depan sana ada pom bensin."
__ADS_1
"ya udah biar aku aja."
"jauh ****.. Lu udah keringetan dari tadi. Tunggu aja." Kata Irwan sambil mulai mendorong motor tersebut.
Irwan mendorong motor Ica sambil berlari. Semakin menjauh dan punggung Irwan tidak terlihat lagi. Ica yg menunggu tanpa sengaja memegang kepalanya, bagian yg tadi di tunjuk oleh Irwan. Tak lama kemudian Irwan kembali dengan motor yg sudah bisa di gunakan. nih motor lu.. Makanya lain kali periksa dulu bensinnya." Kata Irwan.
"iya iya.. Makasih.." Jawab Ica judes.
"lu kok judes banget.. Udah di bantuin juga. Hati-hati lu.. Kebanyakan cewek yg judes sama gue ujung-ujungnya jatuh cinta." Kata Irwan kembali menggoda.
"ish.. Byeee." Kata Ica langsung pergi meninggalkan Irwan.
"dasar gak tau terima kasih tuh cewek." Irwan bergumam dengan dirinya sendiri.
Di atas motornya, Ica terus memikirkan hal yg baru saja terjadi. Tanpa sadar di terus memegang kepalanya, bagian yg tadi di sentuh oleh Irwan.
Setelah sampai di rumahnya, Ica tak henti menikirkan kejadian yg baru saja terjadi. Di sela2 waktu saat dia sedang bersiap2 untuk tidur, bunyi notifikasi smartphone terdengar beberapa kali. Itu adalah pesan WA yg masuk di smartphone milik Ica, Tak lama setelah kembali dari kamar mandi Ica lalu mengambil smartphonenya.Ica mulai membaca pesan yg ternyata dari Ilham. "maaf Ca' hp aku tadi mati, ada apa?" pesan pertama.
"Ica kenapa tadi? Katanya mau minta tolong." pesan kedua.
"Ca' maaf yah.. Bener deh tadi hp aku mati." pesan ketiga.
.
"ini chat kamu tadi katanya mau minta tolong. Tolong apaan Ca'?" pesan keempat.
"Ca'.. Icaaaa balas dong." pesan kelima. Berikut pesan wa yg hanya di read oleh Ica.
Sepertinya Ilham khawatir dengan Ica yg tadi sempat memberikan pesan lewat WA untuk meminta tolong, hanya saja waktu kejadian tadi Ilham tidak dapat di hubungi. lebay banget sih.. Ilham." Kata Ica berbicara dengan diri sendiri sambil mematikan smartphonenya.
Disisi lain, Ilham yg baru saja menyalakan smartphone miliknya karena tadi baterai sedang kosong mendapati pesan masuk dari Ica dua kali. Membaca pesan itu tentu saja Ilham langsung membalasnya, tapi pesan itu tak di balas oleh Ica. "duhh di read doang lagi. Sial banget gua, gara-gara hp lowbat nih." Kata Ilham bergumam sendiri.
__ADS_1
Sepertinya Ilham melewatkan satu kesempatan untuk bisa memenangkan kembali hati Ica, seseorang yg pernah hadir di masa lalunya.
-Bersambung-