
(Bagian Flashback)
Hujan begitu deras di suatu malam. "malam ini kita mau kemana?" tanya Ica.
"aku langsung nganterin kamu pulang aja yah, lagian ini juga hujannya lebat banget." balas Irwan yg fokus menatap jalan karena sedang menyetit mobil.
"iya."
"minggu depan kamu sibuk gak?"
"hm.. Kayaknya sih tidak. Ada apa?"
"Aku mau ngajakin kami ketemu sama Mama."
"hah! Mama kamu?"
"iya, mau kan?"
"kamu yakin?"
"iya, yakin. Kenapa tidak." Kata Irwan memegang tangan Ica.
Ica tersenyum bahagia, dia menggenggam tangan Immang dengan erat. "sebelum itu kita ke tempat teman aku dulu yah, ada sesuatu yg harus aku kembalikan."
"iya gak papa." balas Ica memandang wajah Irwan
Tak lama mobil yg mereka berdua tumpangi masuk ke sebuah jalan sepi dan berhenti ke sebuah gudang kosong yg sepertinya sudah lama tidak terpakai."kamu tunggu di sini, aku masuk dulu." Kata Irwan.
"iya." balas Ica tidak yakin.
Irwan keluar dari mobil dan berjalan ke arah pabrik tua itu, sementara Ica menunggu di dalam mobil sambil melihat dari jendela melihat Irwan menghilang di tengah lebatnya air hujan dan kegelapan.
Saat Irwan masuk ke gudang tua itu, ternyata dalam gudang itu sedang ada aktivitas orang yg sedang memproduksi sesuatu.
__ADS_1
Irwan bertanya pada salah satu orang yg tak memakai baju. "bos mana?"
"tuh." Kata orang itu menunjuk sebuah ruangan yg tertutup pintu.
Irwan berjalan menuju ruangan itu, di depan ruangan itu terlihat dua orang sedang berjaga di depan pintu. "gue pengen ketemu bos." Kata Immang pada kedua orang yg berjaga itu.
"tunggu aja di situ, bos lagi pesta di dalam." jawab salah satu penjaga bertampang sangar itu.
"gue buru-buru, bisa sekarang?" Kata Irwan.
"gue bilang tunggu ya tunggu." Kata penjaga membesarkan suaranya.
"Ok. Ok.. Santai." jawab Irwan mengangkat tangan.
Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Irwan yg melihat pintu itu terbuka langsung masuk ke ruangan itu. Di dalam dia melihat orang yg dia sebut "Bos" memakai pakaiannya. Sedangkan di sofa panjang sebelah kiri terdapat seorang wanita yg tak sadarkan diri dengan mulut yg berbusa. "Bos, gue mau ngomong." Kata Irwan.
"Irwan.. Irwan.. Irwan.. Salah satu anggota yg bisa gue andalkan. Jadi bagaimana transaksi bulan ini?" tanya si Bos.
"justru itu yg ingin gue omongin."
"gue ingin ngembaliin ini." Kata Irwan mengeluarkan bungkusan hitam dari tas selempang yg dia pakai.
"hah? Ngembaliin. Maksud lu?"
"Bos gue, gue gak bisa terus ada di bisnis ini. Gue berhenti."
"hah..?? Ha? Hahaha hahahahha." Si pria yg di sebut Bos ini pun tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Irwan.
"gue serius, gue mau berhenti."
Mendengar itu, tiba-tiba wajah si Bos mulai serius. "apa lu serius dengan perkataan itu?"
"Iya bos."
__ADS_1
Plaaakkkk (suara tamparan)
Immang tersungkur, dia tergeletak di tanah karena menerima tamparan yg cukup keras di wajahnya. Sampai dia sedikit mengeluarkan darah dari mulutnya.
"eh bangsatttttt.. Lu masih punya utang ke gue dan sekarang lu mau berhenti. Enak aja lu." Kata si Bos.
Irwan mengangkat wajahnya memandang Pria itu. "gue serius, tolong ijinin gue untuk berhenti."
Gebbbraakkkk (suara meja)
Irwan menerima tendangan di wajahnya, dan dia terlempar ke arah meja di belakangnya. Membuat minuman keras yg ada di meja itu tumpah membasahi bajunya.
Si Bos berjalan menghampiri Irwan yg tergeletak. Dia menarik rambut Irwan, terlihat dari hidung mulai keluar darah. "*******, denger baik-baik. Pokoknya gue gak mau kehilangan anggota terbaik gue kayak elu. Sekarang ambil barang ini dan jual di area elu." Kata si Bos.
Si Bos melempar tubuh Irwan, Irwan mencoba berdiri dan bangkit. Dia terlihat kesakitan dan darah terus saja mengalir dari hidungnya. Setelah bangkit Irwan berjalan lesu ke arah si Bos. Dia pun berlutut lalu bersujud. "Bos, gue mohon ijinin gue berhenti." Kata Irwan lemas.
Si Bos yg melihat tingkah Irwan emosinya semakin memuncak. Dia pun memegang kerah baju Irwan dan mengangkatnya, dia lalu melayangkan pukulan ke wajah Irwan.
Terus saja pukulan-pukul itu mendarat di wajahnya hingga wajahnya di penuhi darah, Irwan pingsan tak sadarkan diri. "lu berdua. Bawah keluar ******* ini." Kata Si Bos yg memerintahkan dua orang penjaga yg berdiri di depan pintu ruangan itu.
Kedua orang itu mengangkat Irwan keluar dari gedung, saat keluar kedua orang itu melihat mobil Irwan dan mereka berjalan menuju mobil itu. Semantara di dalam mobil Ica melihat dari kaca jendela mobil dua orang aneh sedang menopang seorang yg terlihat pingsan.
Sampai di dekat mobil itu, kedua penjaga mengetuk mobil yg di dalam mobil tersebut Ica sedang menunggu Irwan. Ica yg melihat mereka berdua mulai takut, dia mengambil stungun yg selalu dia bawa kemana-mana di dalam tasnya.
Dia pun membuka pintu, saat membuka pintu dia terkejut karena melihat kondisi Irwan yg sangat parah. Wajahnya berlumuran darah dan tak sasaran diri. "astagfirullah, Irwan.. Irwan.. Hey Irwan jawab." Kata Ica panik yg terus saja menepuk-nepuk wajah Immang.
"hei kalian berdua siapa? Aku laporin polisi." Kata Ica mengambil smartphonenya.
Salah satu penjaga itu memegang tangan Ica dan mengambil smartphone miliknya. Smartphone miliknya lalu di rusak oleh penjaga itu. "hei nona, kalau kau mau hidup sebaiknya jangan lapor polisi dan bawah pria ini pergi dari sini." Kata Pria yg merusak smartphone Ica.
Ica tampak takut, tangannya gemetar. Dia duduk dan memangku kepala Irwan si bawah air hujan masih tak sadarkan diri. Dia bingung, dalam hatinya dia ingin berteriak meminta tolong tapi tak berani.
Kedua penjaga itupun pergi dan masuk kembali ke dalam gedung meninggalkan Ica dan Irwan dengan kondisi mengenaskan tak sadarkan diri.
__ADS_1
-Bersambung-