
(Bagian Flashback)
Alfy lanjut menjelaskan ke Puput awal mula dia bertemu dengan Arman.
Siang cukup terik waktu itu, Alfy masih duduk di bangku kelas 1 SMA. saat jam pulang sekolah seperti biasa dia menunggu Kakaknya yg biasa menjemputnya pulang. Tapi entah mengapa hari ini kakaknya tidak terlihat, mungkin dia terlambat. Alfy memutuskan untuk menunggu kakaknya lebih lama.
Dia menunggu dan bersabar sampai semua siswa di sekolah tersebut telah pulang. Tersisa dia yg masih berdiri menunggu kakaknya di depan gerbang sekolah, sampai satpam yg berada di sekolah itu menyuruh Alfy agar menunggu di depan Halte tepat di seberang jalan karena gerbang sekolah akan di tutup.
Awalnya dia ingin pulang menggunakan angkutan umum tapi sekali lagi dia memutuskan untuk menunggu. Menyebranglah dia ke halte yg di tunjuk satpam untuk menunggu kakaknya datang menjemput.
Dia terus berdiri di halte karena cukup banyak orang di halte tersebut hingga tidak menyisakan tempat untuk duduk.Ketika sedang menunggu, dua orang pemuda yg berpakaian lusuh layaknya preman mendekat.
Alfy terlihat risih di dekati oleh kedua pemuda itu. Perlahan Alfy menjauh, ternyata kedua pemuda itu mendekat dan langsung menarik jilbab panjangnya hingga dia terjatuh ke tanah.
Orang-orang yg berada di sekitar hanya melihat, beberapa ada yg bereaksi tapi kedua pemuda itu mengatakan sesuatu. Sesuatu yg amat melukai hati Alfy.
"jangan ada yg mendekat. Siapa tau perempuan ini punya bom di balik bajunya seperti pelaku bom bunuh diri kemarin di tv itu." Kata salah satu pemuda.
"perempuan ini pasti *******. Lihat saja caranya berpakaian." lanjut pemuda yg kedua.
Jilbab panjang warna putih yg di kenakan oleh Alfy kini jadi bumerang untuknya. Dia di cemooh dan jadi objek bullyan oleh kedua pemuda itu. Dia di katai sebagai salah satu komplotan ******* karena caranya berpakaian.
Memang streotip tentang pakaian tertutup baru-baru ini berkembang karena tragedi bom bunuh diri yg di lakukan seorang laki-laki yg menyamar memakai cadar dan jilbab panjang di sebuah gedung Pusat perbelanjaan beberapa hari yg lalu.
Orang-orang yg tadi berniat menolong menurunkan niatnya karena mendengar ucapan kedua pemuda itu. Dengan tatapan jijik, orang-orang sekitar melihat Alfy yg sedari tadi tergeletak di tanah tengah memperbaiki jilbabnya yg hampir saja terbuka.
Salah satu pemuda tersebut kembali mendekat ke arah Alfy, lalu memegang tangannya dengan kasar. Alfy yg tak terima di sentuh, dia mencoba meronta agar di lepaskan. Sementara pemuda yg kedua menarik paksa kembali jilbab panjangnya. Terus saja Alfy mempertahankan jilbabnya itu agar tak memperlihatkan rambutnya. Bukan masalah rambut tapi ini menyangkut kehormatannya sebagai seorang muslimah.
Orang-orang di sekitar tidak peduli, mereka terlihat apatis karena sependapat dengan kedua pemuda itu. Terus saja Alfy di bully dan di katai ******* oleh kedua orang itu dan Alfy terlihat menangis sambil membela diri sekuat tenaganya.
Tiba-tiba di tempat kejadian, sebuah motor tiba-tiba berhenti. Turun seorang anak remaja laki-laki mengenakan seragam sekolah berbeda dengan seragam sekolah yg di pakai oleh Alfy. Anak remaja itu berlari dan mendekat ke arah Alfy yg sedang di ganggu dua pemuda.
Dengan gagah berani remaja itu mendorong salah seorang pemuda yg menarik-narik jilbab Alfy. Pemuda itu terjatuh sedangkan pemuda kedua yg melihat remaja berseragm sekolah itu mendekat langsung melayangkan pukulan kepadanya. Remaja itu terjatuh ke tanah karena pukulan tepat mengenai wajahnya.
