Kamu & Senja

Kamu & Senja
Hitam dan Putih


__ADS_3

Di kantin taman UKM kampus, terlihat Ilham sedang bercengkrama dengan Roy. Mereka sedang membicarakan sebuah pertunjukan theater yg akan di gelar bulan depan di gedung kesenian. Sedang serius berbincang, Adi datang menghampiri mereka.


"Ilham."


"oi bro.. Dari mana aja lo?"


" biasalah, kamu lihat Gina gak?" tanya Adi.


"tadi sih ketemu, katanya ada janji sama Ibu Ariana."


"oh, ya udah. Duluan yah."


"eh tunggu."


" kenapa Ham?"


"gua denger lo lagi berantem ya sama Gina?"


"ya biasalah Ham. Namanya cewek suka ngambek." Kata Adi.


"saran gua sih apapun masalah kalian lo ngalah aja bro. Gua temenan sama lo, sama Gina juga. Gua gak mau ngeliat hubungan kalian berdua rusak ampe gak saling bicara kayak gini."


"iya bro, makanya ini aku cari dia buat ngomong."


"maaf maaf nih bro. Bukannya kepo, emang ada masalah apa sih?"


" gak tau juga nih si Gina, kadang dia gak bisa ngerti. Masa dia bicara tentang cowok lain."

__ADS_1


"hah cowok lain? Maksudnya gimana bro? Gina selingkuh?"


"nggak juga. Jadi beberapa hari yg lalu aku kan jalan sama dia. Terus kita ngobrol tentang masa lalu. Biasalah biar ada yg jadi bahan obrolan gitu, eh gak taunya dia malah bahas cinta monyetnya dia waktu kecil. Gimana gak emosi." terang Adi.


"ya elah cuman cinta monyet anak-anak bro, gitu aja kok ngambek."


"nggak bro, masalahnya dia tuh lebay banget. Masa sampai sekarang dia masih ingat aja, gimana gak kesel. Terus katanya si cowoknya waktu masih bocil itu bilang bakal nikahin Gina kalau udah dewasa dan sekarang Gina udah ketemu sama tuh bocil tapi tuh bocil yg sekarang udah gak inget sama dia makanya dia jadian sama aku biar bisa ngelupain cinta monyetnya itu. Gimana gak nyesel bro."


"hm.. Iya juga yah.. Rumit yah."


"akhirnya aku marah dong sama dia, gak sengaja sih ngebentak, tiba-tiba dia nangis. Menurut kamu, aku salah atau tidak?"


"aduh.. Bingung juga gua. Salah mungkin iya soalnya lo udah ngebentak Gina. Tapi di sisi lain Gina juga salah soalnya lo di jadiin pelampiasan doang awalnya. Ya.. Tapiii.. Kalau gua liat sih kalian cocok, Kayaknya Gina juga gak main-main sama elo kan." Ujar Ilham.


"kalau itu aku ngerti bro, cuma masalahnya ya itu.. Nih coba liat." Kata Adi mengeluarkan sesuatu dalam sakunya.


Ilham melongo melihat gelang yg di pegang oleh Adi.


Ilham terus menatap gelang yg di pegang oleh Adi. Dia melihat gelang itu dengan seksama, tak lama dia merogoh tas selampangnya dan mengeluarkan gelang dengan motif yg sama. Dengan seksama dia membandingkan kedua gelang itu dan hasilnya itu adalah gelang dengan motif yg sama walaupun warnanya berbeda. Yg satu berwarna hitam milik Ilham dan yg satunya lagi berwarna putih milik seseorang di masa lalu.


"Ham.. Oi. Ngapain?" ucap Adi yg melihat tingkah aneh Ilham.


Meski sebentar, kenangan kabur masa kecil Ilham terbayang di kepalanya. Ketika seorang gadis cilik memberi sebuah gelang manik-manik hitam kepadanya, gadis kecil itu memegang gelang manik-manik putih.


Iya.. Benar. Sekarang wajah gadis cilik itu terlihat jelas, pada wajahnya terdapat tahi lalat kecil di bawah bibir sebelah kiri dan gadis cilik itu adalah Gina.


Ilham tentu saja terkejut, matanya melebar dan mukutnya menganga. Dia menatap Adi seakan tak percaya atas kenyataan yg baru saja dia ketahui.

__ADS_1


Di tengah kebingungan Adi atas reaksi mengejutkan dari Ilham yg melihat gelang tersebut. Adi tiba-tiba teringat sesuatu yg pernah di katakan oleh Arman tentang Ilham.


Di tambah gelang yg di pegang oleh Ilham membuat Adi pun tak percaya atas kesimpulan yg dia tangkap dalam kepalanya.


"Ilham, tolong katakan kalau kamu bukan bocil yg selama ini di tunggu oleh Gina?" tanya Adi dengan wajah yg mulai memerah dan urat leher yg mulai tegang.


Ilham masih menatap Adi, dia masih mencoba memahami situasi sambil berharap kalau kebenaran ini adalah kebohongan.


"Ilham... Ilham jawab." Ujar Adi membentak Ilham.


"Gu.. Gua.. Gua gak.."  jawab Ilham gagu.


"kampr**." ucap Adi sambil memegang kerah baju Ilham.


Melihat situasi yg berubah jadi tegang antara Adi dan Ilham. Roy yg juga berada di dekat mereka berduapun spontan melerai.


"eh apaan nih? Ada apa bro.." Kata Roy yg menjauhkan Adi dari Ilham.


Ilham diam.. Pikirannya kacau. Ternyata selama ini gadis cilik yg dia temui bukan Ica tapi Gina. Sekarang dia tak tau harus berbuat apa, dia benar-benar bingung dengan kenyataan.


"lepasin gue Roy, lepasin." Ujar Adi.


"eh paan sih bro. Kalian kan temen kok tiba-tiba jadi berantem gini." Kata Roy.


"Ham jelasin ke gue sekarang. Jelesin.."


Ilham sekali lagi melihat ke arah Adi beberapa saat, hingga dia berlari pergi meninggalkan Adi yg tersulut emosinya mengetahui hal yg tak terduga.

__ADS_1


Ilham menjauh untuk menghindari pertengkaran yg tidak perlu sambil mencoba kembali memahami situasi. Dalam hatinya dia masih berharap kalau semua yg terjadi hanya kesalahpahaman.


-Bersambung-


__ADS_2