Kamu & Senja

Kamu & Senja
Mencoba Jujur


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Hari ini semua teman-teman tampak galau, karena baru saja Dito selaku ketua kelas di mata kuliah Administrasi Pembangunan di hubungi oleh Pak Adnan. Katanya mata kuliah ini seharusnya di isi oleh Pak Adnan tiba-tiba di ganti oleh Ibu Gusti. Tentu hal inilah yg memicu galau dan kurangnya niat belajar sebab dosen yg mengajar adalah Dosen dengan sikap kedisiplinan yg tinggi atau biasa di sebut Dosen Killer. “ya elah di antara semua Dosen kenapa harus Ibu Gusti.” Kata Ilham mengeluh dengan dirinya sendiri.


“bagus dong, biar semua gak ribut pas kuliah.” Kata Wahid.


“gak ribut sih.. Tapi badan kaku.” Kata Adi dengan nada bercanda.


“ini untuk Arman.. Ini Wahid.. Ini Adi.” Ucap Siska membagikan undangan kepada semua teman-teman di kelas.


“loh.. Siska, untuk gue mana?” kata Ilham.


“sorry Ham, kamu gak di undang. Mantan di larang datang.” Kata Siska lalu tertawa.


Seisi kelaspun ikut tertawa melihat mereka berdua. “becanda kali Ham. Nih buat kamu.” Ujar Siska memberikan undangan.


“cepet banget lu nikah Sis, baru juga semester 4.” Kata Ilham.


Siska adalah salah satu teman angkatan kami, dia pernah menjalin hubungan dengan Ilham waktu masih semester 1 sebelum Ilham ngejar-ngejar Ica. Tapi hubungan mereka berdua tidak berjalan mulus karena belum sebulan mereka berdua putus.


Dan akhirnya Siska sebentar lagi mengakhiri masa lajangnya, dia berhasil mewujudkan mimpinya untuk menikah di usia muda. Entah mengapa sekarang lagi trend menikah di usia muda, banyak pasangan yg menikah di usia 20 tahunan. Kalau aku mungkin juga tidak ingin menikah terlalu tua tapi setidaknya mendapatkan pekerjaan tetap terlebih dahulu.


Meski begitu, tapi calon suami Siska merupakan seorang pengusaha muda, Siska dan calon suaminya terpaut usia 5 tahun. Tidak terlalu jauh untuk menjalin hubungan, tapi kalau menurut ku usia itu bukan halangan untuk bersama sebab usia atau umur hanya sebuah angka jika di hadapan cinta.


Dengan mengakhiri masa lajangnya, Siska jadi orang pertama di angkatan kami yg menikah dan aku harap nanti bukan aku yg jadi orang terakhir di antara teman-teman yg lain, yg pasti pasanganku nanti aku harap Alfy. “Ibu Gusti datang...” Kata Aan sambil berlari masuk ke kelas.


Mendengar Aan berteriak seperti itu, suasana kelas yg tadi riuh tiba-tiba hening. Yg tadi lalu lalang semua jadi duduk di bangku masing-masing. Tidak bergerak bagaikan patung sampai urat-urat pada tegang, intinya adalah tenang dan tidak mengganggu perkuliahan selama Ibu Gusti yg mengajar.


Ketika Ibu Gusti membuka pintu, hawa dingin tiba-tiba masuk bersamaan dengan masuknya Beliau dan duduk di mejanya. Tak ada yg berani bersuara maupun menengok sana sini. Ketika kemudian Beliau mulai menyebut satu persatu nama bermaksud mengabsen maka saat itu yg boleh menjawab hanya dia yg namanya di sebut dan jika tidak menjawab maka langsung kena coret. Kurang lebih seperti itulah proses kuliah dika yg mengajar adalah Dosen yg terkenal dengan Kedisiplinannya.


Setelah berkutat dalam kelas Ibu Gusti. Akhirnya kuliah pun selesai. “hadeh.. Leher gua kaku nih.” Kata Ilham memegang lehernya.


“kaki ku kesemutan.” Kataku memegang kaki.


“mataku merah.” kata Wahid.


“hah.. Napa lu? Jangan bilang lu gak berkedip sama sekali sampai Ibu Gusti keluar ruangan.” Kata Ilham kepada Wahid.

__ADS_1


“hahaha.. Gak. Gak.. Bercanda.” Kata Wahid tertawa.


“ngomong-ngomong Gina sama Adi kemana?” tanya ku.


“katanya sih Gina ada urusan.” Jawab Wahid.


