Kamu & Senja

Kamu & Senja
Mimpi Buruk


__ADS_3

(Masa Kini)


Alfy berjalan menunduk di antara teman-teman sekolah yg terus saja melihat ke arahnya. Tatapan mata yg sinis membuat dia sedikit takut dengan mereka, ada yg iba tak sedikit pula yg mencaci.


Hingga sampailah dia di depan ruang kelasnya. Saat melangkah masuk dan membuka pintu, tiba-tiba ember kecil berisikan air terjatuh dari atas pintu yg dia buka hingga membahasi seragam sekolahnya.


Setengah teman kelasnya tertawa, sebagian ada yg tak peduli dan sebagian lagi ada yg mendekat dan terlihat membantu Alfy.


Terdengar cemooh di telinga Alfy yg membuat hatinya hancur. "rasain lu."


"mampus lu *******."


"udah gak usah di bantu, dia kan *******."


"keluarga *******."


"tanggung jawab lu sama korban bom."


"******* sampah."


Alfy menutup telinga dan berlari keluar kelasnya. Dia berlari menghindari hinaan dan cacian teman-temannya di sekolah. Sudah seminggu dia mendapat perlakuan seperti ini. Terlebih saat insiden yg terjadi sebulan yg lalu, insiden yg merubah kehidupan damai miliknya.


Sekarang tempat teraman baginya adalah halaman belakang sekolah. Dia bisa terduduk di tempat itu sambil menangis atas perlakuan teman-temannya yg lain.


Dan sekarang, dia sedang menangis di tempat yg sama sambil berdoa memohon kesabaran atas cobaan yg menimpanya saat ini. Sedang tertunduk lemas dengan air mata tiba-tiba kepalanya di lempar lumpur padat oleh tiga orang siswa laki-laki.


"*******." Teriak salah seorang siswa itu.


"makan tuh." Teriak yg lain.


"sakit, tolong berhenti." Kata Alfy menahan sakit karena lemparan lumpur mereka.


Tak menggubris, mereka terus saja melempar saking emosinya pada Alfy.


"gara-gara lu, abang gue masuk rumah sakit." Kata salah seorang di antara mereka.

__ADS_1


"tolong jangan."


Terus saja mereka mengganggu Alfy, puncaknya mereka menarik Jilbabnya dan menghempaskan Alfy ke tanah. Lalu menginjak-injak Alfy seperti sampah yg harus di singkirkan. "jangan.. Sakit." terus saja Alfy berteriak minta tolong.


"jangan.. Jangan.."


Sambil dia melindungi kepalanya, tiba-tiba suara lain terdengar jelas. "Ayahku"


"tidak.. Tidak.. Bukan." Suara Alfy semakin keras.


"tidakkk TIDAKK TIDAKKK." Alfy membuka mata, dari desahan nafas yg terputus-putus dan keringat yg mengucur seperti sedang di kejar hantu, dia tersadar.


Dia melihat sekeliling dan pintu kamar yg berada di depannya  tiba-tiba terbuka. Dilihatnya Ayah dan Ibu serta Puput dengan panik menghampirinya. "Na'.. Kenapa nak?" Ujar Ibunya khawatir sambil memeluk Alfy.


"Na'.. Kamu gak papa kan? Kamu mimpi lagi yah?" Ujar Puput.


Alfy dengan wajah pucat terus saja memeluk Ibunya. "Ya Allah.. Lindungilah Anakku ini." ucap Ayahnya yg melihat Alfy ketakutan.


Sejak saat itu, Alfy sering bermimpi buruk. Walaupun kondisinya sudah membaik dari sebelumnya, tapi dia tetap harus memeriksakan dirinya ke dokter setiap sekali seminggu.


"Abi, bukan kah seharusnya dia harus tau." Kata Puput kepada Ayah Alfy.


"jangan.. Jangan beritahu. Nanti dia.." Kata Alfy spontan membantah Puput.


"Na'.. Kamu sudah menerimanya, setidaknya kamu terbuka karena aku takut dia.." jelas Puput.


"kalau menurut Abi, bukan sebuah kewajiban seseorang yg akan menikah saling membuka aib masing-masing karena itu adalah masa lalu. Tapi Abi serahkan sama kamu Na', kalau kamu merasa itu perlu dan bisa membuat kamu lega tidak apa-apa." Ujar Abinya.


"aku.. Aku hanya takut Bi." Kata Alfy mengerutkan dahi.


