Kamu & Senja

Kamu & Senja
Perasaan Yang Sama


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Sore selepas ashar di sebuah rumah.


"Kenapa kamu? Melamun seperti itu?"


"astagfirullahaladzim. Abiiiii... Ngagetin aja." Kata Alfy terkejut.


"ya habinya kamu melamun seperti itu kenapa? Ayo kenapa?"


"gak papa Abi."


"hm.. Mencurigakan kamu yah."


"ih Abi mulai deh." Alfy mulai kesal dengan candaan Ayahnya.


"Umi nih.. anak kamu nih mencurigakan." Kata Ayahnya.


"Abi.. Ih kesel." gumamnya.


"Abi becanda sayang." Kata Ayahnya sambil tertawa ringan.


Alfy dan Ayahnya memang cukup dekat. Seperti kata kebanyakan orang bahwa anak perempuan lebih dekat dengan Ayahnya sedangkan anak laki-laki lebih dekat dengan Ibunya.


Ayah Alfy adalah seorang yg humoris. Meski begitu dia juga sangat religius, bukan sesuatu yg mengejutkan mengingat sikap anaknya yg sudah seperti itu.


Alfy dan Ayahnya sangat dekat terlebih lagi setelah kakaknya meninggal. Sejak saat itu, Ayahnya yg humoris ini jadi sedikit khawatir terhadap pergaulan anak perempuan satu-satunya yg dia miliki sekarang. Bisa di bilang ada trauma mendalam kehilangan anak pertamanya, terlebih anak pertamanya meninggal dengan cara yg tragis.


"ada apa?" Kata Ibu Alfy yg berjalan dari arah dapur rumah.


"ini loh Umi, anakmu." balas Ayahnya.


"Kenapa anak Umi yg cantik ini."


"gak ada Umi. Abi tuh yg iseng." Alfy membela diri.


"ini loh. Pegang buku tapi dari tadi Abi perhatikan melamun saja. Gak di baca bukunya."


"Abi ih jangan boong. Dosa."


"iya dosa, tapikan Abi jujur."


"udah Abi.. udah jangan gangguin anak Umi. Kasihan tuh mukanya udah merah."


"Assalamualaikum." Ujar Puput yg baru masuk ke dalam rumah.


"waalaikumsalam."


"dari mana nak?" tanya Ibu Alfy.

__ADS_1


"dari kampus Umi." balas Puput.


Puput tinggal di rumah Alfy sedangkan Ayah dan Ibunya tinggal di kampung. Karena tuntutan kuliah dia harus berada di kota dan tinggal bersama keluarga Alfy. Ayahnya sendiri adalah Adik dari Ibunya Alfy.


"coba tanya tuh Put adek kamu. Sepertinya lagi banyak pikiran." Kata Ayah Alfy.


"Abi udah dong.." Kata Alfy mengelak.


"iya iya." Kata Ayahnya tertawa ringan.


"ya udah Abi, sudah hampir sore. Ayo ke rumah Uztads."


"oh iya."


Ayah dan Ibu Alfy ingin berkunjung ke rumah Uztad Bawazier. Beliau sedang sakit, Ayah Alfy adalah teman baiknya oleh karena itu Ayah dan Ibunya akan menjenguk Uztad tersebut.


"kami pergi dulu nak. Assalamualaikum." Kata Ibunya pamit keluar rumah.


"waalaikumsalam Umi. Hati-hati di jalan." Balas Alfy.


Alfy yg mengantar kepergian orang tuanya kembali masuk dan duduk di ruang tengah. Kali ini sambil menonton tv. Tapi benar, seperti tadi yg di katakan oleh ayahnya saat membaca buku. Kali ini di depan tv dia terlihat menonton tapi pikirannya memikirkan hal yg lain atau singkatnya dia sedang melamun.


"Na.. Hei." kata Puput.


"e iya kak Puput." balas Alfy.


"aku mau pinjem novel di kamar kamu boleh?"


"hm.. Aku jadi penasaran." Ujar Puput curiga.


