Kamu & Senja

Kamu & Senja
Rencana Studi Banding


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Jika saja bukan karena musim pancaroba, seharusnya sekarang masih musim kemarau. Tapi begitulah sekarang sudah memasuki fase awal musim hujan meski berbeda dengan beberapa tahun yg lalu. Sekarang pergantian musim agak sulit ditebak, tiba-tiba panas atau tiba-tiba hujan.


Hujan yg berlangsung dari malam hari sampai sekarang membuat siala saja malas untuk beraktivitas seperti biasa. Hujan inipun rasanya membuat waktu tidur menjadi lebih panjang dari biasanya.


Hari ini seharusnya aku sudah berangkat ke kampus, tapi entah mengapa aku berada di sebuah pinggir tebing yg dasarnya tidak terlihat. Saat aku berbalik ke belakang ternyata ada dia.. Perempuan itu.. Yg belum ku tau siapa namanya.


Aku tak mau membuang waktu lagi dan segera berjalan ke arahnya, tapi belum langkah pertamaku menyentuh tanah. Perempuan itu malah mendorongku hingga ku terjatuh dalam tebing yg dasarnya tidak terlihat. Aku seperti terbang..'Gebrakk.' Bunyi kepalaku yg terbentur di lantai rumah.


"adduhh..." Kataku sambil ngelap iler yg tanpa ku sadari sudah membentuk pulau Kalimantan di sarung bantal.


Sepertinya aku sedang bermimpi, Malang juga nasibku. Bagaimana tidak, bukan cuma di dunia nyata bahkan di dunia mimpi pun aku di tolak oleh perempuan itu.


Sepertinya hujan yg awet in i membua tidurku sangat nyenyak. Sesaat kemudian aku melihat jam dinding di kamarku. "waduh.. Jam 7.47." Gumam terkejut.


Hari ini 8.15 aku ada Final untuk mata kuliah organisasi dan menejeman, di tambah lagi Dosen yg masuk adalah Ibu Gusti. Salah satu Dosen paling disiplin yg ada di kampus. Kalau anak-anak bilang, beliau adalah Dosen killer.


Segera aku ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi, tanpa mandi langsung pakai baju dan kemeja setelah itu berangkat segera ke kampus.


Berangkat ke kampus tanpa mandi terlebih dahulu sudah biasa bagi sebagian mahasiswa apa lagi kalau sudah kepepet karena terlambat. Jorok, menurutku tidak juga. Di beberapa negara maju seperti Rusia dan Jepang mandi adalah aktivitas yg mereka lakukan setelah pulang dari kegiatannya sehari-harinya.


Meskipun di Indonesia mandi di lakukan sebagai awal untuk beraktivitas tapi percayalah, jika kau sudah jadi mahasiswa hal itu bukan masalah lagi.


Sesampainya di kampus, aku langsung berlari menuju kelas. Biasanya tanda kalau dosen sudah berada di kelas adalah pintu kelas yg sudah tertutup. Dan sekarang pintu kelas sudah tertutup, artinya Ibu Gusti sudah berada di dalam kelas. "ah sial..." Kataku dalam hati bergumam.


Perlahan ku kumpulkan keberanian untuk membuka pintu kelas, mental sudah di siapkan.. Siap untuk menerima ocehan dan yg terparah adalah di usir dari kelas. Perlahan sedikit terbuka aku lihat Intan yg duduk dekat pintu. Saat ku masuk ke kelas ternyata Ibu Gusti sudah tidak ada di mejanya."eh.. Final gimana?" Kataku bertanya pada Wahid.


"udah kelar. Bu Gusti baru aja keluar." Jawabnya serius.

__ADS_1


"yang bener? Ah jangan main-main dong." Balasku panik.


"iyaa benar Man.. Benar boongnya. Hahaha." Ujar Gina yg duduk di samping Wahid.


"eh.. Set** . Kirain bakal eror." Kataku sambil menghelus dada


Kejadian seperti ini sudah sering terjadi, kita tidak akan bisa memprediksi dosen akan masuk atau tidak. Intinya yg harus di lakukan adalah datang ke kelas sampai dosen hadir atau di kelas sampai jam mengajar dosen habis. Karena jika kita tidak di kelas dan jam mengajar dosen masih ada. Percayalah dosen biasanya akan datang tiba-tiba. Kalau gak ngasih tugas ya dia ngajar. "hadeh.. Sudah gak mandi ke kampus, sampai kampus tau-tau gak ada dosen." Kataku sambil meluapkan kekesalan.


"pantesan aja dari tadi ada bau-bau aneh.. Itu kamu Man. Hahaha." Kata Ica meledek.


Selang beberapa saat aku masuk dan kondisi kelas lagi kacau-kacaunya. Pintu kemudian terbuka dan masuklah Ibu Gusti.