"tidak papa Na', aku yakin dia tidak akan mempermasalahkan masa lalumu." ucap Puput.


"dia adalah laki-laki yg baik dan sholeh Umi juga yakin itu. Dia pasti mau terima kamu apa adanya." Ujar Umi.


"baiklah kalau begitu, makasih Umi, Abi, kak Puput." Kata Alfy menguatkan dirinya.

__ADS_1


Di tengah perbincangan serius mereka, panggilan Shalat pun berkumandang. "udah Adzan.. Abi ke mesjid dulu yah."


"eh, udah Subuh?"


"iya Na', kamu sih tidurnya nyenyak pakai mimpi buruk segala kan jadi gak sempet tahajjud." Ujar Puput.


"astagfirullah.."


"ya udah, yuk kita siap-siap Shalat Subuh." Kata Umi.


Matahari mulai meninggi, langit yg tadi gelap mulai menampakkan warna cerahnya. Ayam berkokok tanda semua awal dari segala aktivitas dan bagi semua orang aktivitas di mulai dari berbagai macam cara.


Salah satunya dengan menyeruput kopi hitam hangat di awal pagi menyambut hari dengan penuh semangat. Ilham, salah satu orang yg punya rutinitas ini jika dia sempat bangun sepagi ini.


Karena hari ini adalah hari yg spesial untuknya, olehnya itu dia wajib bangun pagi, bukan tanpa alasan, itu karena tepat jam 8 dia akan ujian Proposal Penelitian tugas akhir.


Tak ada yg menyangka bahwa Ilham akan ujian proposal di hari libur semester 7, mungkin karena tak ingin di tinggal oleh yg lain makanya dia termotivasi untuk menyegerakan pengerjaan proposal yg baru saja mendapat acc judul penelitian 2 minggu yg lalu.


Meskipun pesimis karena revisi sampai 7 kali tapi alhasil dia bisa ujian sebelum semester 8 di mulai. Tidak ada yg menduga Ilham akan secepat ini ujian proposal dari semua teman angkatan di kampus, sedangkan dari teman-teman dekatku Ilham ujian setelah Adi, Aku, Gina dan Ica yg telah lebih dulu melewati tahap ujian proposal. Bahkan Ica sudah menyelesaikan Penelitian dan sekarang sedang mengerjakan Isi dari hasil penelitiannya.


Wahid sendiri belum berpikir untuk menyelesaikan kuliah karena masih di sibukkan oleh organisasi, katanya dia baru akan menyusun proposal tahun depan. Begitulah sifatnya, padahal besar harapan Ica agar kami berenam dapat wisuda sama-sama di semester 8 nantinya.


Yg lebih mencengankan adalah Adi, dia diam-diam mengurus ujian Proposal dan mendahuluiku maju untuk ujian, entah apa yg membuat dia berubah pikiran yg awalnya ingin ujian proposal di semester 8 nanti.


Bagi sebagian mahasiswa, mungkin akan dilema ketika melihat teman-teman dekatnya di kampus telah ujian dan selangkah lagi akan meninggalkan kampus. Kekhawatiran untuk tidak bersama lagi bisa menjadi motivasi agar selesai bersamaan.


Dan mungkin itulah yg menjadi semangat Adi dan Ilham dalam mengerjakakan tugas akhir mereka. Proposal penelitian bisa di bilang rancangan atau ilustrasi dari masalah serta mekanisme penelitian yg akan kita lakukan nanti, biasanya dalam ujian proposal tidak ada yg tidak mendapat persetujuan dari Dosen penguji, yg ada hanya merevisi sedikit hal yg dianggap perlu.


Atas dasar pemikiran itu Ilham sepertinya tidak terlalu banyak belajar untuk ujian hari ini, tentu saja. Sederhananya jika Proposal itu adalah asli buatan sendiri maka pertanyaan apapun yg akan di ajukan oleh Dosen penguji pasti bisa di jawab, sebaliknya jika proposal ujian itu copy paste milik orang lain dari internet atau parahnya sebagai mahasiswa menggunakan jasa pembuatan skripsi maka tentu akan kewalahan saat ujian.


Ilham hampir saja menggunakan cara kotor itu untuk mengerjakan proposal miliknya tapi sedikit motivasi dari orang yg di sukainya, sudah cukup membuat dia giat belajar dan membaca untuk bahan proposal miliknya.


Begitulah orang yg sedang jatuh cinta, ibarat dua mata uang kadang memberi dampak baik, tak jarang juga berdampak buruk jika sedang galau.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2