
(Bagian Flashback)
Kebetulan apa lagi ini, sekarang di tepat di depanku aku melihat dia lagi. Perempuan yg selama ini menarik perhatianku.
Aku tidak ingin lagi sekedar melihatnya dari jauh, aku harus kenalan saat ini juga. Dengan tekad keras, akupun memutuskan untuk menghampirinya. Aku cukup degdegan, dengan menghela nafas panjang aku kumpulkan keberanian untuk menyapanya. Perlahan aku mulai mendekat dan mencoba berbicara dengannya. "hei.." Kataku canggung.
Dia lalu menoleh ke arahku dan ketika melihat wajahku dia lalu menundukkan pandangannya. "maaf kak. Saya permisi." Balasnya lalu berbalik pergi.
"jangan panggil kakak. Kita kebetulan seangkatan di kampus." Kataku mencoba untuk menahan agar dia tidak pergi.
"ehh.. Iyaa maaf. Saya tidak mengenal kamu." Jawabnya sedikit terkejut mendengarku.
"kalau gitu kita kenalan.. Namaku Arman, aku jurusan administrasi negara." Kataku sambil memperkenalkan diri.
"nama saya Alfy..."
Belum selesai dia mengatakan namanya, aku langsung memotong perkataannya. "Alfy... Aku panggil kamu Alfy. Boleh?"
"eh... Tapi biasanya teman-teman panggil saya Fina."
"tapi Alfy juga termasuk nama kamu kan? Jadi boleh dong aku panggil gitu." Kataku sedikit memaksa.
"hm.. Baiklah." Jawabnya singkat.
__ADS_1
Walaupun aku sudah tau siapa dia, hanya saja berkenalan langsung seperti sekarang punya kesan yg berbeda dan aku harap bisa mencairkan suasa dengan berkenalan dengannya.
Aku lalu memperkenalkan diriku dengan lengkap padanya, kuceritakan semua padanya tentang kejadian di lapangan alun-alun kota waktu itu. Aku pun meminta maaf atas insiden itu, aku juga mengatakan bahwa kami berada pada satu UKM di kampus, aku juga mengatakan bahwa kami sama-sama dalam rombongan mahasiswa yg akan berangkat ke Malaysia untuk studi banding. Ya.. Sungguh kebetulan yg sangat indah dalam hidupku.
Sepertinya dia sangat terkejut karena menurutnya dia baru mengenalku hari ini, bahkan menurutnya dia baru melihat wajahku saat ini. Tidak bisa di pungkiri juga karena selama ini saat kami bertemu secara tidak sengaja dia tidak pernah memandang wajahku secara langsung, bahkan ketika dia tersenyum saat aku memintanya untuk berpindah tempat saat itu.. Saat aku ingin mengambil gambar senja di tempat yg sama saat ini, dia benar-benar tidak melihat wajahku.
Setelah berbincang dan berkenalan dengannya secara langsung, dia terlihat berbeda, yg awalnya canggung kini Perlahan dia merespon dengan baik, dia perempuan yg komunikatif dan ramah. Hanya saja yg membuatku tidak tahan adalah ketika dia tersenyum. Sungguh aku benar-benar tidak tahan dengan senyumnya. Aku terlalu naif kalau aku mengatakan itu adalah senyum bidadari, yg ku tau dia hanya manusia biasa.
Mungkin dia benar-benar menghindari kontak dengan orang asing, tapi akhirnya sekarang kami resmi berkenalan artinya aku bukan lagi orang asing dimatanya.
Alfy tidak sempat mengetahui semua informasi yg diberikan saat pertemuan mahasiswa dengan Dosen pembina waktu itu, tentu saja dengan senang hati aku menjelaskan semuanya. Niatnya membantu sekaligus memperlambat durasi waktu agar aku bisa berbicara banyak dengannya.
Makin lama matahari mulai tenggelam, sepertinya matahari yg terlihat di tengah laut itu ingin menenggelamkan dirinya. Langit yg tadi berwarna jingga kini mulai menggelap. Siluet-siluet nampak terlihat dari rombongan burung yg dari tadi terbang rendah di lepas pantai, begitu pun siluet orang-orang yg berapa di bibir pantai. Sungguh indah.. Menurutku puncak dari senja adalah momen seperti ini."oh iya.. Kamu di sini sebenarnya mau ngapain?" aku bertanya pada Fina yg mulai saat ini aku panggil Alfy.
"saya kebetulan tadi lewat sini. Karena saya rasa cuacanya sedang bagus seperti ini makanya saya memutuskan singgah sebentar walaupun sekarang sudah tidak bisa di katakan sebentar." Jelasnya sambil tersenyum.
"hah.. Aku.. Aku emang niatnya tadi kesini. Soalnya ku pikir senja kali ini akan indah dan ternyata seperti yg terlihat. Memang indah." Jelasku.
"Bahkan lebih indah karena kamu ada di dekatku". Sambung benakku
"ohh jadi kamu ingin melihat senja? Kamu suka sama senja?" balas Alfy dengan bertanya.
Aku melihat senja yg sudah mulai menggelap, lalu aku menatap Alfy. "iyaa.. Aku sangat suka. Pemandangan seperti ini membuatku nyaman. Seakan lelah dari aktivitas yg aku lalui seharian ini ikut hilang seiring matahari yg membawa senja tenggelam." Balasku dengan jelas.
__ADS_1
"begitu yah.. Saya sendiri menyukai matahari saat dia mulai terbit. Matahari terbit itu menandakan awal, mengajarkan kita bahwa esok telah berlalu dan sekarang adalah awal. Apapun yg terjadi hari ini akan menjadi masa lalu dan besok pasti adalah masa depan. Makanya saya selalu menyukainya.. Matahari terbit.." ujarnya.
"ohh.. Itu sesuatu hal yg bagus." Kataku.
"aduh maaf sepertinya saya terlalu banyak bicara." Kata Alfy tersipu malu.
"gak papa.. Menurutku setiap orang pasti menyukai sesuatu yg berbeda. Jadi apa kamu sering ke tempat ini untuk melihat matahari terbit itu?"
"tidak.. Pantai ini adalah tempat matahari terbenam. Kalau matahari terbit di sini mungkin sudah terjadi kiamat." Katanya sambil tertawa ringan.
"eh iyaa kamu benar juga. Hehe." Balasku.
"sudah masuk magrib, kalau begitu saya pamit."
"mau aku antar." Kataku menawarkan diri.
"maaf tidak usah. Saya bawa kendaraan sendiri. Kalau begitu saya pergi dulu. Assalamualaikum." Katanya sambil beranjak dari tempatnya berdiri.
"waalaikumsalam." Balasku menatap punggungnya yg mulai menjauh.
Ini adalah akhir dari kesialanku, ini adalah senja terbaik selama aku hidup. Mungkin aku tidak akan melupakan senja hari ini, akhirnya aku bisa berkenalan langsung dengannya.
Dengan Alfy.. Aku memanggilnya Alfy agar berbeda dengan yg lain. Kata ayahku, memanggil seseorang yg kita sukai dengan panggilan berbeda dari orang lain adalah salah satu cara untuk lebih akrab dengan orang tersebut. Sekaligus menandakan bahwa orang tersebut spesial bagi kita.
__ADS_1
Bersamaan dengan tenggelamnya matahari, adzan pun mulai berkumandang dan aku lalu pergi meninggalkan pantai sambil terus menerus tersenyum memikirkan hal yg baru saja terjadi.
-Bersambung-