Kamu & Senja

Kamu & Senja
Pengecut


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Mendengar pengajuan Riyal membuatku galau. Aku tak henti memikirkan apa yy akan terjadi padaku saat Riyal benar-benar jadian dengan Alfy.


Sibuk dengan pikiran itu, sesaat aku teringat dengan Ilham. Sebaiknya aku menghubungi Ilham karena sudah lama aku tidak berbicara dengannya. Aku lalu mengambil smartphone dan mencoba meneleponnya. "iyaa halo.. Man, tumben nelfon?" kata Ilham.


"halo Ham.. Gak papa, lagi ada waktu aja buat nelfon." ucapku.


"apa kabar lu?"


"alhamdulilah Ham.. Baik tapi gak lagi sehat."


"maksudnya. Lu sakit? Tanya Ilham.


Dengan nada bercanda aku menceritakan semua kejadian saat aku di tikam. Tapi mungkin karena sekarang aku sudah tidak apa-apa respon Ilham di luar dugaan. "hahaha.. Gimana Man rasanya di tusuk? Enak gak?" katanya meledek.


"bang***.. Haha malah ngeledek." balasku.


"makanya kalau mau jadi pahlawan masuk dulu sekolah pahlawan sana."


"hahaha.. Emang ada?"


"gak ada lah.." katanya sambil tertawa.


"btw jangan bilang ke mamaku yah, kamu kan tau sendiri mama orangnya kayak gimana."


"ok lah.. Trus kapan balik lu?"


"minggu depan.. InsyaAllah Ham."


"jangan lupa oleh-oleh kalau gitu."


"apaan?"


"paan ya.. Serah deh."


"ya udah.. Terus Ica gimana? Kamu udah nyatain perasaan?" tanya ku.


"gak Man. Kayaknya emang gak bisa.


Ucapn Ilham singkat.


Aku tidak bisa menyalahkan Ilham atas ketikmampuannya menyatakan perasaan kepada Ica, karena aku sama dengan Ilham. Aku pun menyukai seseorang tapi tak tau harus seperti apa menyatakan perasaan kepada dia yg aku suka.


Kadang menjadi lelaki itu bisa sesulit ini. Misalnya perempuan sudah memberikan kode berkali-kali, tapi kaum lelaki bukannya tidak peka hanya saja mereka dan begitu juga aku tidak tau harus berbuat apa hingga akhirnya miskomunikasi dan sakit hati.


Ilham lalu menutup telfonnya, sekarang dia lagi berada di kampus. Tentu saja karena 2 hari lagi perkuliahan sudah mulai aktif, hari ini kampus terlihat ramai kembali dengan mahasiswa yg sibuk untuk mengurus kartu rencana studi (KRS) masing-masing.

__ADS_1


Itu wajar saja mengingat jika KRS tidak selesai sebelum waktunya, maka kita tidak dapat mengikuti perkuliahan. Karena pada dasarnya KRS menentukan jadwal dan mata kuliah yg akan kita ambil pada setiap semester. Semakin banyak mata kuliah yg di ambil setiap semester maka semakin cepat kita mengakhiri masa kuliah alias mendapatkan title sarjana.


*dua hari kemudian.


Hari ini adalah hari pertama perkuliahan semester empat, kelas yg tadinya kosong kembali di penuhi oleh rekan-rekan mahasiswa. Begitu pun dengan teman-temanku untuk yg pertama kalinya mereka kembali berkumpul. "wess.. Apa kabar bro?" kata Ilham kepada Wahid yg menghampirinya di kantin.


"baik alhamdulillah bro.. Hi Gin." Balas Wahid sambil menyapa Gina.


"hi Wahid. Tambah keren aja kamu." Balas Gina memuji.


"kerenan juga aku." Kata Adi.


"huhhh.." balas Gina


"eh gimana si Arman. Udah balik gak sih?" tanya Wahid


"katanya besok insyaallah.. Eh btw udah tau belum Arman." Jawab Ilham yg kemudian menjelaskan keadaanku kepada mereka.


Ilham menceritakan kejadian yg menimpaku di Malaysia kepada mereka bertiga. Tentu reaksinya berbeda, Adi seperti Ilham hanya tertawa mengingat tingkahku bak pahlawan kesiangan sementara Gina karena dia perempuan tentu khawatir dan Wahid karena dia seorang yg idealis, dia memuji apa yg ku lakukan dan sedikit mengkhawatirkan luka yg ku terima.


