Kamu & Senja

Kamu & Senja
Kabar Baik


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Padahal kemarin baru saja perkuliahan dimulai, tapi kadang waktu berputar dan berganti tanpa di sadari sudah berlalu cukup jauh, kadang jika kita begitu memaknai setiap hal yg kita lakukan, hal itu akan membuat kita tak sadar akan waktu yg telah kita habiskan.


Seperti kataku, tak terasa perkuliahan semester ini sudah memasuki pertemuan terakhir. Artinya kampus akan mulai sepi dan sebagian teman-teman akan menikmati libur di kampung halamannya masing-masing. "baiklah.. Perkuliahan cukup sampai di sini. Jangan lupa tugas finalnya saya tunggu sampai jam 10 malam. Kalian tinggal kirim saja ke email Bapak." Ucap Pak Azis salah satu dosen yg menutup perkuliahan dengan memberikan tugas final.


Di tandai dengan keluarnya pak Azis dari kelas, maka berakhirlah jadwal perkuliahan semester 3 dan perkuliahan semester selanjutnya akan di mulai sekitar 2-3 bulan lagi. Cukup lama juga waktu untuk beristirahat. Ada banyak cara yg bisa di habiskan seorang mahasiswa ketika libur seperti sekarang.


Sebagian mungkin akan mengahabiskan waktunya untuk kegiatan organisasi kampus, sebagaikan ada yg aktif mengikuti berbagai kegiatan sosial, sebagian juga ada yg kerja, sebagiannya lagi memilih libur atau istirahat total dari urusan dunia kampus.


Aku dan Ilham tentu tidak akan kemana-mana karena memang kami berdua tinggal dan menetap di kota ini. Sedangkan Adi, Ica dan Gina mungkin akan langsung kembali ke kampung untuk bertemu kembali dengan orang tua, untuk Wahud dia mungkin akan berada di kota ini sedikit lebih lama sebelum kembali ke kampungnya karena kesibukan sebagai salah satu mahasiswa yg aktif dalam kegiatan sosial.eh.. Minggu ini kita berenam jalan bareng yuk. Sebelum balik ke kampung." kata Ica.


"boleh.." Kata Gina sambil nganggur-ngangguk.


"kemana?" tanya Adi


"ke hati Ica saja yah. Boleh gak?" saran Ilham mencoba merayu.


"stopp.. Gak boleh masuk." Kata Ica sambil menyilangkan lengannya.


Kami pun tertawa bersama. "Ilham Ilham.. Kamu sudah di tolak 9 kali. Haha." Kata Gina.


Aku lihat Ivan dari jauh, sepertinya dia sedang mengarah ke sini. Dia tidak sendiri sepertinya dia berdua dengan seorang perempuan. "hai Man. Boleh gabung gak nih?" kata Ivan kepada teman-teman.


"tentu saja. Silahkan." Balas yg lain.


"oh iyaa nih. Kenalin pacarku namanya Dian." Kata Ivan sembari menunjuk perempuan di sebelahnya.


"kayak pernah lihat yah mbanya." Kata Adi kepada Dian.


"oh yah.. Biasa foto model emang gitu." Kata perempuan bernama Dian ini dengan nada sedikit sombong.


Dilihat dari sikapnya, Dian mungkin adalah perempuan yg sombong. Jika di lihat dari penampilannya, Dian tipe perempuan yg suka dandan dan hidup glamor. Katanya dia juga sudah beberapa kali ikut pemotretan untuk produk-produk kecantikan. Dengan followers instagram yg hampir 1 juta dia juga terkenal sebagai salah satu selebgram."eh kok benar yah. Gak asing sama mukanya." Kata Adi kepadaku bisik-bisik.


"iya juga yah.. Pernah lihat dimana yah?" Kataku penasaran. (masih bisik-bisik dengan Adi)


"ada apa Man?" tanya Ivan penasaran.

__ADS_1


"eh.. Anu.. Eh.. Van.. Kamu pulang ke jepang gak?" jawabku panik.


"iyaa. Mungkin minggu depan."


"ohh iya van. Sebelum ke jepang jangan lupa ke rumah yah. Soalnya mamaku sering nanyain kamu. " Kataku"


"ohh iya Man. Tentu saja. Kali ini aku pasti sempetin kok." balasnya


"ahh akhirnya ingat juga." Ucap Adi tiba-tiba meninggikan nada suaranya. Kami semua langsung melihat ke arahnya.


"eh.. Kenapa sih? Tanya Gina yg heran melihat tingkah Adi.


"eh he..he.. gak papa." Jawab Adi ngeles.


"aneh banget." Kata Ica.


Adi langsung narik kerah baju ku dan membisikkan sesuatu."Man ingat gak hari sabtu lalu." bisiknya


"sabtu yg mana?" balasku berbisik.


"yg di bioskop itu. Bukannya mukan Dian ini mirip sama cewek yg barengan sama Irwan waktu itu." Kata Adi.


