Kamu & Senja

Kamu & Senja
Toko Perhiasan


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Terdengar samar tapi bagi telinga Ilham 'kecil' itu jelas, dia perlahan mendekati sumber suara itu. Semakin mendekat semakin jelas bahwa suara itu adalah suara tangis. Semakin penasaran Ilham 'kecil' lalu mendekat dan dilihatnya anak perempuan yg sedang menangis.


Ilham 'kecil' mendekat dan mencoba menghibur gadis cilik itu. Lalu Ilham 'kecil' teringat satu pesan dari ayahnya. "mengelus kepala wanita dapat menghibur mereka."


Ilham 'kecil' lalu memegang kepala gadis cilik itu. Gadis cilik yg tadinya menunduk sambil menutup matanya kemudian mengangkat wajahnya dan melihat Ilham 'kecil'. Sembari mengelus-elus kepala gadis kecil itu Ilham berkata. "jangan menangis. Ada aku sekarang." Sambil tersenyum dengan giginya yg bolong di tengah.


Gadis cilik itu pun tersenyum melihat gigi bolong Ilham 'kecil'. Lalu mereka berdua bermain bersama layaknya anak kecil pada umumnya. Sedang asyik bermain tiba-tiba Ilham terjatuh dan kepalanya terbentur. "adduh.. Kepala gua." Kata Ilham yg terjatuh dari ranjang tempat tidurnya.


"sepertinya gua mimpiin itu lagi." Ilham bergumam dengan dirinya sendiri.


Ilham berjalan ke arah meja di sudat kamarnya, membuka laci dan mengambil sebuah kotak. Terlihat di dalam kotak ada sebuah gelang dari manik-manik, sekilas sudah tampak tua. Smartphone di meja Ilham tiba-tiba berdering. "Hallo.. Ham. Lagi dimana?" tanya arman.


"baru bangun gua. Kenapa Man?" Jawab Ilham bertanya balik.


Sepertinya Arman ingin memberikan sesuatu untuk ulang tahun ibunya. Olehnya itu dia meminta tolong kepada Ilham untuk membantu mempersiapkan kejutan itu. Mereka berdua lalu bertemu di pusat perbelanjaan. "woy Man.." Ilham berteriak kepada Arman sambil berlari mendekatinya.


"Lama banget kamu." kataku yg sudah cukup lama menunggu kedatangan Ilham.


"iya sorry, gua tadi naik ojek online. Entar anterin gue balik rumah yah." ucapnya balik.


"iya iyaa.. Ayo." Kami pun masuk kepusat perbelanjaan dan menuju ke sebuah toko perhiasan.


"eh.. Ngomong-ngomong kan ulang tahun tente hari senin? Kok lu mau ngasih dia kejutan di hari minggu sih." Tanya Ilham.

__ADS_1


"aku kan senin pagi udah berangkat Ham ke Malaysia. Jadi sebelum berangkat sekalian aja aku kasih Mama kado malamnya." Kata arman menjelaskan.


"so sweet banget sih lu sama ibu lu."


"dia orang tuaku satu-satunya Ham. Dari pada ngasih kado buat pacar mending buat mama sendiri." ujarku


 


"ya elah.. Emang lu punya pacar."


"gak punya sih. Hehe."


"dasar lu jomblo. Haha." kata Ilham sambil tertawa.


 


"mba tolong.. Saya boleh lihat yg ini gak." Kataku kepada pelayan toko perhiasan tersebut.


"lu cari yg kayak gimana Man?" tanya Ilham.


"cari yg pas harganya Ham." Jawabku.


Sepertinya aku menyukai kalung yg tadi aku lihat, tapi begitu mengetahui harganya aku jadi mengurungkan niat karena tidak sesuai budgetku. Meski sedikit kecewa tapi apa daya aku tidak bisa memaksakan kehendak. "lu suka sama kalung itu Man?" tanya Ilham yg melihat raut wajah Kecewaku saat mengetahui harga dari kalung itu.


"iya sih Ham. Tapi uangku gak cukup buat beli itu. Padahal cocok kalau mama yg pakai." Jelasku.

__ADS_1


"slow aja lu. Pakai duit gua dulu." ucapnya sigap mengeluarkan dompet.


"gak enak ah. Gak usah Ham." aku berusaha menolak karena tak ingin menyusahkan Ilham.


"udah pakai aja." Kata Ilham sedikit memaksa.


"tapi Ham.."


"kalau lu masih nganggep gua teman lu. Pakai duit gua." Kata Ilham sambil menyodorkan uang kepadaku.


"ok deh.. Tapi nanti uangnya aku balikin yah." setekah aku pikir dua kali, sebaiknya aku pinjam dulu uang dari Ilham.


"serah lu aja Man. Mau lu balikin atau kagak."


Ilham memang teman yg sangat bisa aku andalkan, mungkin seharusnya aku sudah menganggap dia sebagai sahabat hanya saja lagi-lagi bagiku sahabat tidak sesederhana itu memaknainya.


Setelah aku membayar kalung emas di kasir, aku dan Ilham kemudian melangkah keluar dari toko tersebut. Tapi aku terkejut sesaat aku keluar dari toko, tanpa sengaja aku berpapasan dengan Ica dan seorang lelaki bersamanya. "lohh Ica.." Kataku terkejut.


"loh kok.. Arman.. Ilham..." Kata Ica yg juga terkejut melihat kami berdua.


"hai.. Kalian berdua." Sapa laki-laki yg bersama dengan Ica.


"hah......" Kata Ilham terkejut melihat laki-laki yg menggandeng tangan Ica.


"Irwan...." ucapku begitu melihat laki-laki itu.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2