Kamu & Senja

Kamu & Senja
Kemungkinan Kedua


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Satu hal yg terjadi jika kita sudah berstatus mahasiswa yaitu jam tidur tidak akan teratur. Apa lagi jika kita sudah memutuskan untuk jadi mahasiswa yg aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus. Lain halnya jika kita memutuskan untuk jadi mahasiswa yg fokus pada akademik semata.


Seperti itu pula yg terjadi padaku saat ini, jam sudah menunjuk tepat 12 dan aku baru kembali dari kegiatan bazar UKM Theater. Karena tadi aku berangkat ke sini menggunakan jasa ojek online, akhirnya Ilhamlah yg kemudian mengantarku sampai rumah dengan mobilnya. Sementara Wahid dan Adi pulang menggunakan motor mereka masing-masing. “kenapa bengong Ham?” Kataku melihat Ilham yg menyetir sambil melamun.


“gak papa.” Balasnya.


“hati-hati Ham, jangan bengong gitu bawa mobilnya. Entar kenapa-napa lagi.”


Aku sedikit panik karena saat ini mobil melaju dengan tidak normal. Seakan aku bisa merasakan emosi yg di rasakan oleh Ilham melalui laju mobil ini. “gua kepikiran sama omongannya Adi.”


“yang mana?”


“yang gelang itu. Katanya dia lihat Gina punya gelang yg sama dengan punya gua.” Kata Ilham mulai risau.

__ADS_1


“oh iya sih. Tapi belum tentu juga. Siapa tau Adi salah lihat.” Jawabku mencoba menenangkan kegelisahannya.


"gua harus konfirmasi ke Gina.” Kata Ilham.


“iya. Trus gimana kalau misalnya selama ini kamu salah Ham?” tanyaku.


“salah gimana maksudnya Man?”


"maksudku yg di katakan Adi benar. Bahwa ternyata cewek yg kamu cari selama ini Gina bukan Ica.” Jawabku menjelaskan kemungkinan terbalik kepada Ilham.


“sebaiknya kita pastiin dulu aja itu benar atau salah.” ucapku.


“iya lu bener. Gue harus melihat gelang yg di maksud sama Adi dengan mata kepala gue sendiri.


Sepanjang jalan menuju rumahku, kami membicarakan tentang masa lalu Ilham. Seperti yg sudah di ketahui bahwa Ilham sudah jatuh hati pada gadis cilik yg dia temui ketika dia berusia 5 tahun. Dan sampai saat ini dia beranggapan bahwa gadis kecil itu adalah Ica, tapi mendengar perkataan Adi tentang sebuah gelang yg menjadi saksi pertemuan Ilham dengan gadis cilik itu di miliki oleh Gina membuat Ilham bimbang.

__ADS_1


Bagaimana jika seandainya benar?


Lantas atas dasar apa selama ini Ilham mengejar Ica dan menjatuhkankan hatinya kepada Ica. Jika si pemilik gelang itu ternyata Gina, apakah semudah itu perasaan Ilham beralih kepada Gina. Apakah semudah itu berpaling?


Aku saja yg memikirkan tentang hal ini malah pusing apa lagi Ilham. Tapi aku sempat mengandai-andai tentang hal itu, jika benar maka apa yg akan di lakukan Ilham? Apakah tetal bertahan dengan perasaannya selama ini atau malah perasaannya berusaha jika saja ternyata pemilik gelang itu adalah Gina.


Sesederhana itu kah cinta? Apa bisa seperti itu? Semakin aku memikirkan hal ini, maka semakin aki tidak mengerti tengang isi hati Ilham.


"Kenapa Man? Sepek banget muka lu." ucapku melihatku.


"ngak Ham. Aku hanya.. Ah sudahlah gak usah dipikirin." Kataku.


Aku sudah mengatakan ini berali-kali, definisi cinta berbeda setiap orang yg merasakan olehnya aku berkesimpulan bahwa Ilham mendefinisikan cinta sebagai suatu benda, yaitu gelang sebagai tanda janji masa kecilnya.


Dan rasa cinta Ilham hanya di tujukan oleh pemegang asli dari gelang kopel yg saat ini di pegang oleh Ilham dan di pegang oleh perempuan lain. Sekarang ada dua kandidat antara Ica dan Gina,.. Siapapun pemilik gelang itu maka itulah perempuan yg di cintai oleh Ilham. Ya.. Mungkin seperti itu jalan pikirannya daat ini.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2