Kamu & Senja

Kamu & Senja
Pupus?


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Akhirnya malam ini aku bisa keluar dari rumah sakit, selama berada di sini aku cukup senang meskipun agenda terakhirku sebagai mahasiswa studi banding tidak bisa aku selesaikan. Aku senang karena pelayanan di rumah sakit ini memuaskan, mulai dari perawat yg ramah dan dokter yg terlihat begitu peduli dengan pasiennya. Aku harap rumah sakit Indonesia juga bisa seperti ini.


Malam ini aku di jemput oleh Riyal dan Sahidah. Meskipun masih sedikit perih tapi aku sudah bisa berjalan sementara barang bawaanku selama berada di rumah sakit ini dipegang oleh Riyal dan Sahidah menunggu di luar dengan mobilnya.


Selama berjalan menuju pintu keluar rumah sakit, aku tidak berbicara banyak dengan Riyal. Aku hanya bertanya tentang agenda yg tak bisa kuhadiri. Agak canggung karena pernyataan Riyal kemarin yg mengatakan bahwa dia menyukai Alfy dan malam ini dia bakal nembak Alfy.


Tentu aku sangat memikirkan hal itu, tapi sekali lagi aku tak bisa berbuat apa-apa.


Sampai di pintu keluar ternyata Sahidah sudah menunggu dengan mobilnya, Kami pun langsung menuju apartemen.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, belum sampai di dalam kamar terlihal Alfy menyambutku di depan pintu gedung apartemen. Kami pun lalu naik ke lantai 4 gedung apartemen menggunakan lift. Sampai di depan kamar, lalu aku membuka pintu dan ku lihat Ana dan beberapa teman-teman yg lain menyambut kedatanganku.


Dan di mulailah acara makan-makan sambil ngobrol bareng dengan mereka semua. Karena besok malam kami sudah harus berada di bandara dan terbang kembali ke Indonesia.


Senang rasanya bersama dengan mereka semua. Alfy, Ana dan Riyal tak lupa juga Sahidah dan teman-teman Malaysia lainnya. Ada banyak makanan yg di sediakan oleh Alfy dan Ana, tentu juga ada nasi goreng makanan favorit yg aku minta ke Alfy. Sahidah dan teman yg lain juga membawa makanan khas Malaysia, walaupun sebenarnya di Indonesia juga sudah ada makanan seperti itu. "kalau nanti ada masa ke Indonesia, kamu bawa saya keliling yah? Kata Sahidah kepadaku.


"pasti.. InsyaAllah." Balasku.


"modus artinya apa?" Balas Sahidah.


"waduh.. Mati deh. Anu.. Itu kayak.. Apa yah? Jadi bingung jelasinnya." Jawab Ana kebingungan.

__ADS_1


Melihat hal itu aku tertawa, ku lihat Alfy juga tertawa. Di tengah perbincanganku dengan Sahidah dan Ana, ku lihat Riyal mendekati Alfy dan berbicara kepadanya. Meski tak terlalu jelas sepertinya Riyal mengajak Alfy untuk keluar sebentar karena ada sesuatu yg ingin di sampaikan.


Tanpa mencari taupun apa yg ingin di sampaikan Riyal kepada Alfy sepertinya aku sudah tau. Apa lagi kalau bukan perasaan Riyal, seperti yg sudah dia katakan padaku kemarin. Sekarang aku hanya bisa berharap Alfy tak menerima pengakuan Riyal, mungkin terdengar jahat karena Riyal adalah temanku. Hanya saja aku belum siap sakit hati.


Tak lama, mereka berdua kembali dari luar. Dari raut wajah mereka berdua aku benar-benar tak tau apakah mereka resmi jadian atau seperti apa. Karena sikap Riyal dan Alfy tidak terlihat berbeda seperti sebelum mereka keluar.


Sampai pada akhirnya, semua teman-teman pulang begitu pun Alfy dan Ana yg kembali ke apartemen mereka dan aku tidak tau apakah Riyal dan Alfy sudah resmi bersama. Meskipun aku satu apartemen dengan Riyal, aku merasa canggung kalau harus bertanya kepadanya.


Hingga Riyal tertidur, aku tak tau kabae terbaru tentang hubungannya dengan Alfy dan hal itu membuatku resah.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2