Ketika ingin bangkit remaja itu kembali mendapatkan pukulan, sementara itu orang-orang yg berada di sekitar hanya diam, sebagian mengeluarkan smartphone dan merekam perkelahian yg terjadi.
Pemuda yg di dorong oleh remaja itu kembali bangkit dan mendekat ke arah Alfy. Sepertinya dia belum puas mengganggu Alfy sampai jilbab panjang berwarna putih yg di kenakannya itu terbuka.
Sementara remaja yg tadi berniat menolong masih terlibat perkelahian dengan pemuda kedua. Remaja itu terlihat memaksakan diri, dia bangkit terus dan terus bangkit walau terjatuh beberapa kali.
Remaja itu akhirnya sadar bahwa dia tak bisa menang, dengan jeli dia melihat sekeliling dan meminta tolong tapi tetap saja orang yg berada di sekitar tidak menggubris. Sungguh nahas, separah inilah streotip tentang pakaian ******* belakangan ini. Hal ini adalah imbas dari serangan bom beberapa waktu yg lalu, menewaskan 5 orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Beberapa saat kemudian setelah remaja laki-laki itu berteriak minta tolong, seorang Ibu terlihat bergerak. Mungkin karena kasihan dan tak tega Ibu itupun tiba-tiba mendekat dan mencoba membantu Alfy yg masih saja di Bully oleh pemuda pertama.
Sementara remaja yg tadi menolong Alfy masih berseteru dengan pemuda kedua. Terlihat pipi sebelah kanannya mulai membengkak akibat pukulan pemuda tukang Bully itu.
Akhirnya karena tindakan Ibu yg menolong Alfy akhirnya beberapa orang terlihat juga mulai iba dan membantu Alfy dan remaja itu. Merasa terpojok kedua pemuda itu akhirnya meninggalkan Alfy.
Alfy pun di bantu berdiri oleh Ibu yg tadi menolongnya. Sementara remaja yg turun dari motor untuk menolong Alfy kemudian menatap rendah orang-orang yg ada di sekitar tempat itu. "bagaimana mungkin kalian semua bisa diam seperti tidak terjadi apa-apa? Hah?" Teriak remaja itu kepada orang-orang yg sedari tadi hanya menonton tanpa melakukan apa-apa.
__ADS_1
Orang-orang yg berada di sekitar memandang remaja itu. Seakan tanpa rasa bersalah mereka mengabaikan hal tersebut. "kalian semua tidak tahu malu. Bagaimana kalau cewek ini sampai terluka?" Teriak remaja yg mengenakan seragam sekolah itu.
"apa kalian punya hati?." sambungya sambil meludah saking marahnya karena tindakan apatis oleh orang-orang yg berada di sekitar.
Remaja itu kemudian mendekati Alfy yg terlihat ketakutan karena bullyan yg dia dapatkan. Alfy duduk di kursi halte yg di sampingnya duduk pula Ibu yg menolongnya.
"Kamu gak papa nak? Maafin Ibu yah, Ibu terlambat menolong kamu." ucap Ibu itu.
"Kamu tidak papa kan?" tanya remaja laki-laki itu pada Alfy.
Alfy mengangguk tanda dia tak apa-apa meski sedikit gemetar.
"rumah kamu dimana? Mau aku antar?" Kata remaja itu.
"maaf, saya sedang menunggu kakak saya." Kata Alfy.
Tak lama beberapa angkutan umum datang dan Ibu yg menolong Alfy pun naik kedalam angkutan umum itu meninggalkan Alfy. Beberapa Orang pun juga naik ke angkutan umum dan menyisakan sedikit orang termasuk Alfy dan remaja itu.
"ini sudah cukup lama? Apa kau punya smartphone, kenapa tidak menelepon kakakmu saja." tanya remaja itu.
"saya tidak menbawanya." jawab Alfy malu-malu.
"hm.. Baiklah aku akan di sini lebih lama sampai kakakmu datang."
"maaf, tidak usah. Saya tidak mau merepotkan."
"maaf, gara-gara saya kamu jadi terluka."
"tidak papa. Luka ini biasa saja. Aku sudah sering terluka karena latihan karate. Ya.. Kamu taulah." Kata remaja itu terlihat ingin menyombongkan diri.
Remaja itu menatap Alfy tapi tak sedikitpun Alfy menaikkan pandangannya untuk menatap pemuda itu. Dari tadi Alfy hanya tunduk dan terlihat canggung.