"gawat banget Man kalau itu sampai dia. Kasian teman mu kan. Artinya dia selingkuh." Ujarnya balik


"kalau aku lihat memang tidak salah lagi." Kata wahid yg tiba-tiba ikut berisik.


"eh buset.. Kaget." Kata Adi yg terkejut karena Wahid. Kalau di lihat-lihat memang benar juga, perempuan ini mirip dengan perempuan yg bersama Irwan di bioskop waktu itu.


"ngomong-ngomong kalian ini sudah berapa lama pacaran?" tanya ku pada Ivan memcoba memastikan sudah sejauh mana hubungan mereka.


"baru setahun sih.. Tapi bagiku Dian ini sangat berarti banget. Semenjak kenal dia rasanya hidupku jauh lebih berwarna." Kata Ivan tersenyum.


"uhh co cwettt.. Sayang.." kata Dian sambil mencubit pipi Ivan


Dalam hati Adi bergumam"uueekk.. Pengen muntah."


Dalam hati aku berkata "waduh gawat. Kalau benar Dian ini adalah cewek yg waktu itu. Artinya dia selingkuh sama Irwan. Tapi.. Apa mungkin atau jangan-jangan mereka cuma berteman, atau saudara atau sepupuan kali yah. Tenang arman.. Tenang.. Positif thingking aja."

__ADS_1


Bisa gawat juga kalau hal yg ku takutkan benar terjadi, yg ku tahu Ivan ini tidak pernah punya pacar, dari SMA pun dia cerita kepadaku tidak pernah pacaran. Artinya si Dian ini pacar pertamanya dan kalau Ivan sampai tau artinya dia akan sakit hati. Terus Ivan akan menjelma jadi cowok breng****. Ya.. Kebanyakan cowok jadi seperti itu karena di sakiti.


Sebenarnya aku tak mau ikut campur dengan urusan Ivan, hanya saja sebagai teman yg baik aku tidak ingin dia sampai merasakan hal itu. Semoga saja apa yg ku fikiran semuanya salah.


Karena waktu shalat jum'at sudah masuk, kami pun bubar. Aku, Adi dan Wahid lalu bergegas ke mesjid kampus untuk menunaikannya.


Selepas shalat jum'at, aku pamit kepada Adi dan Wahid karena harus menghadap ke ruangan Ibu Ariana karena sudah ada janji untuk bertemu. Aku bertemu untuk memberikan essai yg sudah ku buat untuk mengikuti studi banding ke salah satu universitas di Malaysia.


Sambil mengetuk pintu dan mengucap salam aku masuk ke ruangan Ibu Ariana. "Bu... Ini essai yg Ibu suruh minggu lalu." Kataku sambil memberikan essai padanya.


"oh iya Arman. Tapi Ibu punya kabar baik untuk kamu."


"iya apa Bu?" dalam hati aku mulai senang ketika Ibu Ariana berita kabar baik.


"sebelumnya Ibu minta maaf, seharusnya ibu menghubungi kamu sebelum kamu mengerjakan essai ini. Karena essai ini tidak jadi di kumpulkan."


"hah.. Kenapa Bu?"


"4 orang mahasiswa sudah terpilih rabu kemarin. Dan selamat Arman kamu salah satunya." Kata ibu Ariana sambil menjabat tangan ku.


"loh kok bisa Bu. Kan essainya belum terkum.." masih belum percaya. Belum selesai berbicara ibu Ariana memotong dengan menjelaskan situasinya.


"sudah.. Sudah.. Jadi seleksi berkas kemarin yg lulus itu cuma 5 orang. Nah untuk menentukan 4 orang terpilih makanya tiap mahasiswa di tugaskan membuat essai. Tapi ternyata salah satu mahasiswa yg ikut seleksi mengundurkan diri karena alasan pribadi. Makanya 4 orang sudah di pastikan lulus termasuk kamu."


"jadi.. Saya lulus Bu." Kataku.


"iya Arman. Ini kebetulan Ibu sudah dapat surat keterangan pengumumannya. Lengkap dengan lampiran biodata diri mahasiswa bersangkutan." Kata Ibu Ariana sambil memberikan surat itu padaku.


Aku lalu membuka surat itu dan mulai membacanya. Kulihat lampiran yg memuat tentang biodata diriku. "ohh iyaa benar.." Kataku mulai semangat.


Ternyata di lampiran tersebut ada 4 biodata lengkap dengan fotonya. yg pertama punya ku, karena penasaran dengan 3 mahasiswa lainnya aku mulai membaca biodata mereka.


Pertama atas nama Ana mahasiswi Pertanian, kedua atas nama Riyal mahasiswa kedokteran, ketiga atas nama... Tunggu sebentar.. Foto ini. "hahhhhhhh..." Kataku terkejut.


"kenapa Man?" tanya Ibu Ariana.


"tid.. Tidak bu. Tidak papa."Orang ketiga tanpa melihat namanya dari foton sudah ketahuan bahwa dia adalah Fina mahasiswi sastra Inggris. Iyaa Fina yg sama, yg telah merebut perhatianku.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2