Kamu & Senja

Kamu & Senja
Aliran Takdir


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Setelah semua percakapan sederhana itu, pertemuan mereka semakin intens. Terlebih lagi saat mereka berdua berada di Malaysia. Saat itu mereka semakin dekat dan dengan sadar Alfy menaruh hati kepada Arman.


Sedikit semi sedikit, Alfy menyadari perasaannya kepada Arman bukan sekedar teman biasa. Sepertinya dampak dari petemuan mereka di masa lalu menjadi titik awal Alfy merasa bahwa Arman adalah laki-laki yg baik.


Puncaknya suatu malam di sebuah taman. Ketika seorang keturunan India mengganggu mereka, dengan gagah Arman membela Alfy hingga dia terluka dan mengeluarkan banyak darah. Malam itu sungguh mencekam, setelah polisi datang Alfy terus berada di dekat Arman dan memanggil-manggil namanya dengan panik.


Darah yg berada di tangannya, saat dia menekan luka tusuk yg di Alami Arman membuat dia mengingat kembali ketika dirinya di ganggu dua orang pemuda dan Arman menolongnya. Dua kali dia di tolong oleh Arman dan hal itu semakin membuat perasaannya menjadi lebih kuat.


Ketika dia ke rumah sakit dan melihat Arman yg tersadar sambil duduk di atas ranjang rumah sakit, Alfy tak bisa mengungkapkan ekspresi betapa bahagianya dia. Bahkan setelah kembali ke Indonesia, pertemuan dan interaksi yg semakin intens membuat Alfy semakin menyukai Arman.


Tapi dia sadar, perasaannya itu bisa saja membawa kepada hal yg di larang. Akhirnya dia hanya bisa bertahan, bertahan dengan perasaannya itu sebab dia tau bahwa haram hukumnya mendekat kepada laki-laki yg bukan mahramnya.

__ADS_1


Dia menahan sambil berdoa kepada Tuhannya. Berdoa agar di beri petunjuk, berdoa agar di dekatkan jika Arman memang orang terbaik untuknya dan di jauhkan jika tidak.


Dia mengingat nasehat kakaknya, bahwa perasaan yg muncul sebelum pernikahan adalah ujian. Kakaknya adalah panutan untuk Alfy, terlebih fakta bahwa Arman memanggilnya dengan sebutan 'Alfy'. Sama persis dengan panggilan Kakaknya kepada dirinya. Membuat dia tidak bisa mengabaikan Arman dalam kesehariannya.


Iya, saat ini dia bertahan dengan ujian yg di berikan Tuhan untuknya. Ujian berat ketika perasaannya semakin dalam namun dia tetap bertahan mencoba tetap taat di bawah ketentuan Tuhannya.


Terus saja Alfy berdoa, setiap malam dalam tahajjudnya dia terus berdoa. Tapi dia tak menyebut nama Arman di doanya meskipun dalam hatinya sangat berharap bahwa laki-laki yg nantinya menjadi imam untuknya adalah Arman.


Sampai saat ini perasaan itu tetap ada, sampai dia melihat Arman bersama perempuan lain. Rasanya cemburu tapi tak punya hak untuk itu. Dia hanya diam dan mencoba tak terjadi apa-apa padahal hatinya bergejolak.


Iya, seperti itulah kenyataannya.


Puput yg sedari tadi menyimak cerita panjang lebar Alfy terus saja memandang lirih ke arah Alfy. "Na'.. Kamu sabar yah. Allah pasti akan memberikan jawaban dari doa-doamu itu. Aku jadi salut sama kamu Na', apa yg kamu lakukan itu sudah benar." Ujar Puput setelah mendengar cerita Alfy.

__ADS_1


"iya kak. Sekarang aku cuma bisa berharap sama Allah." balas Alfy.


"tapi sepertinya itu bukan kebetulan Na', bisa saja itu takdir." Kata Puput menggoda Alfy.


Alfy tersipu mendengar Puput mengatakan itu, dalam hati kecilnya juga berharap bahwa itu benar takdir.


Di tengah perbincangan mereka, smartphone Alfy berdering.


"siapa Na'?" tanya Puput.


"gak tau kak. Nomor baru." balas Alfy melihat layar smartphonenya


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2