
(Bagian Flashback)
Hari ini ada pertemuan di kampus untuk mahasiswa yg minggu depan akan berangkat ke luar negeri untuk program studi banding. Aku yg merupakan salah satu mahasiswa beruntung itu pun harus hadir dalam pertemuan itu. Tentu aku bersemangat ke pertemuan itu, selain karena pertemuan itu sendiri, juga ada alasan lain yg membuatku semangat seperti saat ini.
Suasana di kampus hari ini tampak sepi dari hari biasanya, maklum saja karena memang sedang libur semester. Jika suasana sedang libur begini yang terlihat hanya ada dua golongan mahasiswa. Pertama mahasiswa tua alias senior-senior semester akhir yg sibuk bolak-balik ruang akademik dan ruang dosen untuk mengurus tugas akhirnya (skripsi) dan golongan kedua adalah mahasiswa organisatoris yg sibuk dengan kegiatan organisasi di kampus.
Karena jadwal pertemuan masih satu jam lagi, aku memutuskan untuk ke ruangan UKM penalaran ilmiah. Siapa tau saja di sana ada teman-teman UKM yg lagi nongkrong.
Saat kemudian aku menyusuri koridor menuju ruang UKM, di depan ku tampak tiga orang yg berjalan berlawanan arah denganku. Satunya laki-laki dan dua orang di belakangnya perempuan.
Semakin dekat wajah mereka bertiga semakin jelas, ternyata salah seorang laki-laki itu adalah kak Steve. Dia adalah ketua UKM penalaran ilmiah yg menjabat sekarang. Dan perempuan di belakangnya adalah.. Ya.. Yg tidak asing bagiku. Dia Fina.. Perempuan yg selalu membuat jantungku berdetak kencang saat bertemu seperti ini dengannya."Arman.. Kemana aja kamu? Baru nongol." Kata kak Steve yg mencoba menyapaku.
"iyaa nih kak. Hehe." Jawabku canggung karena memang aku sudah jarang mengikuti kegiatan-kegiatan ukm penalaran ilmiah.
"mau kemana kamu?" tanya kak Steve.
"ini kak, mau ke ruang UKM. Siapa tau aja ada anak-anak di sana." Jawabku
"ohh kesana aja. Ada kok mereka, lagi pada main ps (playstation)." Kata kak Steve sambil memegang pundakku.
Sementara aku berbicara dengan kak Steve aku lihat Fina dan salah seorang perempuan juga sedang membicarakan sesuatu. Aku mulai berfikir jika Fina melihatku apakah dia akan kenal denganku. Tapi sampai pembicaraanku dengan kak Steve selesai dia sama sekali tidak melihat ke arahku.
Saat sebelum kak Steve pergi."kak.. Maaf dua orang cewek itu siapa?" tanyaku.
__ADS_1
"lah.. Kok nanya. Kamu gak kenal? Mereka kan anggota UKM."
"hah..." ucapku terkejut terheran-heran.
"makanya rajin-rajinlah ikut kegiatan UKM Man. Biar kenal sama teman sendiri. Haha." Kata kak Steve menggoda ku sambil berjalan menjauh.
Entah ini sudah menjadi kebetulan yg ke berapa aku tak tau, hanya saja dari setiap kebetulan-kebetulan yg sering terjadi aku rasa ini yg paling menguntungkan. Bagaimana tidak, Fina ternyata satu UKM denganku. Tentu ini adalah peluang besar agar aku bisa kenal dan akrab dengannya.
Setelah aku nimbrung dengan teman-teman di UKM, karena sudah masuk waktu pertemuan. Aku bergegas ke gedung tempat pertemuan itu di laksanakan. Ku lihat ada sekitar 11 orang yg hadir termasuk amu sendiri. 4 orang yg akan berangkat ke Jepang, 4 orang yg akan berangkat ke Thailand dan 4 orang lagi di kelompokku yg akan berangkat ke Malaysia.
Seharusnya 4 orang tapi yg hadir saat ini hanya 3 orang termasuk aku sendiri. Yg tidak hadir adalah.. Fina.
sudah 30 menit saat pertemuan antar mahasiswa yg berkesempatan studi banding ke luar negeri berlangsung saat ini, akupun telah berkenalan di awal pertemuan dengan Ana dan Riyal. Dua mahasiswa yg akan berangkat ke Malaysia selain aku.
Di pertemuan ini kemudian di jelaskan secara detail tentang apa saja program atau apa saja kegiatan kami selama berada di Malaysia. Mulai dari ikut dalam perkuliahan di salah satu kampus, mendatangi Dubes Indonesia, berwisata dan masih banyak yg lain. Tentu bagi kebanyakan mahasiswa yg ikut program ini, wisata adalah tujuan utama.
Menjelang di bubarkannya pertemuan ini. Tiba-tiba suara pintu ruangan terbuka dan yg kulihat masuk ke ruangan adalah dia.. Fina. "assalamualaikum.. Maaf Pak. Saya terlambat." Kata Fina kepada Dosen pendamping terlihat menyesal.
"iyaa.. Tidak apa-apa. Nanti kamu tanya saja sama teman kamu yg lain di sini untuk lebih jelasnya ya." Balas dosen pendamping.
"iyaa pak." Balas Fina.
Tak lama pertemuan pun selesai dan kami semua keluar ruangan. Aku belum sempat berkenalan dengan Fina, kulihat dia berbicara dengan Ana tentang pertemuan kami tadi. Namun sepertinya Ana sedang buru-buru dan belum sempat menyampaikan semua informasi tentang pertemuan itu kepada Fina.
__ADS_1
Aku lalu mencoba untuk menghampirinya, mencoba untuk lebih akrab dengannya tapi belum sampai langkahku kepadanya. Dia di hampiri oleh seorang perempuan. Kemungkinan perempuan itu adalah temannya dan mereka berdua pun pergi.
Sial.. Itulah yg ku fikirkan. Kadang aku merasa jarak yg dekat belum tentu mendekatkan, malah sebaliknya. Aku seperti tidak bisa menjangkau dirinya, meski tinggal beberapa langkah. Selalu saja ada yg menghalangiku, selalu saja ada jarak yg tidak aku sadari. Apa yg salah dari ku?
Di parkiran kampus aku melamun sendiri, niatnya ingin langsung pulang tapi aku malah duduk di atas motorku memikirkan hal yg baru saja terjadi. "woi.. Ayo loh.. Ngapain di sini sendiri?" kata Wahid tiba-tiba datang den mengagetkanku.
"ehh.. Hah.. Astagfirullah." Kataku terkejut hampir jatuh dari motor.
"hahaha.. Kenapa Man? Galau bener kalau aku lihat." ujarnya.
"ngagetin aja kamu. Gak papa ini mau balik ke rumah." Jelasku.
"oh iyaa. Jadi kapan dong berangkat ke Malaysie." Wahid Bertanya dengan aksen Malaysia
"minggu depan gak jadi katanya, mungkin kurang lebih 2 minggu lagi dari sekarang." Jawabku.
"ok lah.. Hati-hati bro. Jangan lupa oleh-olehnya."
"oleh-oleh apaan?"
"cewek Malaysie." Katanya sambil bercanda.
Kami berduapun tertawa bersama. Aku pamit pulang kepada Wahid. Sementara dia masih harus berada di kampus karena urusan organisasi.
__ADS_1
-Bersambung-