Kamu & Senja

Kamu & Senja
Bunga Matahari


__ADS_3

Di sebuah kompleks Perumahan. Pagi yg begitu cukup cerah, hangat yg matahari jadi tenaga untuk setiap tanaman yg tertanam di salah satu rumah yg berada di kompleks tersebut. Tampak wanita paruh baya sedang merawat dan menyiram berbagai tanaman yg berada di pekarangan rumah.


Sambil melantunkan ayat suci Al Qur’an yg begitu fasih, wanita itu terlihat menikmati pekerjaannya dalam merawat berbagai tanaman yg berada di sekitarnya. Terlihat dari indahnya bunga dan pepohohan kecil yg tertata rapi di pekarangan rumah itu.


Setelah tugasnya selesai, wanita itu masuk ke dalam rumah. Belum lama dia masuk, seorang kurir yg membawa sebuah baket bunga mengetuk pintu rumahnya.


“Na'.. Coba itu di buka nak ada orang di luar.” Kata seorang Ibu kepada anaknya.


“Iya Umi.” Perempuan itupun membuka pintu dan mendapati seorang kurir yg sedang membawa Seikat bunga Matahari.


“permisi mba, ini ada kiriman bunga.” Kata kurir itu.


“oh iya mas.” ucap perempuan itu.


"ini sudah benar kan alamatnya?" tanya kurir.


"iya benae Mas."


"kakau begitu silahkan mba tanda tangan di sini."


Perempuan itupun menandatangani tanda terima paket setelah itu kurirpun berbalik dan ingin pergi. Tapi karena penasaran dengan pengiriman yg tak pernah menuliskan namanya. Perempuan itu memanggil kurir kembali. “mas.. Maaf.”

__ADS_1


“iya mba ada apa?”


“boleh gak saya tau siapa yg mengirim bunga ini?"


“maaf mba, saya juga tidak tau. Tugas saya cuman ngirimin paket saja.” jalas kurir itu.


“aduh mas.. Gimana yah. Setiap minggu saya dapat bunga matahari tapi saya tidak tau yg mengirim siapa? Saya jadi bingung." kata perempuan itu.


“sekali lagi maaf mba sya juga tidak tau, karena saya cuma kurir. Tugas saya hanya nganterin bunga ini ke mbanya.” Jelas kurir tersebut.


“oh ya udah. Makasih mas.” Balas perempuan itu terlihat mengerutkan dahi karena tak puas dengan jawaban kurir tersebut.


“siapa itu nak?” kata Ibunya.


“ohh.. Terima aja nak. Selama itu bukan barang mencurigakan. Lagian kamu juga udah mulai suka kan."


“iya Umi. Lama-lama aku jadi suka sama bunga ini. Tapi penasaran juga sama pengirimnya."


Perempuan itu tersenyum, diapun menyiapkan kanvas dan air untuk menyimpan bunga itu di kamarnya. Terlihat bunga yg sebelumnya juga sudah mulai mengering.


Saat perempuan itu ingin meletakkan bunga ke kanvas dia mendapati ada potongan kertas. Di kertas itu terlihat emoticon tersenyum dan melihat emoticon itu perempuan inipun ikut tersenyum.

__ADS_1


Setelah menyimpan bunga pada kanvas, dia lalu membantu Ibunya dk dapur. Sambil mengulek sambal dia bertanya kepada Ibunya. "Umi, keadaan aku kan sudah mulai membaik. Aku mau minta izin ke Umi untuk aktif kembali dalam organisasi kampus. Boleh?"


"kamu yakin sudah membaik?"


"iya Umi, lagian aku bosan juga kalau cuma kuliah terus pulang. Aku juga mau terlibat dalam kegiatan lain di kampus Umi"


"yo wes.. Nanti bicara sama Abimu yah."


"iya Umi."


*sementara itu.


Meskipun sudah semester 7, aku masih punya 2 jadwal kuliah di semester ini yg harus aku selesaikan. Ada juga teman-teman yg masih memiliki banyak jadwal kuliah karena persoalan perbaikan nilai. Tidak sedikit juga yg seperti itu, mengambil mata kuliah semester sebelumnya di semester 7 karena nilainya kosong atau tidak memuaskan.


Untungnya semua nilaiku cukup memuaskan sehingga untuk semester ini cuma ada dua mata kuliah wajib yg harus ku ikuti. Dan di semester 8 nanti sudah tidak ada lagi jadwal kuliah, artinya aku bisa fokus dengan Skripsi yg saat ini sedang ku ajukan.


Jadi hari ini selain untuk berkuliah, tujuan lain adalah untuk mengurus persetujuan ketua jurusan terkait judul yg sudah di terima oleh Dosen pendamping akademikku.


Saat aku memakai sepatu, kulihat smartphoneku berdering. Sepertinya pesan WA yg masuk. Aku pun melihat pesan itu.


“assalamualaikum Mas Arman. Kami mengkonfirmasi bahwa pesanan anda Bunga Matahari telah kami kirimkan ke alamat yg anda berikan. Terima Kasih.” Kataku pelan membaca pesan teks yg masuk di WA.

__ADS_1


Membacanya sudah cukup memberiku tenaga untuk siap menjalani hari ini. Dengan tersenyum akupun berangkat ke kampus.


-Bersambung-


__ADS_2