
(Bagian Flashback)
Waktu kembali menunjukan keajaibannya, tak terasa waktu libur semester akan segara berakhir. Kampus sedikit demi sedikit mulai ramai dengan mahasiswa yg kembali setelah puas berlibur selama 2 bulan lebih.
Meski aktivitas akademik atau perkuliahan belum aktif tapi kesibukan sudah mulai nampak. Apa lagi bagi mahasiswa yg akan melakukan kegiatan organisasi di semester kali ini.
Tak terkecuali organisasi UKM atau unit kegiatan mahasiswa. Ilham yg merupakan anggota salah satu UKM terlihat sedang duduk bersama dengan tiga orang temannya disebuah taman kompleks UKM kampus. "jadi gini Ham.. Gue udah bicara sama anak-anak yg lain kalau bisa minggu depan konsep pembukaan penerimaan anggota baru di UKM kita itu lewat pementasan singkat." Kata Roy kepada Ilham.
"bisa tuh.. Tapi nanti sekalian di ajuin di rapat Roy bareng teman-teman yg lain. Tapi lu udah koordinasi gak sama Kak Lutfi. Diakan harus tau sebagai ketua ukm teater kampus." Balas Ilham.
Ilham saat ini tengah berada di sebuah taman dekat sekretariat ukm-ukm kampus. Di temani segelas kopi hitam favoritnya dia membicarakan kegiatan UKM bersama dengan Roy dan juga Anya."menurut lo Nya? Gimana?" Tanya Ilham kepada Anya.
"gue sih setuju-setuju aja, tapi kalau emang harus mentas kayaknya waktunya kepepet deh. Kan tinggal seminggu lagi kita udah aktif kuliah, trus pembukaannya seminggu setelah kita kuliah. Jadi artinya kita hanya punya 2 minggu buat persiapan." Balas Anya.
Lagi terlibat pembicaraan penting, pandangan Ilham kemudian di alihkan oleh Irwan yg berada di depan sekretariat UKM Fotografi, dia melihat Ica dan Irwan sedang terlibat pembicaraan.
__ADS_1
Mungkin jika di tanya saat ini perasaannya seperti apa sudah bisa tertebak, hanya saja Ilham mencoba tidak memperdulikan apa yg dia lihat saat ini. Tak terlalu lama kemudian Ica terlihat pergi meninggalkan Irwan.
Baru Ica pergi meninggalkan Irwan, datang seorang perempuan cantik berambut panjang mendekati Irwan, saat di perhatikan, ternyata perempuan itu adalah Dian. Terlihat mereka begitu dekat, baru ketemu saja mereka berdua saling cipika-cipiki. Melihat itu tentu Ilham geram. "Anya.. Elu ekonomi kan?" tanya Ilham kepada Anya.
"iya Ham, Kenapa?" balas Anya.
"lu kenal gak sih cewek itu?" tanya Ilham sambil menunjuk Dian yg saat ini bersama dengan Irwan.
Saat Anya melihat perempuan yg bersama Irwan tersebut "Ohh iyaa. Temen gue tuh, namanya Dian. Kenapa emang?" balas Anya.
"jangan-jangan lu suka lagi sama Dian."
"kalau laki-laki sama Dian itu, lu tau dia siapanya?" tanya Ilham sambil menunjuk Irwan.
"hm.. Oh kayaknya sih ya itu cowok barunya. Lupa gue namanya." Balas Anya.
__ADS_1
"cowok barunya? Emang yg lama kenapa?" Ilham semakin tertarik mengulik informasi tentang Irwan dan perempuan itu.
"udah putus katanya."
"sama Ivan maksud lu?"
"nah tuh. Lu tau mantannya. Ham jangan bilang lu suka ya sama Dian?" tanya Anya mulai kepo.
"ohh jadi bener dia udah putus sama Ivan." Ujar Ilham.
Ilham sekarang mulai gelisah, kalau benar si Dian itu sudah putus dengan Ivan berarti tidak ada masalah dia dekat dengan Irwan. Sekarang di fikiran Ilham adalah hubungan antara Irwan dan Ica yg masih belum jelas. Jika Irwan pacaran dengan Ica berarti itu sudah keterlaluan. Memikirkan hal-hal itu semakin membuat Ilham muak, akhirnya dia mencoba untuk tidak peduli sama sekali.
Ilham mencoba tegas agar konsentrasinya untuk kegiatan UKM tidak terganggu. Walau sulit melakukan hal itu di tengah kegelisahan hati. Bagi Ilham jika Ica sudah bahagia, itu sudah cukup.
-Bersambung-
__ADS_1