"ha? Penasaran?"


"tuh kan respon kamu berlebihan."


"kak Puput kayak Abi aja."


"hm.. Arman?"


"hah? Ke kee kenapa? Kok Arman?"


"muka kamu kelihatan panik?"


"biasa aja kak. Astagfirullahaladzim." respon Alfy.


Puput yg tadi berniat meminjam buku tiba-tiba langsung duduk di samping Alfy. "aku bukan Abi yg bisa kamu kelabui Na'. Ayolahlah jujur sama Kakak."


"ngak ada kak. Ya Allah." elak Alfy.


"Kamu suka kan sama Arman?" tanya Puput.

__ADS_1


"hmm..."


Alfy tidak bisa menjawab, matanya tiba-tiba tak ingin menatap Puput yg sedari tadi memasang wajah penasaran.


"jujur atau kakak kelitikin nih." Kata Puput bersiap dengan kedua tangannya.


"iya iya iya. Aku jawab." balas Alfy.


"jadi gimana?" tanya Puput sekali lagi menaikkan alisnya.


"aku.. Gak tau kak. Demi Allah aku gak ngerti sama sekali dengan perasaanku sekarang." Kata Alfy.


"kemarin kita ketemu Arman di Mall, dia jalan sama cewek lain. Kamu cemburu?" tanya Puput.


"aku gak tau kak. Aku."


"kalau gitu, rasanya gimana?"


"rasa apanya?" tanya Alfy polos.


"perasaan kamu kemarin? Waktu kamu melihat Arman dengan cewek lain."


"rasanya.. e rasanya sesak." balasnya.


"sudah ku duga. Kamu suka ya sama dia?"


"aku gak tau kak. Aku bingung. Kalau aku jujur dengan perasaanku, aku takut. Aku hanya bisa berdoa kak agar perasaan ini hilang jika dia bukan yg terbaik untukku. Tapi semakin lama, aku.. Aku semakin menyukainya." Ujar Alfy.


sepertinya sudah bisa di tebak bahwa Alfy nyatanya memiliki perasaan yg sama dengan apa yg di rasakan oleh Arman.


"hm.. Na' dengerin Kakak. Kamu tidak usah khawatir. Rasa suka itu wajar, apa lagi suka terhadap lawan jenis di umur kita sekarang itu sangat wajar. Yg salah itu kalau rasa suka atau cinta yg kita rasakan ini kita salurkan dengan cara yg salah di mata Allah. Kamu sudah benar dengan berdoa tapi ada baiknya kamu jujur sama perasaan kamu supaya kamu bisa lega dan tidak kepikiran terus." jelas Puput.


"maksudnya aku harus jujur sama Arman? Aku harus bilang ke dia?"


"kalau menurut kamu itu adalah cara agar kamu bisa tenang dan tidak kepikiran terus, lakukan saja."


"tapi aku kan perempuan kak."


"emang kenapa kalau kamu perempuan?"


"bukannya yg harus menyatakan dahulu adalah laki-laki. Bukannya yg mengkhitbah adalah laki-laki?" tanya Alfy.


"iya yg mengkhitbah atau melamar memang laki-laki Na', tapi perihal menyatakan itu beda. Kamu tau di jaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Waktu beliau menikah dengan Khadijah Radiyallahu anhuma. Yg menyatakan keinginan untuk menikah bukanlah Rasulullah tapi Khadijah lah yg menyatakannya terlebih dahulu. Dan masih banyak lagi kisah di jaman Nabi tentang bolehnya perempuan menyatakan perasan kepada laki-laki yg di sukainya. Tentu saja dengan unsur yg tidak melenceng dari agama." Terang Puput.


Alfy diam mendengar nasehat Puput. Dia terlihat berpikir tentang perasaan saat ini."Na'.. Sejak kapan kamu suka sama dia?"


"sejak.. Saat itu."


"saat itu?"

__ADS_1


"Sebenarnya aku sudah kenal Arman waktu aku masih SMA kak." Kata Alfy.


-Bersambung-


__ADS_2