
(Bagian Flashback)
Matahari kian naik semakin tinggi, kebiasaan buruk ketika selesai shalat subuh adalah tidur kembali. Mau bagaimana lagi, daya tarik kasur dan bantal di saat- saat itu tidak bisa terbendung olehku bahkan oleh sebagian orang.
Langit yg tadinya hitam gelap kini mulai beralih menjadi biru terang. Suara ayam berkokok dan berbunyi nyaring senyaring alarm smartphoneku yg sejak tadi berdering.
Aku membuka mata.. Kulihat jam dinding kamarku masih menunjukkan angka 7. Sekitar jam 10 aku sudah harus berada di bandara, sepertinya aku masih punya waktu satu jam untuk tidur. "oi oi.. Bangun Man.." Saat aku membuka mata, ternyata Ilham sedang membangunkanku. Aku lagi-lagi menutup mata saking magernya.
"oi bangun lu.. Udah jam 9." Kata ilham.
Mataku terbuka lebar.. Seketika aku berdiri dan beranjak ke kamar mandi. Setelah selesai aku lalu siap-siap untuk berangkat, untung saja segala keperluan mulai dari pakaian dan kebutuhan lain sudah aku bereskan kemarin malam. Jadi sekarang aku hanya tinggal berangkat tanpa perlu repot lagi mempersiapkan semuanya. "Ma... Aku pergi dulu yah." Kataku sambil mencium tangan dan memeluk Ibuku.
"iyaa nak. Hati-hati.. Ingat kamu di negeri orang jaga sikap ya.." balas Ibu menasehati.
"iyaa Bu.. Raihan kamu jaga mama yah." Kataku kepada adikku.
Hari ini aku minta tolong kepada siapa lagi kalau bukan Ilham. Teman yg sangat bisa aku andalkan, dia akan mengantarkanku ke bandara hari ini. Jalan yg tidak terlalu padat membuatku sampai ke bandara tepat waktu. "hati-hati ya Man.." Kata Ilham.
"iyaa Ham. Oh iya ingat kemarin malam.. Aku tunggu kabar baik setelah aku balik Ham." Jawabku
"iyaa gua bakal usahain." Balasnya.
Aku meninggalkan Ilham dan bergegas masuk ke dalam bandara, sampai di dalam sepertinya dosen pendamping sedikit kesal kepadaku. Bukan tanpa alasan, hampir saja aku ditinggal oleh mereka karena 10 menit lagi pesawat sudah harus berangkat.
Kami pun bergegas menuju pesawat dan ku lihat di depanku ada dia.. Alfy. Dia menoleh ke belakang dan tersenyum padaku. "ya ampun.. Senyum nya itu." Kataku dalam hati.
Aku harap perjalanan ini bisa membuatku menambah ilmu dan menambah momen untuk lebih akrab dengan Alfy tentunya.
Setelah mengantarku ke bandara, Ilham tidak langsung kembali ke rumahnya. Dia berangkat ke Kampus untuk sekedar menyeruput kopi hitam di kantin favoritnya. Meski sedanh libur semester, itu artinya perkuliahan belum terlaksana tapi pernongkian masih ramai di kampus.
"Bu.. Biasa.. Kopi hitam." Kata Ilham kepada Ibu kantin langganan di kampus.
"eh Ilham. Baru kelihatan. Teman kamu yg lain mana?" tanya balik Ibu kantin.
__ADS_1
"nih dia Bu, si Gina udah nongol." balas Ilham melihat Gina yg berjalan ke arahnya.
"hei Ham.. Pa kabar kamu?" tanya Gina yg langsung duduk di bangku kantin.
"baik Gin, sejak kapan udah balik ke kota ini?" tanya Ilham.
"udah dua hari sih aku balik dari kampung. Cuma baru sempat ke kampus nih." balas Gina
"trus mau ngapain di kampus?"
"ya elah pake nanya. Urus KRS (kartu rencana studi) lah buat semester 4."
"cepet amat sih ngurus KRS, kan masih 2 minggu lagi kita kuliah."
"lebih cepat lebih baik Ham.. Trus kamu di kampus ngapain?"
"gua ada urusan sama Roy, Gua janjian ketemu di sini."
"Roy? Roy anak HI itu yah?" Tanya Gina penasaran.
"hei.." sapa Irwan tiba-tiba mendatangi Ilham dan Gina.
Ilham yg melihat Irwan menghampirinya kemudian memasang muka garang. "eh.. Irwan. Kenapa?" tanya Gina.
"gak papa.. Nyemperin doang. Gin Dosen pembimbing lu kan Pak Adnan yah?" Balas Irwan dengan bertanya.
"iya kenapa?" balas Gina.
"lu udah minta tanda tangan dia gak buat KRS?" tanya irwan balik.
"belum, ini lagi nungguin dia. Tadi sih udah janjian katanya sebentar habis dhuhur aku di suruh keruangannya." Kata Gina.
"gue ikut yah.. Soalnya dia juga dosen pembimbing akademik gue." Ucap Irwan.
__ADS_1
"ya udah, bareng aja kalau gitu." Balas Gina.
"oi Ham diam aja lu dari tadi." Kata Irwan mencoba menyapa.
"serah gua lah." Balas Ilham cuek.
"ya elah jutek amat lu Ham. Lu pms yah?" kata Irwan tertawa.
"bodo amat." balas Ilham.
Irwan lalu pergi setelah mendapat telfon dari salah satu temannya. "Gin kalau lu udah mau ketemu pak Adnan, jangan lupa kabari gue yah." Kata Irwan meninggalkan Ilham dan Gina.
"ok..,"
Ham kamu kenapa sih?
Kayak gak suka gitu sama Irwan." Balas Gina kepada Irwandi ikuti pertanyaan kepada Ilham.
"gak papa. Biasa aja." Balas Ilham.
"Ham.. Aku kenal kamu udah lama. Gak usah nutup-nutupin. Cerita aja, siapa tau aku bisa bantu." Gina mencoba membujuk.
Ilham dengan terbuka menceritakan kejadian yg terjadi sekitar dua minggu lalu di sebuah mall pusat perbelanjaan dimana Ilham melihat Irwan dan Ica masuk ke toko perhiasan, Ilham juga melihat di jalan beberapa hari setelahnya dimana Irwan dan Ica satu mobil berdua. Terlihat mereka begitu dekat dan tertawa bersama ketika berada di dalam mobil tersebut.
Mendengar cerita itu Gina sedikit terkejut. "hah.. Yg benar Ham?" ujar gina
"gua gak tau seperti apa hubungan mereka hanya saja lu tau kan gimana perasaan gua selama ini ke Ica." Balas Ilham.
"aku sih sempat telfonan bareng Ica, katanya dia lagi deket sama cowok tapi gak tau siapa." Ucap Gina.
"mungkin saja si breng*** itu." kata Ilham.
"Ham.. Mulutmu itu.." balas Gina.
__ADS_1
Ternyata sudah 2 kali Ilham melihat Irwan dan Ica bersama, tentu ini membuat perasannya terluka. Terlebih laki-laki yg saat ini bersama dengan Ica adalah Irwan, laki-laki yg terkenal karena selalu menyakiti perempuan yg dia ajak jalan.
-Bersambung-