Sebelum Ibu Gusti duduk di kursinya, kami sekelas punya waktu beberapa detik untuk mengatur kursi yg berantakan serta menenangkan diri. Dengan sigap kursi langsung tersusun rapi dan semua teman-teman diam tak bersuara sampai-sampai yg terdengar hanya suara nyamuk."maaf tadi Ibu baru selesai rapat senat. Jadi sebelum kita final, Ibu akan absen dulu. Yg tidak ikut final hari ini eror." Kata beliau dengan paras serius dan tatapan tajamnya


Saat mendengar pernyataan Ibu tadi, teman-teman mulai pada nimbrung di grup WA. Ngechat teman-teman yg tadi keluar kelas untuk ke kantin dan yg keluar pulang karena menganggap dosen gak bakal masuk.


Satu persatu chat WA pada masuk.. Mulai minta tolong buat di absenkan sampai minta tolong buat di kasih izin. Salah satu yg tidak boleh kalian contoh saat jadi mahasiswa adalah perilaku titip absen. Aku sendiri sering bimbang kalau di mintai tolong tentang hal ini. Tidak ku lakukan artinya tidak setia kawan, sedangkan kalau ku kerjakan artinya aku berbuat salah. Ya.. Salah satu kegalauan yg biasanya membuat pertemanan jadi rusak.


Dua tiga kali di sebut, ternyata si Irwan tidaj ada di kelas. Tapi anehnya pada absen tersebut ada yg tanda tangan atas nama dia. "ini orangya mana ?" tanya Ibu Gusti kepada mahasiswanya.


"gak tau Bu." Jawab kami kompak sekelas.


Mendengar kata tidak tau, nama Irwansyah di absen langsung di coret dan di cap eror oleh Ibu Gusti. Ya.. Memang Dosen ini tinggi akan kedisiplinannya. Salut.. Untung aja aku gak pernah bolos di mata kuliah Beliau, jadinya nilaiku aman2 saja.


Setelah itu kami pun Final.. Dan parahnya kami Final dengan lisan alias di wawancara satu persatu oleh Ibu Gusti.


Seusai kelas, tepatnya saat jam makan siang sudah tiba dimana siang kali ini cukup terik mengingat tadi pagi hujan. Awan mendung tadi pagi seakan jadi pertanda akan parahnya Final mata kuliah yg kami lakukan pagi ini. Dan matahari siang ini seperti pertanda berlalunya badai Final yg kami hadapi bersama di kelas.


Di salah satu taman di kampus, aku dan yg lain bersantai sambil bercengkrama."ampun gua.. Mengulang nih tahun depan." Kata Ilham frustasi

__ADS_1


"Pesimis amat sih Ham." Ujar Gina.


"bayangin aja Gin. Gua cuma bisa jawab 1 pertanyaan tadi." Kata Ilham tambah frustasi.


"banyak-banyakin berdoa Ham Haha." ucap Adi sambil mengelus punggung Ilham


Lagi nyantai di taman bareng teman-teman yg lain, tiba-tiba ada yg memanggil namaku. Saat aku menoleh ternyata dia Sabri. Salah satu teman angkatanku di kampus, hanya saja kami beda kelas. Aku di kelas A dan Sabri di kelas B. Walaupun seangkatan kelas kami terbagi menjadi dua, tidak menjadi halangan untuk kami 70 orang saling mengenal satu sama lain. "Arman.. Tadi ibu Ariana bilang kalau dia lagi cariin kamu." Kata sabri.


"oh. Iyaa baik lah kalau begitu." Jawabku.


Segera aku meninggalkan teman-teman yg lain untuk pergi keruangan ibu Ariana. Sampai di ruangan, aku laku masuk ke dalam. "assalamualaikum.. Permisi Bu." Kataku sambil membuka pintu.


"waalaikumsalam.. Eh Arman. Sini Man. Duduk dulu." Kata ibu Ariana.


"katanya Sabri Ibu lagi cariin saya, makanya saya ke sini bu." jelasku pada Beliau.


Aku dan Ibu Ariana cukuo dekat, aku sering membantunya jika dia lagi membutuhkan bantuan apapun itu. "iya. Jadi gini. Bulan lalu kan kamu memasukkan berkas untuk seleksi studi banding ke Jepang. Nah ternyata studi bandingnya itu bukan cuma ke Jepang, tapi ada tiga negara. Jadi pertama Jepang, kedua Malaysia dan ketiga Thailand. Trus ternyata berkas kamu di tolak untuk ke jepang tapi di terima ke Malaysia. Gimana dong?" kata Ibu Ariana menjelaskan situasi.


"hm.. Gak papa sih Bu. Selama gratis. Hehe." Kataku sedikit bercanda.


"Tenang saja. Semua biaya di tanggung sepenuhnya oleh kampus. Kalau gitu, sekarang tugas kamu selanjutnya buat essai tentang Malaysia. Nanti kalau essai kamu lolos saya kabari lagi."


"essai ya Bu. Kira-kira kapan di kumpulnya?"


"paling lambat jum'at depan itu sudah harus terkumpul ya."


"okelah bu. Jum'at depan aku ke ruangan Ibu lagi." ucapku.


Setelah mengetahui situasinya, aku pamit keluar. Aku memang tertarik untuk ke luar negeri dengan program studi banding ini, apa lagi bisa ke Jepang. Tapi rencana ke Jepang seperti tidak bisa, tak apalah yg penting Malaysia juga luar negeri.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2