"jadi, e kamu sekolah di situ?" tanya remaja itu sambil menunjuk sekolah yg berada di depan halte.
"iya."
"oh..
"e maaf. Terima kasih sudah menolongku tadi." Kata Alfy.
"tidak masalah. Aku paling benci jika melihat orang di ganggu. Bapak sering berkata bahwa menolong orang yg sedang susah itu wajib karena kita makhluk sosial yg jalan beriringan dan saling memengaruhi satu sama lain." Kata remaja itu mulai sok bijak.
"Bapakku juga seorang polisi, aku sangat bangga padanya. Dia sering menolong orang di jalan. Makanya aku sangat ingin menjadi seperti Bapakku dengan menolong orang yg sedang kesulitan." sambung remaja itu.
Alfy hanya diam mendengar perkataan remaja itu.
"e maaf yah, aku banyak bicara." Kata remaja itu sambil tersenyum dan menggaruk-garuk kepalanya seperti sedang gugup.
Setelah beberapa saat, terlihat kakak Alfy datang. Alfy yg sedang berada di halte berteriak memanggil kakaknya yg sedang berada di seberang tepatnya di depan sekolahnya.
__ADS_1
Kakaknya yg mendengar teriakan berbalik dan melihat Alfy di seberang dan segera menghampirinya.
"Alfy.. Kamu kenapa dek?" tanya Kakanya yg panik melihat Adiknya dengan seragam sekolah yg terlihat kotor.
"eh kamu siapa? Kamu apain adekku? Hah?" sambung Kakaknya sambil mendorong Remaja yg sedari tadi bersama Alfy.
"kak jangan, dia yg sudah menolong saya tadi." Kata Alfy.
"menolong?"
Alfypun menceritakan kejadian yg menimpanya beberapa saat yg lalu.
"astagfirullah. Ya Allah, kamu gak papa kan dek? Apanya yg sakit?" tanya kakaknya itu dengan khawatir.
Alfy memberi isyarat kalau dia baik-baik saja.
"Kamu. Makasih. Terima kasih. Sekali lagi jazakallahu khairan.. Sudah menolong adikku."
"iya kak." jawab remaja itu.
"Maaf ya dek. Tadi kakak ada urusan, aku kira kamu sudah pulang naik angkutan umum. Tapi pas sampai rumah kata Umi kamu belum pulang makanya kakak ke sini. Untung saja kamu tidak papa." Kata Kakanya itu kepada Alfy.
"oh iya, kamu makasih sekali lagi. Namamu siapa?" tanya Kakak Alfy pada remaja itu.
"aku Arman Kak."
"Arman, makasih sekali lagi. Saya akan ingat nama itu. Namaku Imam. Saya Kakanya Alfy." Kata Imam menjabat tangan Arman.
Alfy yg sedari tadi menundukkan pandangan kepada Arman akhirnya mengangkat kepalanya dan melihat seorang remaja laki-laki yg seumuran dengannya, remaja itu bernama Arman.
"ya udah, Arman. Saya pulang."
"iya kak. Hati-hati di jalan."
Akhirnya Imam dan Alfypun meninggalkan halte dengan motornya.
Arman terlihat senang karena sudah menjadi pahlawan seperti Ayahnya. Dia pun pergi tak lama setelah Imam dan Alfy pergi dari halte.
Semantara di perjalan Alfy terus saja mengingat wajah Arman, wajah orang yg menolongnya di saat semua orang memandang dia seperti sampah atau *******.
Puput yg sedari tadi mendengarkan cerita masa lalu Alfy mulai tertarik dan semakin penasaran. "yg bener dek? Terus- terus?" tanya Puput yg masih penasaran dengan kelanjutan kisahnya.
"itu pertama kali aku ketemu sama dia kak. Setelahnya aku ketemu beberapa kali tapi entah kenapa aku sering menghindar darinya." jawab Alfy.
"terus kapan kalian bisa kenal dan berteman?" tanya Puput semakin penasaran.
"setelah kejadian itu, entah mengapa aku berdoa kepada Allah supaya aku bisa bertemu dengan dia lagi jika dia adalah jodohku. Sampai suatu waktu aku bertemu dia sekali lagi di kampus. Tapi waktu itu.."
-Bersambung-
__ADS_1