Kamu & Senja

Kamu & Senja
Rencana Bag. 2


__ADS_3

(Bagian Flashback)


Hari ini sudah lepas isya dan aku beserta teman-teman UKM Penalaran Ilmiah masih berada di kampus untuk mempersiapkan event yg akan kami laksanakan. Aku yg berada di devisi perlengkapan pun sekarang sibuk mempersiapkan kebutuhan perlengkapan yg akan digunakan nanti ketika pelaksanaan event.


Bersama dengan teman-teman yg lain bersatu padu untuk mensukseskan event tahunan UKM Penalaran Ilmiah. Disela-sela kesibukan fokusku terkadang terganggu oleh Alfy, dia memang sudah datang di beberapa rapat panitia karena memang kegiatan sudah sangat dekat. Hanya saja kami belum pernah sekalipun bertegur sapa. Jangankan bertegur sapa, saling berhadapan dan bertatap mata juga belum karena melihat posisi kami yg berbeda di kepanitian.


Masih berada di kampus ketika sudah malam begini itu wajar bagi mahasiswa yg aktif dalam setiap kegiatan. Alasannya sederhana, karena tidak bisa mempersiapkan segala sesuatu yg berkaitan dengan kegiatan di pagi atau siang hari tentu saja penyebabnya jadwal kuliah. Walaupun aktif di kegiatan kampus, mahasiswa juga tidak boleh melupakan tujuan utamanya yaitu kuliah. Olehnya untuk memaksimalkan terselenggaranya setiap kegiatan, di perlukan waktu lebih untuk mempersiapkan semuanya dan salah satu waktu itu ada di malam hari.


"Man, tolong lu periksa daftar perlengkapan yg nanti kita gunakan, abis itu lu ceklis perlengkapan yg udah tersedia.” Kata Jaya koordinator devisi perlengkapan kepanitiaan.


“ok Jay.” Balasku menyanggupi.


“Arman.. Tolong juga dong. Sekalian lu minta duit ke bendahara buat beli paku yah. Udah abis soalnya.” Ujar Alvin salah satu anggota devisi perlengkapan kepanitian.


“ok bro.” ucapku semangat.


Cukup sibuk memang, tapi di situlah seninya menjadi salah satu bagian dari tim ini. Setelah memastikan daftar perlengkapan aku pun masuk ke ruang sekretariat untuk bertemu bendahara. “tunggu sebentar, bertemu bendahara sama saja bertemu dengan Alfy.” Kataku dalam hati.

__ADS_1


Memikirkannya saja sudah membuatku senang apa lagi bertemu dengannya. Ketika aku masuk, ku lihat dia sedang menyusun sebuah laporan. “assalamualaikum Fy.” Kataku menyapanya.


“iya waalaikumsalam.. Eh Arman.” Balasnya.


“udah lama ya gak ketemu.”


“iya. Maaf ya aku gak bisa ngobrol dulu, lagi ngerjain sesuatu nih.” Balasnya tersenyum.


“aku.. Ee sorry aku gak ngajakin kamu ngobrol kok tapi kebetulan dari devisi perlengkapan butuh uang untuk beli paku.” Kataku menjelaskan.


“50rb aja sekalian, kalau ada kembaliannya entar aku balikin.”


“ya udah nih. Jangan lupa struknya yah.”


“iya siap.”


Aku pun keluar dan sedikit memikirkan sikapnya yg tiba-tiba jadi seperti itu. Dia bukan seperti Alfy yg ku kenal, entah mengapa setelah aku melihatnya hari ini dia seperti lebih mandiri dan lebih kuat dari sebelumnya, tentu juga jadi agak cuek. Sepanjang perjalanan aku terus memikirkan itu, apa yg membuatnya bisa berubah selama sebulan ini.

__ADS_1


Di tengah fikiran itu suara smartphone berdering.“iya halo, kenapa Van?”


“Man. Besok bisa kan?”


“oh iyaa tentu saja. Jadi gimana? Aku langsung ke villa kamu atau?”


“aku jemput aja Man paginya, surprisenya kan malam.”


“oh iya sip.”


“ok thank u Man. Besok aku kabari kamu.”


Ivan menutup telfonnya, seperti terdengar dari suaranya jelas bahwa dia sedang dalam keadaan senang menyiapkan kejuatan ulang tahun kekasihnya. Besok tentu teman-teman panitia masih sibuk seperti hari ini, tapi aku sudah meminta izin kepada yg lain untuk tidak ikut serta membantu besok karena sebelumnya aku sudah janji dengan Ivan bahwa akan membantu acara kejutan ulang tahun ini.


Meskipun miris rasanya di saat Ivan tidak mengetahui apa-apa tentang kekasihnya itu sedangkan aku mengetahuinya. Apakah aku sudah baik kepada Ivan dengan merahasiakan perilaku kekasihnya atau aku salah. Hal yg membuatku ragu ini tak bisa ku jawab, semakin aku mencoba mencari jawaban maka semakin aku tenggelam dalam bingung.


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2