“trus Adi kemana?” tanya Ilham.


“ngenterin Gina.” Kata Wahid.


“sebentar lagi ada yg jadian nih.” Ucapku.


“hahaha.. Pantas aja belakang ini mereka berdua sering barengan.” Kata Ilham.


“hi.. Boleh gabung gak.” Kata Ica menghampiri.


“eh Ca’.. Duduk aja.” Kata Wahid.


“nyantai aja kali..” Kata Ilham.


Ica tersenyum dan duduk di samping Wahid.


“dari rumah aja, sebentar sore ada kuliah soalnya.” Jawabnya.


“cantik amat sih lu Ca’ jadian yuk.” Kata Ilham sambil tertawa.


“fix nih kayaknya bakal di tolak lagi.” Sambung Wahid.


Aku lihat Ica tidak merespon, dia hanya diam terlihat sedang mengumpulkan keberanian untuk jujur. “Ham.. Maaf aku udah punya pacar.” Kata Ica kepada Ilham.


Mendengar hal itu ekspresi wajah Ilham berubah. Yang tadinya banyak omong sekarang hanya diam, begitu pun Wahid terlihat tak tau harus berkata apa mendengar hal itu. Sempat hening dan suasana jadi sedikit tegang. “oh.. Siapa cowok tidak beruntung itu?” Kata Ilham sedikit memaksa untuk bercanda dan tertawa.


“aku baru jadian sama Irwan.” Jawab Ica serius.


Saat mendengar nama itu, semakin tampak di wajah Ilham. Wajah yg terlihat kecewa kemudian di paksa untuk pura-pura bahagia.


“oh.. Selamat lah.. Moga aja keputusan lu tepat.” Kata Ilham bijak.

__ADS_1


“Ca’ kalau boleh jujur aku tidak mendukung keputusan kamu, tapi mengingat kamu adalah teman baik ku. Semoga kamu bahagia.” Kata Wahid.


Ica yg tadi terlihat khawatir mungkin karena teman-teman yg lain tidak mendukung dia sekarang jadi lega dan merasa di terima kembali oleh mereka.


Aku pun tentu mendukung Ica, akhirnya kami bertempat melanjutkan percakapan seperti biasa walaupun aku tau dalam hati Ilham sangat hancur tapi melihat raut wajahnya sekarang yg seperti itu. Aku jadi tau satu hal, ternyata Ilham pembohong yg hebat.


*ditempat lain, diwaktu yg sama


Di koridor Fakultas Ekonomi, terlihat Dian berjalan dengan cepat. Gelagaknya menandakan bahwa dia sedang buru-buru memegang sebuah berkas, di depannya ada Dosen yg baru saja keluar dari kelas.


Sepertinya Dian terlambat masuk kelas dan terlambat mengumpulkan tugas kuliahnya. Untung saja Dosen itu masih mau menerima tugas yg dia berikan. “Dian.. kemana aja lo? Kok telat?” tanya Anya salah satu teman kampus Dian dan juga teman UKM Ilham.


“iya nih. Sial banget nasib gue hari ini. Tadi ban mobil gue bocor.” Balasnya terlihat kesal.


“eh tadi Ivan cariin lu. Katanya lu udah putus sama dia tapi kok dia bela-belain sih buat kejutan ulang tahun buat elu” kata Anya keceplosan.


“hah.. Kejutan ulang tahun. Ahh bebi so sweet banget.” Balasnya mengekspresikan rasa senang.


“loh.. Kok sos sweet? Lu balikan yah sama dia?”


“iya Nya. Biasalah lah Ivan gak bisa hidup tanpa gue.”


“lah.. Trus pacar lu yg satunya itu.. Yg mukanya mirip oppa oppa korea gimana?”


“ohh.. Kalau lu mau ambil aja.” Kata Dian.


“gak ah.. Tampangnya sih keren tapi kayaknya sifatnya gak baik.”


“eh trus emang Ivan bilang gitu yah. Mau ngasih gue kejutan?”


“iya.. Kata dia tadi sih.”


Dian tersenyum sendiri sepanjang jalan bersama Anya. “eh tapi gak surprise lagi dong, soalnya lu kasih tau gue tentang ini.” Kata Dian.


“ya mana gue tau. Gue gak cuma mau mastiin aja hubungan lu sama Ivan.” Balas Anya.


“yaaa.. Tapi gak papa lah.. Yg penting bebiku sayang gak lupa ulang tahunku.” Kata Dian tersenyum dengan angan-angannya.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2