Tapi karena mereka tau aku sudah tidak apa-apa akhirnya mereka tidak begitu khawatir dengan keadaanku saat ini. "ngomong-ngomong nih Ica gak nongol ya dari tadi." Kata Adi.


"tadi katanya lagi otw." balas Gina.


Sedang asyik berbincang, Irwan datang menghampiri mereka bertempat. "hi kalian semua." Irwan mencoba menyapa.


"kalian lihat Ica gak sih?" tanya Irwan.


"gak bro. kami juga belum ketemu sama dia." Balas Adi.


"ohh gitu yah.. Ya udah kalau dia datang tolong bilangin yah. Aku nyariin dia." Kata Irwan kemudian pergi.


"ada urusan apa ya Irwan nyariin Ica. Bukannya mereka berdua sering berantem kalau di kelas." Kata Wahid yg tidak tau permasalahan selama ini.


"tanya tuh sama Ilham.. Yg mukanya dari tadi jelek banget lihat Irwan datang." Balas Gina


"hah.. Ada apa nih?" kata wahid penasaran.


"ada gosip apa lagi ini? Kok aku ketinggalan banget." Sambung Adi yg juga penasaran.


"males gua cerita. Tanya sama Gina aja deh." Kata Ilham.


Gina pun menceritakan kedekatan Irwan dan Ica selama libur kuliah semester lalu.


"ohh pantes aja nyariin." Kata Wahid yg sudah oaham dengan permasalahan.


"emang dasarnya udah playboy gitu.. Di tambah lagi tampang yg mendukung jadinya ngelunjak." Kata Adi.

__ADS_1


"trus kamu gimana Ham? Bukannya kamu suka sama Ica?" tanya Wahid.


"bodo amatlah.. Sekarang siapa gua yg mau ngelarang Ica dekat dengan siapapun." Balas Ilham.


"seenggaknya kamu tembak lah itu Ica. Biar dia tau. Anak-anak pada tau kok kalau kamu nembak dia selama ini cuma main-main aja. Makanya Ica nolak, coba deh kamu tunjukin kalau kamu serius." Balas Adi mencoba menasehati.


"gak segampang itu bro." Balas Ilham.


Saat membicarakan Ica, tak lama orang yg di maksud akhirnya datang. "hi semua maaf nih.. Baru datang." Kata Ica yg baru datang menyapa semuanya.


"hi Ca'.. Masyaallah.. Tambah cantik aja kamu." Kata Wahid.


"hi Ca... Katanya Ilham suka sama kamu Ca, mau gak kamu jadian sama dia?" kata Adi dengan nada bercanda.


"haha.. paan sih?" balas Ica.


"tadi Irwan nyariin tuh." Kata ilham.


"Irwan.. Oh iya, ini udah balas WA nya." Balas Ica.


"ada hubungan apa kamu Ca' sama Irwan?" tanya Gina.


"hah.. Gak ada apa-apa kok. Cuma temen aja." balasnya sambil tersenyum mencurigakan.


"Ca' lu mau gak jadi pacar gua?" kata Ilham spontan dengan raut wajahnya yg tegang.


"ngak..." balas Ica sambil meyilangkan tangan dan menjulurkan lidahnya kepada Ilham bermaksud bercanda.


"gua serius Ca.." Jawab Ilham mencoba meyakinkan.


"paan sih Ham.. Gak lucu." Kata Ica mulai risih.


"Ca'.. Lihat muka gua.. Gua serius." Ujar Ilham Sekali lagi mencoba meyakinkan.


"paan sih.. Jadi badmood. Udah ah. Aku ketemu Irwan dulu." Kata Ica meninggalkan mereka bertempat.


"kalian lihat sendiri kan. Gua udah di tolak mentah-mentah." Kata Ilham kepada Wahid, Adi dan Gina meluapkan kekesalannya.


"gimana gak di tolak muka kamu nyeremin Ham." Balas Gina cengengesan


"ya udah kali Ham.. Masih banyak kok cewek di kampus ini. Contohnya nih si Gina jomblo.. Hahha." Kata Adi.


"heh kurang ajar kamu yah." Balas Gina.


"yo wes lah Ham. Semangat terus jangan gara-gara cewek kamu jadi galau. Keep setrong." Kata wahid menasihati.


Karena sudah masuk waktu, akhirnya mereka bertempat masuk ke kelas. Seperti sebelum-sebelumnya, karena ini pertemuan pertama terlihat teman-teman yg baru bertatap muka kembali saling menyapa setelah dua bulan lebih libur semester tak bertemu.

__ADS_1


-Bersambung-


__ADS_2